My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
S2: 7. Baik-Buruk



“Tenanglah Alardo, mama disini. Hei! Terus apa yang harus kita lakukan untuk Alardo?!”


Richard mulai bingung dengan mondar-mandir di dalam ruangan itu.  Lucas mendekati luka Alardo dan melihatnya dengan seksama, “Ric, apakah tadi kamu menyentuh luka ini?” Richard menjawab tidak seraya menggelengkan kepalanya.


Lalu, Richard melemparkan pertanyaan ke Lucas, “Ada apa, Lucas?”


“Coba kamu kesini dan sentuh luka ini!” Richard menuruti perkataan Lucas. Saat, Richard menyentuh luka tersebut menggunakan jari telunjuknya. Dia merasakan sedikit terbakar di telunjuknya.


“I-ini cairan dari tumbuhan Hawthorn. Akan tetapi ba-bagaimana bi-bisa? Luka itu mempunyai aroma seperti cairan Wolfsbane.


Ti-tidak mungkin kalau ini Hawthorn. Hawthorn juga susah didapatkan di sini.”


“Bisa saja, Ric. Kalau mereka berencana membuat dia tersiksa. Dia diberikan dua cairan yang digabungkan. Sehingga Sisi Vampirenya


dan sisi serigalanya sedang saling memberontak. Coba Stephanie lihat matanya dan sementara itu frederra kamu tetap redakan lukanya menggunakan sihir penyembuhan.”


Ketika Stephanie melihat mata Alardo, matanya yang kiri tetap berwarna emas dan mata kanannya berubah menjadi merah. “Astaga! Mama mohon tolong bertahanlah, anakku.” Frederra sudah mengerahkan seluruh


kekuatannya dari dua hari yang lalu.


Bianca sedang merasakan mual di daun pintu. Setelah itu, Bianca berlari menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamar itu.  Bianca mengunci pintu kamar mandi itu dari dalam. Richard, Stephanie, dan Frederra menyuruh untuk Lucas mengecek kondisi Bianca terlebih dahulu.


Lucas mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi sambil bertanya, “Ada apa, sayang?”


“Wait, wuek… wuek….”


“Buka pintunya, sayang! ada apa denganmu? Jika tidak aku akan dobrak pintu ini!”


“Jangan! Bi-bi-biarkan aku disini-- wuek.. Aku tak apa—wuek..”


“BUKA PINTUNYA!”


“JANGAN! K-kamu tolong ambilkan saja air hangat untuk meredakan rasa mualku. Aku juga mau menyalakan lilin aroma terapi terlebih dahulu agar tidak mual juga.”


“Ok-ok, aku ambilkan, sayang. Tapi nanti kamu bukakan pintunya ya.” Lucas berlari menuju dapur dan mengambil segelas air hangat untuk


Bianca. Lucas kembali dan akan memberikan air hangat itu ke Bianca.


“Sayang, tolong buka pintunya. Aku sudah membawa segelas air hangat untukmu.” Lucas tidak mendengar Jawaban darI Bianca. “Sayang, kamu dengar akukan?! Kenapa kamu tidak jawab aku.”


Beberapa detik kemudian, Stephanie melihat ada yang keluar dari celah pintu. “Lucas, lihat! Celah-celah itu mengeluarkan asap. Richard,


tolong jaga Alardo disini sebentar.” Richard mengambil tempat yang tadi Stephanie


duduki.


“BIANCA! BIANCA! TOLONG BANGUN! KALAU ENGGA, AKU DOBRAK INI


PINTU!” Meskipun Stephanie berteriak, tetap tidak ada jawaban dari Bianca.


“Frederra, jaga Alardo sebentar ya.”Richard menyerahkan Alardo ke Frederra sebentar lalu mendekati mereka berdua, “Minggir kalian


berdua, aku yang akan dobrak pintu itu.”


Lucas dan Stephanie telah minggir, berikutnya Richard mendobrak pintu itu. Mereka mendapati kamar mandi sudah dipenuhi asap. Di balik asap tersebut sudah terdapat seorang perempuan yang tergeletak di lantai.


“BIANCA!” Mereka bertiga meneriaki namanya. Lucas langsung menggendong Bianca serta meminta tolong ke Stephanie, “Stephanie, bisakah kamu bersihkan asap ini?”


Stephanie menghilangkan asap menggunakan sihirnya dalam beberapa detik saja. Selanjutnya, Richard dan Stepahanie mendekati Alardo lagi karena dia mengerang kesakitan lagi. Lucas menaruh Bianca di samping Alardo. Wajah


Bianca sudah pucat pasi dan pingsan. Lucas mengecek suhu badan Bianca. Suhu badan Bianca terasa panas tidak seperti biasanya.


