My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard VIII (2)



Kami semua balik ke istanaku dan pergi ke ruangan bawah tanah yang sangat rahasia.


“Frederra, apa kamu tahu cara mengetahui ruangan yang telah disihir sehingga tidak terlihat oleh mata?” Aku sedikit mendesak Frederra karena mungkin aku mengkhawatirkan keadaan Stephanie yang belum stabil itu yang sekarang ada di istana musuhku serta musuh Lucas juga.


Disaat seperti ini, Bianca bertanya suatu hal yang mungkin dia belum ketahui. “Maaf, bolehkah aku bertanya? Siapa Frederra itu?”


“Ok, aku akan mempersingkatnya. Bibi Stephanie ini adalah Frederra. Dia dahulunya seorang penyihir juga.” Aku memperkenal Frederra kepada Bianca.


“Sebentar, apa?! A-apakah Stephanie tau tentang ini?”


“Belum, Bianca.” Frederra yang menjawabnya dengan spontan.


“Sebenarnya, Stephanie adalah seorang...”


Frederra mencoba menjelaskan semua tapi aku memotong pembicaraan itu. Aku tidak ingin Bianca mengetahui semuanya.


“Frederra, bisakah kamu memberitahukan kami dengan cepat? Karena ini situasinya mungkin darurat.”


“Ok, sepertinya aku pernah menyimpan buku mantra sihir yang ada di gudang rumahku. Akan tetapi, jarak rumahku jauh dari sini dan akan memakan waktu yang lama.” Aku dan Frederra secara bersamaan memandang ke arah Lucas.


“Apa?!” Lucas sedikit bingung.


“Kamu tau lah apa yang harus dilakukan,” pungkasku.


“Ok.” Lucas menyuruh Frederra memegang pundaknya dan memikirkan bentuk rumahnya. Dalam sekejap, mereka menghilang dari hadapan kami berdua.


30 menit kemudian, mereka kembali lagi kesini. Aku dan Lucas saling berbicara melalui pikiran kami.


‘Luc, mengapa Frederra masih menyimpan buku mantra sihir? Padahal dia sudah memblokir kekuatannya.’


‘Tadi aku juga bertanya seperti itu sebelum balik kesini. Katanya awal mulanya dia mau memberikan kepada Stephanie disaat semua kekuatan muncul.’


‘Oh....’ Bianca melihat kami dengan penuh heran. Sedangkan Frederra, dia hanya melihat kami dengan tersenyum. Mungkin dia tau kalau aku dan Lucas sedang berbicara lewat pikiran kami.


“Kenapa?” Aku dan Lucas menjawab dengan serempak.


“Tidak, kami hanya berpikir apakah rencana ini berhasil.” Lucas berbohong kepada Bianca. Lalu, Lucas mengedipkan satu matanya kepadaku.


‘Rahasiakan ini ya, Richard.’


‘Ok.’ Aku menganggukan kepalaku.


“Jadi, bagaimana dengan mantranya, Frederra?” Lucas menghampiri Frederra.


“Buku ini membutuhkan setitik darah penyihir untuk membukanya.”


“Kemarikan bukunya. Aku sudah bersedia.” Kami bertiga melihat Lucas yang sudah memegang jarum kecil di tangan kirinya.


“Sejak kapan kamu menyediakan jarum itu, Lucas?”


“Sejak tadi.” Setelahnya, Frederra menyerah bukunya kepada Lucas. Dia menusukkan jarinya dan keluarlah setetes darah yang diperlukan. Buku itu mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Terangnya cukup membuat kami tidak melihat sekitar walau hanya sebentar.


Setelah terang itu mereda, Frederra mengambil buku itu dan langsung membuka halaman 326. Seusai dia menemukannya, dia memberikannya kembali kepada Lucas. Dia juga menjelaskan sedetail-detailnya tanpa ada yang terlewatkan.


Aku melihat Lucas yang bingung dengan penjelasan Frederra. Mungkin sihirnya berbeda dengan penyihir bagian selatan.


‘Oh iya, mengapa Luther bisa menguasai sihir dibagian selatan? Sedangkan disini Lucas kesusahan.’ Untungnya, Lucas tidak mendengar isi pikiranku. Tampaknya Lucas sedang kesusahan memahaminya.


Bianca berjalan ke arahku dan mempertanyakan beberapa hal kepadaku.


“Richard, kapan kamu mengetahui bibi itu adalah seorang penyihir? Mengapa kamu belum memberitahu ini kepada Stephanie?”


Aku menelankan salivaku dengan kasar. Aku tidak tau kalau dia akan bertanya hal ini. Aku menjawabnya dengan sedikit gugup dan ketakutan. Akan tetapi, Aku mencoba santai untuk menjawabnya.


“Sejak aku mengajak bibi Stephanie ke bagian belakang rumah Stephanie. Disana aku menanyakan dan memastikan beberapa hal kepada bibi Stephanie. Aku tidak ingin Stephanie mengetahuinya terlebih dahulu karena mungkin ini akan menyakiti hatinya. Kemungkinan juga, dia belum siap menerima kenyataan ini.”


“Dia mungkin akan menerimanya, Richard. Akan tetapi, dia mungkin akan kecewa kepadamu.” Lalu, Bianca meninggalkan ku dan menuju ke arah Lucas.