My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Tersesat



Aku terjatuh dan tidak sadarkan diri setelah meminum segelas air itu. Selama aku tidak sadarkan diri, aku memasuki dunia yang tidak kumengerti. Disana, aku hanya sebagai bayangan yang tidak terlihat oleh satu orang pun. Di depanku sudah ada perempuan yang sangat mirip denganku. Saat aku mendekatinya, aku menyadari ada perbedaan diantara kami yaitu warna bola mata kami. Dia memiliki warna biru terang.


Aku merasa mengingat ciri orang ini. Aku mencoba mengingat dengan keras.


“Rachel! Iya, dia Rachel, mantan kekasihnya Richard.”


“Rachel, Rachel!!!” Aku mencoba meneriakinya tapi dia tidak mendengarnya. Aku mencoba juga memegang pundaknya tapi tanganku tembus dan tidak mengenai pundaknya.


“Apa yang harus kulakukan? Ah! Mungkin mengikutinya bisa mendapat petunjuk.”


Tiba-tiba waktu disini berjalan cepat, semua diperlihatkan padaku seperti video selang waktu. Video yang kulihat kali ini adalah mengenai perjalanan kehidupan dari seorang Rachel. Mulai dari pertemuan dengan Richard sampai cuplikan terakhir.


Cuplikan terakhir, aku dibawa ke atas istana yang sangat tinggi. Disana terdapat dua orang yang sedang bersitegang dan satu lagi hanya meratapi. Rachel sedang berada di paling ujung tebing istana. Di depannya sudah ada wanita berjaket yang wajahnya tidak diperlihatkan. Wanita itu langsung menembak Rachel hingga Rachel jatuh ke bawah tebing. Ternyata di samping wanita itu, ada seorang laki-laki yang sama sekali tidak menolong Rachel.


Saat aku melihat wajah laki-laki itu, “Ah, tidak mungkin. Ini tidak mungkinkan?! Itu Richard!” Aku hanya bisa tersungkur lemas.


Disitu, aku menangis sejadi-jadinya.


“Kenapa kamu tidak menolong Rachel? Apa kamu akan melakukan yang sama terhadapku?” Lalu, aku dibawa lagi ke ruangan dengan warna semua hitam. Dari depanku terlihat seorang perempuan yang mau membantuku untuk bangkit berdiri.


Aku bangkit berdiri dan melihat jelas wajahnya.


‘Rachel!’


“Iya, benar. Aku adalah Rachel. Kehidupan masa lalumu adalah diriku. Akan tetapi sekarang berbeda, kamu bernama Stephanie dengan mata yang hitam cantik.” Dia mengusap airmataku dengan lembut.


“Percintaan kita terulang kembali. Hidup bersama seseorang yang bernama Richard. Kita juga mempunyai kesamaan yang lain, Aku tidak mempunyai orang tua dari bayi dan kamu tidak mempunyai orang tua dari umur 13 tahun. Oh, apa kamu sudah tau? Kamu juga seorang penyihir. Mereka menyembunyikan identitasmu.”


‘APA?!’ Tubuhku mulai terasa lebih dingin sampai membuat menggigil.


“Apa kamu merasa baik-baik saja?” Aku hanya menggelengkan kepalaku.


“Hah, aku tahu kamu juga ikut berubah ya seperti dia?”


‘Apa maksudnya?’


“Kamu sudah melihat perjalanan hidupku. Aku juga diubah menjadi seperti dia. Itu karena keinginan diriku sendiri.” Dia berpindah ke arah samping kiriku dan berbisik.


Setelah itu, aku terbangun dan mencoba berdiri dengan berpegang pada besi ranjang. Aku melihat Richard sedang melihat pemandangan luar. Dia mendekatiku dan mencoba membantuku. Aku memeluknya dengan erat. Di pikiranku terlintas ucapan.


“Aku cinta kamu, Richard.” Airmataku tidak tertahan lagi. Dia membalas pelukanku. Lima menit telah berlalu, pikiran dan rasa hausku terasa amat sangat menyakitkan. Aku mendongakkan kepalaku untuk memandang wajah Richard.


Hanya sepersekian detik, tubuhku diambil alih oleh Rachel dan mencekik Richard sampai terdorong ke dinding. Aku hanya bisa mendengar rintihan dari Richard


“Kenapa kamu membiarkan aku terbunuh oleh temanku, Raja Richard. Kenapa kamu diam saja waktu itu!”


“Rachel!” Aku mencoba agar Rachel tidak melakukan itu tapi membuatku kepalaku sakit.


“Ahhh, tolong aku, Richard! Kepalaku sangat sakit.”


Aku mendengar ada yang mendobrak pintu.


“Ada apa, Richard?!” Suara itu adalah Lucas.


“Rachel, apa yang kamu mau? Balikin Stephanie, Rachel!” Aku mendengar teriakan Richard. Aku sudah berusaha sekali ini agar Rachel tidak mengambil tubuhku akan tetapi lagi-lagi Rachel berhasil mengambil alih setengah dari badanku.


Rachel memaksa tubuhku untuk melihat ke arah Bianca.


‘Oh, itu dia yang pernah membunuhku! Sekarang, aku akan membunuhmu.’ Rachel mendorong kekuatanku yang belum aku ketahui.


‘Lari, Bianca! Dia akan membunuhmu!’ Kekuatanku sudah mencekik Bianca dari sini.


“Rachel lepaskan Bianca! Stephanie kembalilah! Dia bukan temanmu yang dulu, Rachel!” Aku berusaha lagi setelah mendengarkan Richard berteriak itu.


“Ahhhh!!!!” Tubuhku sekarang terasa terbakar saat aku mau mendorong Rachel keluar dari tubuhku. Walaupun tidak tetap tidak bisa, aku bisa mengucapkan tiga kata kepada Richard.


“Maafkan aku, Richard.” Sesudah itu, aku berlari dan memecahkan kaca untuk ke luar.


‘Maafkan aku, Bibi, Bianca, Lucas, dan terutama Richard. Lebih baik aku menjauh daripada menyakiti kalian. Aku akan mencoba sendiri untuk mengeluarkan Rachel dari tubuhku.’ Aku tidak tau harus kemana.


“Mengapa semua membohongi ku dan menutupi semuanya? Aku menjadi kepada diriku sendiri dan membenci semua kebohongan yang tidak kuketahui. Mungkin menurut kalian, itu yang terbaik. Tapi tidak bagiku, itu membuatku lebih menyakitkan dan sudah membuatku menderita.”