
Aku memasuki istana itu dengan cepat. Aku mencari tangga untuk ke bawah tanah. Ruangan itu sudah terlihat dan aku mendobraknya dengan kencang. Disana, aku tidak menemukan siapa-siapa.
‘Apa?! Tidak mungkin Lucas akan membohongi ku.’ Tiba-tiba dari belakang, aku mendengar tepuk tangan dan tawa senang dari seseorang.
“Haha, iya. Lucas tidak akan membohongimu, raja Richard. Akulah yang memindahkannya. Oh iya Luther, apa kamu tadi membuat perempuan itu benar-benar pingsan kan?”
“Iya, tuan.”
‘Bagaimana dia bisa tau kalau aku masuk ke istana ini?’
“Gilbert, sini kamu!” Seseorang masuk ke ruangan ini dengan memegang leher yang sudah berlumuran darah.
‘Hah! Tidak mungkin tadi aku sudah memastikan semuanya telah tidak bernyawa lagi. Kenapa dia masih hidup?!’ Wajah terkejutku membuat raja serigala itu tertawa geli.
“Hahaha, apa kamu terkejut sekaligus herankan tentang penjaga ini yang masih hidup. Tadi pagi, aku sedang berjalan-jalan di hutan depan istanaku. Kamu mau tau apa yang aku temukan disana? Aku menemukan seorang raja yang sedang tidur dibawah pohon dan akan menolong kekasihnya yang dikurung disini. Lalu, aku menyuruh penjaga setiaku untuk meminum obat untuk mempertahankan hidupnya jika darahnya diminum habis olehmu.” Aku tidak percaya yang telah dikatakannya.
“Tuan Jack, apa yang harus kulakukan berikutnya?”
“Hmm, mungkin terserah kamu saja. Kamu yang mungkin punya dendam kepadanya.”
“Iya, tuan.” Aku melihat tatapan Luther berubah menjadi tatapan amarah yang tidak terbendung ke arahku.
“Aku tinggal dulu, ya. Aku ingin mengobati Gilbert dulu.” Luther hanya mengangguk saja. Akhirnya, raja serigala dan penjaga setianya itu pergi keluar dari ruangan ini. Disini hanya tersisa aku dan Luther yang tertinggal. Disitu, aku menelan salivaku dengan rasa takut karena aku tidak meminta pertolongan kepada siapa-siapa. Lucas sedang dalam kondisi yang lemah.
“Bagaimana, Richard? Mau aku duluan yang serang atau kamu?” Belum aku menjawabnya, dia sudah menjawab dengan jawabannya sendiri.
“Oh, kamu mau aku yang serang duluan? Ok, aku menerimanya.” Dia memunculkan sebuah anak panah di tangan kanannya dan langsung melemparkannya. Sehingga lemparannya terkena tangan kiriku. Aku mencabut dan membuang anak panah itu ke lantai.
“Apa yang telah kamu lakukan?”
“Aku hanya memberikan sedikit racun serigala kepadamu.” Setelah mendengar ucapannya itu, pandanganku menjadi kabur dan jatuh terlunglai tidak sadarkan diri.
Aku memasuki alam bawah sadarku. Aku dipertemukan kembali suara yang sering terdengar setiap aku terkena racun serigala. Dia menyapaku dengan nada yang tidak ramah.
“Bagaimana dengan pertemuanmu dengan Rachel, Richard?! Hahaha! Serukah?!”
“Apa itu yang membuatmu lucu? Karena aku dicekik oleh kekasih terdahulu?”
“Yap, itu sangat lucu bagiku, Richard. Mengingatmu hanya terdiam saja bagaikan patung disaat kekasihmu terbunuh oleh temannya sendiri. Hal teranehnya lagi, kamu berdiri disana dan melihat secara langsung tanpa menolongnya.”
“Waktu itu, aku ingin menolongnya. Tapi..”
“Tapi, apa? Apa karena waktu itu kamu masih terikat dengan peraturan orang tuamu? Waktu itu bukankah orang tua sudah tiada?”
“Bagaimana kamu tau itu? Iya, waktu itu orang tuaku telah tiada. Aku kira dengan mengikuti peraturan yang sudah diturunkan dari orang tuaku. Kerajaan vampire akan sedamai dan tenteram seperti zaman orang tuaku dulu. Ternyata tidak tanpa sengaja itu yang sudah membuatku membunuh kekasihku sendiri.”
“Aku adalah kamu, Richard. Aku mengetahui semua hal walaupun kamu sembunyikan dariku.”
“Terus apa yang harus kulakukan sekarang?” Suara itu tidak menjawab lagi. Sekarang di alam bawah sadarku, aku hanya di ruang gelap tanpa ada suara atau orang yang menemaniku.
“Apa yang harus kulakukan? Aku telah terpojok untuk menyelamatkanmu. Apa sekarang aku harus menyerah saja? Akan tetapi, aku lebih mengkhawatirkan keselamatanmu dibandingkan keselamatanku sendiri.”