
Keesokannya, Grizelle merasakan ada benda di keningnya. Ternyata itu handuk kecil yang bekas semalam Jade mengompres Grizelle.
Grizelle memanggil dengan sayu sekaligus membangunkan Jade yang berada disamping ranjang itu dengan mata tertutup.
“Hmmm, iya?” Jawab Jade sambil mengucek-ngecek kan matanya.
“Bisa kamu singkirkan kain ini?” Jade menuruti kata-kata Grizelle tanpa mengelak.
Jade balik lagi ke tempat Grizelle, lalu didapatinya grizelle sudah bangun berdri tegap.
“Kamu sudah baik-baik saja?”
“Aku baik-baik saja, memang apa yang terjadi padaku kemarin malam?”
“Tidak ada.” Jade akan menyembunyikan kejadian malam itu.
Ditempat yang berbeda dengan waktu yang sama, Alardo akan turun tangan sendiri
bersama para bawahannya untuk mencari Jade. Kabar itu sudah tersiar sampai kerajaan penyihir. Lucas sebagai raja penyihir sekaligus paman bagi Alardo menjadi panik dan mencoba menemukan Jade terlebih dahulu.
Di Kerajaan Penyihir…..
Lucas memukul meja dengan keras dengan sedikit menggeram, “Sial!”
Lanjutnya lagi, “Apa sih yang anak itu pikirkan?! Semua 3 kaum menjadi kacau karena dia! Aku harus mencari Jade besok.”
Bianca menghampiri dan meredakan kemarahan Lucas. “Ya sudah, kita bergerak besok ya.”
“Tidak, kamu akan aku ungsikan ke Frederra. Karena bangsa vampire sedang kacau sekarang. Aku tidak ingin kamu dan calon anak kita terluka oleh karena anak sialan itu!”
“Ssst, kamu jangan ngomong begitu. Pasti ada cara untuk mengembalikan rasa kemanusiaannya.”
“Iya, semoga ada caranya. Semoga dia belum menemukan Jade pada hari ini.” Lucas berbicara seperti itu sambil mengelus perut Bianca.
Sampai malam menjemput, Alardo tidak menemukan Jade di daerah Ametrine. Dia dan para bawahannya malah menghisap darah orang-orang yang berada disana sampai sekarat. Lalu, dia memberikan darahnya kepada orang-orang yang sekarat itu. Perbuatan itu membuat kaum manusia menjadi berkurang.
Keesokannya, Lucas menitipkan Bianca kepada Frederra. Frederra yang menerima Bianca langsung membuat perisai agar rumahnya tidak terlihat dari dunia. Lucas masih tetap berdiri di sekitar daerah Frederra, dia menyuruh dua penjaganya untuk ikut dengannya.
Sudah seharian, Lucas mencari Jade tapi tetap saja hasilnya sama seperti Alardo. Lucas bertanya sendiri dengan nada geram, “Dimana anak itu sih?!” Seluruh kota yang ditelusuri oleh Lucas sudah hancur berantakan dan
banyak mayat yang berserakan. Semua mayat itu memiliki bekas gigitan pada lehernya.
oleh orang yang sudah pupus harapannya kepada hidup dan berlari tanpa arah.
Lagipula juga, portal itu hanya bisa dibangkitkan oleh Ibu Lucas yang bernama
Zeline. Portal itu memiliki efek yang hanya diketahui oleh Zeline
Seketika Lucas teringat dengan pesan terakhir ibunya, “Ibu?! Jangan-jangan…” Mata Lucas terbelalak seketika. Dia berusaha mengingat mantra sihir untuk memaksa portal itu cepat ditemukan. Lima menit yang digunakan untuk memanggil portal itu. Akhirnya, portal itu muncul di hadapannya. Tanpa ragu, Lucas langsung mmasuki portal itu. Benar saja, disana sangat tenang dan damai. Tiba-tiba, Lucas merasa pusing, lemas, dan pandangannya semakin kabur. Tubuhnya pun lunglai juga diantara ilalang-ilalang tinggi yang menguning. Tubuh Lucas diangkut oleh dua orang dan dibawa ke dalam sebuah rumah kecil sederhana. Lalu, dibaringkannyalah dia di atas ranjang sederhana.
Lucaspun pada akhir terbangun dari pingsannya. Satu orang itu sudah berada di samping ranjang dimana dia terbaring. Lucas melihat wajah orang itu dengan samar-samar.
“Bagaimana keadaanmu?” Suara perempuan yang lembut sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat segelas air.
“Hmm, lumayan, dimana aku?” Lucas bertanya seraya membenarkan posisinya menjadi duduk.
“Kamu di Lucretia… Perkenalkan nama saya Grizelle. Dan ini Jade,” seraya memberikan segelas air ke Lucas.
“Lucretia… Jade….” Ingatan Lucas menghilang saat masuk kedalam portal membuat kepalanya semakin terasa sakit.
“Sudah kamu tiduran saja..,” kata Grizelle.
“Tidak-tidak… aku mempunyai tujuan ke daerah sini. Tapi kenapa aku melupakannya?!” Lucas sedikit membentak Grizelle.
Tiba-tiba, batin Grizelle terasa sakit melihat keadaan Lucas dan tubuh Grizelle terdorong ke belakang hingga menabrak dinding yang jauh dari terakhir dia berdiri. Kepalanya terbentur dengan keras hingga berdarah di belakang kepalanya.
Lucas dan Jade panik melihat keadaan itu. Jade mencium bau darah Grizelle dari jauh, “Darah? Dia berdarah, ayo kita angkat dia ke ranjang.” Lucas bersedia mengangkat Grizelle ke atas ranjang.
Lucas memberikan sihir penyembuhan kepada Grizelle.
Dua hari kemudian….
Mereka tetap menunggu dengan sabar. Akhirnya, Grizelle tersadarkan juga. Grizelle melihat wajah Lucas lalu mengelus wajah Lucas menggunakan tangan kanannya.
“Lucas… Anakku.”
————————————————————
Maaf atas keterlambatan update karena ada satu dua hal yang sedang saya kerjakan 😊. Terima Kasih