My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard XII (1)



Aku menyuruh pelayanku untuk menyembunyikan Stephanie dari peperangan ini. Sedangkan diriku akan menyelesaikan pertarungan ini. Pertarungan seperti ini tidak akan pernah usai sampai rajanya meninggal. Masalahnya raja serigala itu sulit untuk dikalahkan. Kepintaran serta kelicikan yang membuat dia semakin ahli dalam bertarung. Sudah beratus-ratus pertarungan melawannya yang sudah kulalui tapi tetap saja tidak ada kemajuan. Dia selalu menggunakan rencana yang baru disetiap pertarungan.


Akhirnya, Pertarungan ini selesai juga pada matahari datang kembali. Aku yang masih terluka ini menyempatkan diri untuk melihat keadaan Stephanie di kamar Frederra. Aku menggenggam tangannya dan berharap agar ia segera sadar.


‘Aku mohon sadarlah, Stephanie. Aku sudah tidak sabar ingin memelukmu, mengobrol, dan tertawa denganmu.’ Aku tidak menyadari bahwa aku sudah menitihkan air mata. Iya, aku begitu mencintai Stephanie. Rachel dan Stephanie adalah seseorang yang sudah mengajariku tentang apa artinya hidup meskipun kematian Rachel adalah kesalahan terbesar sepanjang hidupku. Akan tetapi setelah Rachel tiada, aku selalu menyalahkan diriku sebagai orang yang tidak berguna dan aku menganggap diriku seorang monster.


Frederra memasuki kamar ini dan


mengajakku untuk berbicara di luar. Di luar, Frederra langsung berlutut di hadapanku. Dengan sigap, aku menyuruhnya untuk berdiri kembali saja.


“Terima kasih, Raja Richard. Maafkan saya karena telah memperlihatkan tentang mengapa Luther benci denganmu.”


“Tidak apa-apa, Frederra. Aku juga berterima kasih kepadamu. Jadi, aku bisa tau kenapa Luther benci denganku.”


Lalu, Lucas mendekati kami dan menanyakan keadaan Stephanie. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Kami coba menunggu Stephanie sampai tiga hari lagi. Kalau Stephanie tidak sadar juga, kami memakai cara lain.


Tiga hari telah berlalu dengan cepat, Stephanie pun belum sadar juga sehingga Lucas menyuruhku untuk masuk ke pikiran Stephanie melalui kekuatan Frederra.


Sesampainya di dalam pikiran Stephanie, aku tidak melihat ada orang disini. Semuanya hitam pekat dan seperti tidak berujung. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendekatiku. Dia memiliki rambut berwarna hitam, iris mata yang berwarna biru terang, dan wajahnya mirip Stephanie.


“Rachel!”


Dia terkekeh setelah mendengarnya dan setelahnya dia memberikan tatapan tajam kepadaku. “Halo, apa kabar, Richard? Apa kamu merindukanku?”


Aku langsung menyerangnya dengan cara mencekiknya. “Apa yang kamu lakukan dengan Stephanie?” Dia tidak menjawab pertanyaanku tapi menyerang balik kepadaku serta mencekikku juga. Tatapan amarah dan kebencian memandang balik ke diriku.


“Kenapa waktu itu kamu tidak menolongku disaat aku dibunuh oleh temanku?!”


“Saat ini, aku akan memaafkanmu karena aku sudah janji ke diriku yang sekarang. Aku juga tidak akan mendengar alasanmu itu. Sekarang ada hal yang lebih penting daripada mendengar alasanmu.” Aku yang masih mengelus-elus leherku langsung terkejut mendengar kalimat terakhirnya.


“Apa ini ada hubungannya dengan Stephanie?”


“Iya, ini ada hubungannya dengan Stephanie. Makanya sekarang, kamu ikut aku!”


Dia mendahuluiku dan mengarahkanku ke keberadaan Stephanie. Setelah aku dan dia berjalan bersama dengan jarak cukup jauh, kami sudah sampai dimana sekarang di depan kami terpasang jeruji besi dan ada orang yang tertidur disana. Orang itu tertidur dengan menggenggam tiga tangkai bunga lily putih. Aku mengenali orang itu tanpa diberitahu oleh Rachel.


“Stephanie!” Aku menggoyangkan jeruji besi seraya berteriak keras memanggil namanya berulang kali hingga aku lelah memanggilnya kembali. Aku hanya bisa kedua tanganku menggenggam jeruji besi itu dan menunduk sedih.


“Tidak ada gunanya, Aku juga sudah mencobanya sekitar tiga bulan. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk menghancurkan jeruji besi ini. Aku sudah meneriakinya berulang kali..,” sahutnya sambil menyilangkan tangannya.


“Oh, iya, beberapa kali aku menemui seseorang juga disini yang mirip Stephanie. Dia bernama Leana. Dia menumbuhkan kepribadiannya yang lain dengan sendirinya selama dia tertidur. Aku beberapa kali mencoba membunuhnya tapi tidak bisa, dia tetap saja muncul. Selama tiga bulan ini, dia berubah menjadi seorang penyihir saja tidak lagi campuran. Kamu mau tau apa yang lebih mengejutkan? Dia sedang mengandung. Umur kandungannya….” Aku belum mendengar kelanjutannya dan kembali ke dunia nyata.


Aku melihat Frederra sudah mengeluarkan keringat dingin. Lalu, aku langsung menopangnya ke sebelahnya Stephanie. Aku berbicara dengan Lucas disini. Semua hal yang telah terjadi di dalam sana kuceritakan semuanya ke Lucas. Aku juga memberitahu bahwa Stephanie sedang mengandung.


“APA?! MENGANDUNG?! Aku ga salah dengar, Richard?”


“Sssttt, nanti kedengaran sama Frederra bisa ba..” Aku belum melanjutkan perkataanku, Frederra terbangun dan terkejut.


“Apa?! Stephanie mengandung?!” Seketika itu, aku menepuk keningku dengan keras. ‘Ya, ampun.’


“Hehehe...Maaf, Richard,” jawab Lucas dengan suara yang kecil.