My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
~The End~



Sehabis dari perayaan ulang tahun itu, mereka tinggal menunggu kelahiran bayi itu. Setiap pagi pasti ada saja yang ingin mengelus perut Stephanie mulai dari Frederra, Richard, Lucas, dan Bianca. Sekali-kali, suami dari Frederra dan anak-anak dari Frederra ikut mengunjungi ke istana itu. Mereka menyuruh Stephanie untuk istirahat penuh agar tidak terjadi keguguran.


Kandungan dari Stephanie sudah menginjak ke lima bulan. Richard memanggil dokter untuk mengecek kesehatan bayi itu serta mengecek jenis kelaminnya. Sebelum pemeriksaan itu, Richard dan Stephanie sempat beradu mulut tentang jenis kelamin bayinya.


“Ini perempuan. Pasti. Aku yakin.” Richard berargumen terlebih dahulu.


“Darimana kamu bisa tau, Richard?”


“Aku hanya menebak-nebak saja.”


Stephanie sambil mengelus-ngeles perutnya, dia berkata, “Menurutku dia berjenis kelamin laki-laki, Richard.”


“Terus bagaimana kamu bisa tau?”


“Hanya firasatku saja.”


Dokter pun tiba dan memeriksa kandungan Stephanie. Hasilnya adalah bayi itu sehat dan bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Posisi bayi itu sudah pas untuk melahirkan secara normal. Berita gembira yang di dapat oleh Stephanie. Akan tetapi, Richard tidak kecewa mendengar jenis kelamin bayi itu.


“Kalau kamu senang. Aku juga ikut senang.” Kata-kata itu dikeluarkan disertai dengan mendaratnya ciuman di kening Stephanie. Dokter mulai meninggalkan istana Richard. Stephanie mengabarkan hasilnya ke Frederra melalui telepon. Frederra yang sudah kembali ke keluarganya ikut berbahagia mendengar hasil pemeriksaan. Bianca dan Lucas yang masih tinggal di istana ikut merasa senang. Richard mulai menggoda Bianca dan Lucas.


“Bagaimana dengan hubungan kalian? Kalian kapan melanjutkan ke jenjang berikutnya?”


“Hehehe.” Lucas hanya menjawab dengan tertawa kecil. Sedangkan, Bianca menjawab dengan lantang.


“Mungkin bulan depan!” Lucas yang mendengar jawaban Bianca menjadi terkejut. Bianca mengedipkan satu matanya. Kedipan itu membuat Lucas tersipu.


“Aku akan menunggu undangan kalian.” Stephanie ikut menjawab yang masih berbaring di ranjangnya.


“Iya, aku akan ikut menunggu juga.”


Hari demi hari, Stephanie seperti merindukan Luther. Walaupun, Luther sudah membohonginya tapi dia sudah bersikap baik saat berpura-pura menjadi kakakku.


Richard mengetuk pintu lalu masuk ke kamar Stephanie. “Apa yang sedang kamu pikirkan, Steph?”


Stephanie menghembuskan napasnya dengan berat, “Sejujurnya, aku merindukan Luther, Richard.”


Sedikit dengan berat hati, Richard menawarkan untuk pergi ke istana Jack kepada Stephanie.


“Tidak usah, Richard. Aku berharap dia baik-baik saja disana.” Disaat itu, bintang berpendar terang serta ditemani oleh bulan yang bercahaya.


Keesokan hari, bibi dan keluarga mengunjungi Stephanie dengan membawa balon bertuliskan “Boy!”dan juga membawakan makanan yang sangat banyak.


Paman dan anak-anak memberikan selamat kepada Stephanie. James duduk diantara Lucas dan Richard tapi dia sedikit takut didekat mereka. Itu sangat terlihat di wajahnya. Stephanie, Frederra, dan pamannya Stephanie tertawa melihat James itu.


Stephanie berbicara kepada Lucas dan Richard melalui pikirannya. ‘Kalian tolong berkenalan dengan James, anak dari bibiku.’ Lalu, Richard dan Lucas langsung mengulurkan tangan untuk berjabat tangan secara bersamaan di depan James. James sedikit kebingungan disitu. Siapa yang mau dia salami terlebih dahulu.


“James, terserah kamu. Kamu mau berjabat tangan kepada siapa.” James mengangguk mengerti, akhirnya dia lebih memilih Lucas.


Setelah keluarga bibi Stephanie (Frederra) pulang, Richard terlihat lesu sedangkan Lucas tertawa di depan Richard.


Stephanie bertanya kepada Lucas, “ada apa ini?”


“Tadi, James itu memilih aku karena dia takut dengan penampilan Richard. Hahahaha. Kami tau karena membaca pikirannya.” Stephanie dan Bianca mendengar jawaban Lucas menjadi terkekeh sekaligus merasa kasihan dengan Richard.


“Kasihannya,” jawab Bianca.


Stephanie mendekati Richard lalu mengelus punggungnya. “Tidak apa-apa, Richard. Mungkin sebentar lagi, kamu akan bisa akrab dengan James.” Richard kembali bersemangat mendengar kata-kata dari Stephanie.


Sekarang, kandungan Stephanie sudah menginjak ke sembilan bulan. Keluarga Frederra, Bianca, dan Lucas menunggu di luar ruangan operasi. Hanya Richard yang masuk ke dalam ruangan.


Richard menyemangati Stephanie setiap detik dan setiap menit. Dia rela bajunya sedikit sobek karena Stephanie tadi menarik bajunya.


Bayinya diantar ke kamar setelah lima menit Stephanie masuk ke kamarnya. Semua orang terpana dengan wajah bayi itu kecuali Richard. Richard tetap disisi Stephanie.


“Richard, kamu tidak mau melihat wajah bayinya?” Frederra menanyai ke Richard.


“Entar saja, aku ingin melihatnya saat Stephanie sudah siuman.”


“Ok.”


Tiga jam telah berlalu, akhirnya Stephanie sudah sadar. Stephanie menanyai bayinya.


“Bayiku mana?” Bibinya menggendong bayi itu dan menyerahkan ke Stephanie dan Richard untuk melihatnya.


Giliran Stephanie dan Richard melihat bayi itu. Bayi itu memiliki wajah pergabungan antara Richard dan Jack. Mata bayi itu yang sebelah kiri satu berwarna emas dan yang sebelah kanan berwarna hitam. Setiap detik, warna yang hitam itu berganti menjadi merah.


Stephanie dan Richard terkejut sekaligus juga heran. Mereka saling bertatapan, ‘bayi ini...’


‘Benar-benar Trihibrid!’


“Kalian akan menamainya dengan nama apa?,” Frederra bertanya.


Stephanie langsung menjawab sambil memandang bayi itu, “Namanya adalah Alardo Yerd Leandra Lazuardy. Artinya adalah Kekuatan laki-laki sebagai calon pemimpin dari Richard di masa yang akan datang. Aku akan memanggilnya Alardo (artinya pangeran).”


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~Selesai\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~




Nama : Chris Feinhart Luther


Tanggal Lahir : 31 Desember.


Umur: 1997 tahun.


Warna rambut dan mata : Perak dan perak.


Makanan kesukaan : -.


Status: Penyihir (Adik serta musuh Lucas).


Pasangan: -.


Tinggi : 180cm



Berat : 65kg


*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^



Spoiler gambar!




Mohon tunggu seminggu lagi ya untuk “My Reincarnation 2 : PEPROMENO”