My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard IX (1)



( 1 hari sebelum Richard ditangkap)


Sudah dua hari, kami bergantian menunggu Lucas yang sedang sakit. Di malam hari ini, akulah yang akan berjaga menunggu Lucas. Tiba-tiba, aku melihat mata Lucas terbuka sedikit demi sedikit.


“Richard, apa yang terjadi? Mengapa aku dalam kondisi seperti ini?” Dia mencoba bangun dari ranjangnya tapi aku menahannya.


“Jangan terlalu banyak bergerak. Kamu belum terlalu pulih. Kemarin, kamu jatuh pingsan karena kelelahan.”


“Ah, aku merepotkanmu lagi ya? Maafkan aku, Richard. Kamu jadi harus menunda menjemput Stephanie sampai sekarang. Berapa hari aku berbaring seperti ini?”


“Tidak apa-apa, Lucas. Aku juga yang terlalu egois kepadamu. Kamu sudah berbaring selama dua hari.” Setelah mendengar berapa hari dia telah berbaring, dia memaksakan diri untuk bangun dan melepaskan semua alat yang telah terpasang di dirinya selama dua hari itu.


“Sekarang, aku udah sehatan. Ayo kita lakukan sihir itu!” Dia berjalan beberapa langkah saja. Kemudian, dia hampir terjatuh karena memegang dinding yang ada dekatnya.


“Apa kamu baik-baik saja, Lucas? Kamu jangan terlalu memaksakan tubuhmu yang sedang sakit. Aku yakin Stephanie akan baik-baik saja.” Aku menggenggam pergelangan tangannya yang dingin. Setelahnya, Aku menatap wajah Lucas yang masih pucat dan keringat dingin yang keluar dari tubuhnya.


“Baik-baik saja?! Dia ada di lingkungan musuh kita, Ri! Aku tidak akan membiarkan Stephanie itu terkurung disana!” Aku terkejut mendengar tekad kuatnya. Kalimatnya membuatku tergoyah lagi untuk lebih memilih menolong Stephanie.


“Ok, jika itu yang kamu mau. Aku akan memanggil Frederra beserta Bianca untuk kemari. Sebelum itu, aku akan menaruhmu di sofa ini.” Dia menjawab dengan anggukan saja. Aku keluar dari kamar Lucas dan memanggil Frederra serta Bianca secepat yang ku bisa.


Tidak berlangsung lama, aku kembali dengan Frederra dan Bianca. Bianca memeluk Lucas kembali.


“Apa kamu baik-baik saja?” Bianca bertanya kepada Lucas. Sedangkan Lucas hanya mengangguk dan tersenyum untuk menutupi kalau dia sebenarnya sedang dalam kondisi tidak baik.


“Apa anda siap, tuan Lucas?” Frederra bertanya dengan nada ragu.


“Fred, apa sihir itu bisa dilakukan dengan jarak jauh?”


“Bisa tuan tapi dia hanya bertahan dua hari saja. Setelah itu, aku tidak tau apa yang akan terjadi.”


“Hmm, ok.” Frederra langsung mengucapkan mantra sihir dan Lucas menirukannya. Setelah diulang lima kali, Lucas menjentikkan jarinya seperti yang dia sering lakukan. Aku tidak mengerti apa yang diucapkan oleh mereka berdua.


“Sudah, tuan Richard.”


“Richard, Stephanie terkurung di ruangan bawah tanah yang terkunci oleh pintu besi yang sangat kuat dan di ruangan itu tidak ada lubang sedikitpun. Sekarang pergilah!” Lucas memberitahukan setiap rincinya.


Aku langsung pergi ke istana serigala itu. Sesampai disana, aku melihat pertahanan mereka diperketat. Penjaga disana diperbanyak hampir tidak ada celah.


“Ah, aku lupa kalau pertahanan disini saat malam hari sangat ketat dan mungkin dia menambah pertahanannya karena kemarin. Aku harus menunggu disini sampai siang hari. Kemungkinan itu adalah satu-satu yang bisa diharapkan.” Aku menunggu di hutan itu sampai siang hari menyapaku.


‘Tunggu aku, Stephanie.’ Tanpa aku sadari, aku tertidur dengan bersandar di batang pohon.


Siang hari telah menyapaku melalui cahaya matahari yang menyilaukan mataku. Lalu, aku mulai bergerak memantau sekitar.


‘Penjaganya sudah berkurang dibandingkan tadi malam.’ Aku memutuskan kali ini untuk mengigit dan meminum darah mereka sampai habis. Alasan itu kulakukan agar tidak ada saksi mata dan agar aku tidak tertangkap.


‘Tidak apa-apa, Richard. Tidak apa-apa.’ Aku menenangkan diri sendiri. Lalu, aku mengelap sisa dari yang ada di ujung mulutku.