My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard IV



“Bi.. bolehkah aku berbicara denganmu?” Aku meminta dengan suara yang ragu.


Bibi menganggukkan kepalanya serta berkata, “boleh.”


Aku mengajaknya ke area belakang agar tidak terdengar oleh mereka terutama Stephanie.


Di area belakang, aku yang membuka pembicaraan dengannya.


“Bi, maaf aku ingin bertanya beberapa hal kepada anda. Boleh?”


“Tentu. Obrolan kita jangan terlalu formal. Oh, iya, bibi belum perkenalkan diri. Nama bibi adalah Frederra Adeeva. Disini kamu bisa panggil Frederra saja karena umur kita tidak terlalu jauh.”


“Maaf berapa umurmu, bi?” Walaupun aku sudah disuruh jangan memanggilnya bibi tapi aku masih canggung.


“1566 tahun. Kamu Richard, Raja Vampire yang telah membantu kaum penyihir dari serangan kaum serigala bukan?”


“I-iya.” Aku menjawabnya dengan gugup.


‘Mengapa bibi bisa mengetahui semuanya, mengapa umur kita tidak jauh beda, dan apakah yang dikatakan raja serigala itu benar?’ Aku memikirkannya dengan penuh tanya keheranan.


“Kamu merasa herankan? Dulu, aku adalah penyihir terkuat di daerah selatan. Tapi sekarang aku memblokir kekuatanku sejak 40 tahun yang lalu. Sekarang, aku melakukan aktifitas manusia biasanya dan umurku hanya tersisa sampai 40 tahun lagi. Itu karena aku mencintai manusia yang peduli padaku.”


“....” aku bisa terdiam tidak percaya apa yang telah dikatakannya. Aku membiarkannya untuk menceritakan lebih lanjut.


“Sebenarnya, aku dan Stephanie tidak ada hubungan darah sama sekali. 200 tahun yang lalu, kedua orang tua Stephanie adalah muridku. Mereka menggantikan ku menjadi penyihir terkuat di selatan. Sampai akhirnya, mereka berdua berencana membunuh raja serigala tapi rencana mereka gagal.”


“Apa yang terjadi setelahnya, Bi?”


“Lalu, mereka mencari cara dan bersembunyi di daerah ini berpura-pura menjadi manusia. Mereka membuat perusahaan yang sekarang sudah dikenal oleh manusia. Sebelum mereka melakukan rencananya lagi, Alice didapatkan telah mengandung Stephanie. Jadi, mereka mengurungkan niatnya.”


“Orang tua mereka telah dibunuh oleh raja serigala itu. Tapi, sekarang kamu sudah menyelamatkan kami semua.” Bibi menghela napas dengan sangat berat. Wajah bibi menghadapkan kepadaku dan melontarkan beberapa pertanyaan


“Bagaimana denganmu, Raja Richard? Apakah kamu menyukai Stephanie? Mengapa kamu menyukainya?”


Aku menjawabnya dengan senyuman malu, “Iya, Bi. Aku menyukai Stephanie. Dia mengingatkanku pada kekasihku yang terdahulu.” Bibi terkekeh mendengar ucapanku tadi.


“Ah, aku tidak menyangka Stephanie mirip kekasihmu. Apakah aku boleh minta permintaan kepadamu? Yang pertama kali, jangan memanggilku dengan bibi lagi.”


“Boleh, Bi. Ah, iya, Frederra.” Frederra tertawa melihatku agak tidak nyaman saat memanggil namanya dan melanjutkan permintaannya.


“Kedua, jangan membuat Stephanie menangis. Ketiga, jangan membuat Stephanie terluka....” Frederra terdiam dan tiba-tiba dia bertekuk lutut di hadapanku.


“Aku juga memohon kepadamu agar melindungi Stephanie dari kekuatannya sendiri. Walaupun kekuatan Stephanie baru 1 yang muncul. Terakhir, aku memohon padamu untuk menjaga Stephanie dengan seluruh kekuatanmu. Stephanie sudah ku anggap seperti anakku sendiri.” Frederra memohonnya dengan bercucuran air mata.


“Frederra, ayo bangkit berdiri saja.” Aku membantunya untuk berdiri.


Aku melanjutkan kata-kataku dan menghapus air matanya, “Frederra, aku melakukan semua permintaanmu.” Frederra mendengar jawabanku menjadi tersenyum.


“Ayo, Frederra, kita masuk ke dalam. Semoga kita tidak membuat mereka menunggu lama.” Dia menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkahku.


Aku membatin sendiri, ‘aku tidak akan memberitahu semua cerita ini kepada Stephanie. Aku akan menyimpannya sampai saat Stephanie memintanya.’


Kami melihat mereka sedang mengobrol santai disana. Stephanie melihatku sambil melambaikan tangan kanannya kepadaku. Aku membalas lambainya dengan melambaikan tanganku juga.


“Jika kamu menyakitiku, itu lebih baik daripada aku menyakitimu. Melindungimu itu hal penting bagiku. Aku akan berjuang untuk membahagiakanmu selama-lamanya.”