Richard menawarkan bantuan kepada Lucas, “Apa kamu butuh dokter, Lucas? Aku bisa panggilkan dokter untuknya.”


“Iya, Lucas. Kami akan panggilkan dokter jika kamu mau dari istana kami.” Lucas menjawab dengan anggukan. Richard memakai telepon


genggamnya untuk menelepon pelayan di istananya. Butuh waktu 40 menit untuk dokter sampai ke istana Lucas. Dokter itu langsung memeriksakan keadaan Bianca. Mata Bianca tidak merespon cahaya terang. Dokter itu memeriksa denyut nadi Bianca dari pergelangan tangannya walaupun dia membawa sebuah stetoskop. Dokter sedikit tersenyum kepada mereka semuanya. “Bagaimana dengan keadaanna, dok?”


“Iya, tuan dan nyonya. Saya akan menyampaikan hasilnya. Hasilnya ada kabar baik dan buruk.”


“Apa kabar baiknya, dok? Lalu, apa kabar buruknya, dok?


“Jadi, kabar baiknya adalah nyonya ini sedang mengandung…” Lucas tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar. Sedangkan, Richard, Stephanie, dan Frederra merasa bahagia mendengar kabar itu.


“Akan tetapi, kabar buruknya adalah nyonya Bianca mengalami buta sementara karena nyonya tidak merespon terhadap cahaya terang.”


“Lalu, bagaiamna cara menyembuhkannya, dok?” Stephanie bertanya ke dokter.


“Dengan berjalannya waktu, penglihatannya akan kembali normal, nyonya.” Dokter itu pergi setelah memberitahu segalanya dan memberikan resep obat apa yang harus diberikan ke Bianca kepada Lucas.


Mereka bertiga memberikan selamat kepada Lucas. Lucaspun mengucapkan terima kasih kepada mereka. Lucas berjalan menuju Bianca lalu mencium kening Bianca serta mengucapkan terima kasih kepada Bianca.


Lucas kembali membantu mencari cara untuk menyembuhkan Alardo. Lucas menyuruh Richard untuk menemaninya ke perpustakaan terlarang miliknya. “Ada apa, Lucas?”


“Sepertinya aku ingat sesuatu… Ada buku yang pernah disimpan di bawah lantai-lantai kayu dalam perpustakaan terlarang.”


“Benarkah?” Richard dengan semangat merangkul  Lucas itu dari samping.


Sesampainya mereka disana, Richard dan Lucas mengetuk-ngetuk lantai ke seluruh sudut di ruangan perpustakaan terlarang. Jika ada suara lantai itu aneh jika diketuk maka ada sesuatu dibawah lantai. Lucaslah yang


bertemu dengan suara keanehan itu. Lucas membongkar lantai itu dengan sekuat


tenaga.


“Nah, ini dia bukunya. Akhirnya.” Buku itu berjudul “Ramalan serta Cara Memulihkannya”.


“Ric, aku menemukannya! Aku menemukannya!” Lucas berlari menuju Richard. Mereka berdua langsung membuka buku tersebut disana.


“Ca…ri.. halaman… Tri..hi…brid…. Ketemu!” Mereka membuka halaman ke 350.


Disana tertulis:


‘jika memang benar-benar ada seorang trihibrid di dunia berarti seorang itu perlu waspada terhadap tiga bangsa yang mungkin salah satunya dalah musuhnya.’ ‘Bila jika mereka terkena satu atau dua cairan yang dapat mengakibatkannya harus memberontak salah satu atau kedua sisinya maka kalian harus membuat ramuan yang terbuat dari bunga Jade Vine.’


“Bunga ini… aku pernah lihat disuatu tempat.” Lucas berbicara terlebih dahulu.


Lucas melanjutkan perkataannya, “Oh iya, kakek uyut-uyutku yang memberikan buku ini serta memberikan setangkai Bunga Jade Vine kepadaku. Bunga itu tersimpan aman di brankas ruangan ini. Sebentar kuambilkan dulu.”


Lucas membawa satu pot yang hanya ada satu tumbuhan yang tertanam disana. “Mungkin ini cukup untuk sementara untuk menyelamatkan Alardo.” Richard merasa lega karena mereka tidak perlu repot-repot lagi mencarinya ke


tempat yang sangat jauh.


“Richard, akan tetapi bunga ini harus kita hemat-hemat karena bunga ini hanya ada 10 tangkai di dunia.”