My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard XI (1)



Setelah pelayanku pergi, aku mau menemui Lucas di kamarnya dengan membawa tas teropong itu. Sesampai disana, aku mengetuk pintu kamar Lucas. Disana ada Frederra juga, mereka sedang berbincang serius mungkin mencari keberadaan Stephanie.


“Halo..”


“Oh, hai, Richard. Ada apa?,” Mukanya terlihat lelah, aku jadi tidak tega dan membatalkan niatku. Aku menyembunyikan tas teropong yang ingin kuberitahukan kepada mereka.


“Tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja. Apa yang kalian bicarakan?”


“Kami sedang membicarakan Stephanie, Raja Richard.”


“Frederra, bagaimana dengan keluargamu?”


“Sudah membaik. Mereka mengizinkanku untuk sementara disini. Oh, iya, satu lagi yang kulupakan. Bianca titip salam kepadamu Raja Lucas. Katanya dia cinta kamu.”


‘Terima kasih, Bianca. Aku juga cinta kamu.’


Aku dan Frederra tersenyum-senyum tanpa henti sambil melihat Lucas.


“Mengapa kalian melihatku?”


“Oh, tidak apa-apa. Aku hanya mendengar suatu suara di pikiran. Iyakan, Frederra?” Frederra mengangguk-ngangguk saja. Frederra mengalihkan perhatiannya ke sesuatu yang ku sembunyikan.


“Apa yang kamu sembunyikan, Raja Richard?”


“Tidak ada.” Aku menjawabnya dengan sedikit gugup. ‘Mengapa dia bisa tau?’


Lucas langsung mengambil alih untuk menjawab pikiranku, “dia sudah mempelajari beberapa teknik sihir baru, Richard. Ayo, berikan pada kami. Apa yang kamu sembunyikan?” Mereka mengulurkan tangannya dengan wajah yang sedikit marah kepadaku.


Sekarang, Frederralah yang menyahut pikiranku dengan nada tegas sekali, “Iyalah, demi Stephanie!”


Aku tidak membalas karena kenyataannya untuk Stephanie. Aku sendiri sangat rindu dengannya juga. Walaupun ini baru sebulan yang lalu, aku tidak bisa menahan rindu lagi dalam jangka waktu panjang lagi. Tiba-tiba, aku termenung sesaat. Aku masih mengingat-ngingat kejadian di hari pernikahan kami itu. Aku tidak habis pikir, ada orang yang ingin menghancurkan di hari kebahagiaan kami.


Lucaslah yang menyadarkanku dari lamunan, “hei, Richard! Apa yang kamu pikirkan? Sini kami sudah tau lokasi Stephanie.”


Aku menggelengkan kepalaku agar cepat kembali dari lamunanku. “Tidak ada yang ku pikirkan. Kalian cepat sekali menemukan lokasinya. Dimana Stephanie?” Aku mulai berjalan ke arah mereka.


“Dia berada istana serigala itu,” Lucas menyilangkan tangannya seraya menyandarkan dirinya ke dinding. Dia mungkin memikirkan bahwa ini perbuatan adiknya. ‘Luther, Luther, mengapa kamu membuat semuanya menjadi rumit?’ Frederra juga terkejut mendengar nama Luther di pikiran Lucas.


“Luther?! Dia dulu sering main denganku. Kenapa sekarang dia ingin menculik Stephanie?” Dia mulai menitihkan air matanya dan menyembunyikannya di balik telapak tanganya yang menutupi wajahnya.


“Tenanglah, Frederra. Aku sudah menyuruh semua pelayanku untuk mencari dia ke seluruh penjuru.” Seketika, Frederra jatuh pingsan. Untungnya, aku menangkap Frederra ke dalam dekapanku. Lalu, aku membaringkannya di kasur Lucas untuk sementara waktu.


Setelahnya, aku dan Lucas berbincang-bincang bagaimana rencana yang akan dibuat.


“Bagaimana kalau aku menyuruh para pelayanku dan rakyatku untuk mengepung ke istana serigala itu?!” Aku dengan senangnya memberikan ide yang pertama. Akan tetapi, Lucas membantah ideku.


“Itu hal yang terkonyol, Richard. Kita tidak boleh mengambil langkah yang gegabah karena raja serigala itu sangat licik dan adikku sangat pintar dalam memberikan saran yang akurat. Kita harus menunggu langkah apa yang akan diambil oleh mereka.”


“Tapi, aku sudah menyuruh semua pelayanku untuk mencari Stephanie.”


“Tidak apa-apa, biarkan saja mereka tetap suruh mencari Stephanie. Akan tetapi, kamu pastikan ada satu orang yang akan memata-matai istana serigala itu.”


“Baiklah.” Sekarang, kami dapat memandang wajah Frederra yang sedang kelelahan. Pasti Frederra kelelahan karena sehabis berperang, dia tidak beristirahat terlebih dahulu melainkan dia memikirkan bagaimana mencari keberadaan Stephanie.