My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard VIII (3)



Sudah dua hari, Lucas mempelajari sihir bagian selatan. Frederra tidak pernah menyerah membuat Lucas berhasil. Pada malam ini, dia berhasil melakukannya dan kami merayakannya sebentar. Bianca memeluk Lucas dengan rasa bahagia.


“Kamu berhasil, Lucas! Aku sangat bangga kepadamu!”


“Terima kasih, Bianca dan terima kasih, Frederra.”


“Sama-sama, yang mulia.” Dia menganggukkan kepalanya perlahan. Bianca pun melepaskan pelukannya.


Aku menghampiri Lucas dan mengajaknya berjabat tangan.


“Selamat ya, Lucas. Kamu berhasil melakukannya.”


“Iya, terima kasih, Richard.”


“Jadi, kamu udah siap menyelamatkan Stephanieku?” Saat mendengar kalimatku, dia memberikan senyuman miring kepadaku.


“Aku siap, Raja Richard.” Sebenarnya, di wajahnya tergambar dia merasa lelah. Setelah beberapa menit, dia merasa sesak di dadanya dan terjatuh ke arahku yang berada di depannya.


“Luc-Lucas!” Aku sedikit mengguncangkan badannya. Bianca juga ikut mengguncangkan dan mencoba membangunkannya.


“Lucas. Lucas! Lucas!” Akan tetapi, dia juga belum tersadarkan. Setelahnya, aku menggendongnya ke kamarnya yang ada di istanaku. Frederra dan Bianca mengikutiku dari belakang. Frederra juga mencoba menghentikan tangisan Bianca.


Akhirnya, kami sudah sampai di samping ranjangnya dan menaruhnya.


“Frederra dan Bianca, tolong jaga Lucas sebentar! Aku akan memanggil dokter yang ada di istanaku.”


“Ok.” Frederra menjawabnya dengan lembut.


Dokter telah memeriksakannya dan mengatakan kepada kami.


“Tuan Lucas hanya kelelahan saja. Dia hanya membutuhkan istirahat dan membutuhkan tabung oksigen karena dia terkena hipoksia atau kekurangan oksigen dalam tubuhnya. Saya akan mengambil tabung oksigen yang sudah tuan Richard siapkan di ruangan saya untuk berjaga-jaga.”


“Ok, siapkan semua dengan cepat ya.” Dokter itu langsung keluar menuju ruangannya. Seusai menunggu, dia dibantu oleh pelayanku untuk membawakan tabung oksigen seberat 60 kg. Sedangkan dia hanya membawa selang infus, infusan, dan masker oksigen. Dokter itu memasang semua dengan cekatan dan berhati-hati.


Setelah semua selesai, aku bertanya kepada dokter itu di luar kamar. “Berapa hari kemungkinan kondisinya pulih?”


“Dilihat dari tubuh Lucas yang memiliki kemampuan pemulihan cepat juga, saya memperkirakan sekitar dua hari sampai empat hari, tuan.”


“Ok, terima kasih.” Dokter itu menganggukkan kepala dengan hormat dan langsung pergi begitu saja.


Aku menengok sedikit dari celah pintu. Aku melihat Bianca sudah duduk disamping ranjang Lucas sambil menangis. Sedangkan, Frederra mengelus punggung yang tak kunjung juga berhenti menangis sedari tadi.


Aku berbalik badan dan menyandarkan diri ke dinding. Disitu, aku menangis dan memukul diri sendiri.


‘Kenapa kamu menyusahkan orang lain, Richard?! Ah, kamu salah, kamu salah, Richard! Aku ingin menolong Stephanie tetapi di sisi lain aku ingin tidak menyusahkan Lucas. Apa yang harus kulakukan? Apa aku terlalu egois?’ Aku terus menyalahkan diriku sendiri disitu.


Aku mendengar decitan pintu di sisi kiriku. Lalu, aku menoleh ke samping kiri dan mendapati Frederra yang akan keluar dari kamar Lucas. Aku langsung memeluk Frederra disana. Frederra juga membalas pelukanku.


Dia mengatakan beberapa kalimat untukku dan mengelus punggungku juga.


“Mungkin akhir-akhir ini adalah hari-hari tersulit bagimu, tuan Richard. Aku bisa merasakan kesedihanmu yang sangat mendalam. Menangislah, tuan Richard. Jangan kamu menahan rasa sedih sendirian di dalam hatimu. Aku yang akan menampung kesedihanmu sementara.”


“Aku rindu padamu. Sangat rindu! Hingga aku tidak kuat untuk menahannya. Kesedihan dan kekecewaan pada diriku sendiri tercurah pada setiap tetesan airmataku ini. Apa aku bisa mengembalikan seperti semula?”