
Aku dan Lucas tidak bisa ke kerajaan serigala menggunakan kekuatan sihir. Kaum serigala berteman baik dengan musuh bebuyutan Lucas yaitu adiknya sendiri. Sehingga, kerajaannya dikelilingi perisai agar para penyihir tidak ada yang bisa melewatinya.
Kami membutuhkan waktu 8 jam untuk sampai disana. Hampir saja Lucas menabrak perisainya.
“Sial! Kita ga bisa melihat lebih dekat lagi. Apa kau bisa liat mereka dari sini.”
“Lebih baik kita bersembunyi di pohon terlebih dahulu.”
“Ok. Bagaimana kalau disana?”
Kami menuju pohon yang rimbun agar tidak terlihat. Diatas sini, aku melihat para penjaga sedang berdiskusi. Aku sedang mencoba mendengarkan mereka.
“Apa kau tidak ikut tuan ke hutan utara kota.”
“Tidak, memang mereka mau ngapain?”
“Oh, iya. Kamu baru disini, ya?
“Tuan mau menyerang kekasih Raja Richard.”
“Hey..” penjaga lain mendatangi kedua penjaga itu.
‘Apa?! Dia mau menyerang siapa?!’ Aku terkejut mendengar itu.
“Richard, ada apa? Apa yang kau dengar?” Lucas mengguncangkan badanku yang kaku tidak percaya.
“Lucas kita harus ke taman utara kota secepatnya!”
Aku berlari mendahului Lucas. Aku menghiraukan suara Lucas yang memanggilku dan terus mempercepat langkahku.
‘Tunggu aku, Stephanie. Mungkin ini aja akan terlambat.’
Sekarang Lucas menghalangiku di depan.
“Lucas, minggir!”
“Apa yang terjadi? Ceritakan padaku!”
“Ah! Stephanie dalam bahaya. Semua kerumunan serigala sedang akan menyerangnya.”
“Kalau kamu tertegun seperti itu, kita tidak akan sempat menyelamatkannya.” Akhirnya, dia menyusul langkahku yang cepat. Mungkin Stephanie akan terluka lagi oleh karena ku. Aku menghiraukan segalanya agar bisa sampai dengan cepat.
Akhirnya, aku bisa sampai di hutan utara kota. Aku mendengar suara Stephanie dari sebelah kiri.
“Lucas, bisakah aku minta tolong padamu?”
“Apa?”
“Kamu ulurkan waktu untuk aku menolong Stephanie menjauh dari sini. Bisa?”
“Tenang, serahkan padaku!”
Dia mendahuluiku untuk menghalangi segerombolan serigala itu. Aku sudah siap di belakang Stephanie bila ia terjatuh.
“Maafkan, kami telah terlambat.”
“Richard, bawalah Stephanie, bibi, dan temannya ke tempat yang aman. Aku akan mengulur waktu untukmu kembali kesini.” Aku terlunglai ke lengan Richard. Aku memegang wajah Richard dengan tangan yang sudah penuh dengan darah.
“Terima kasih.” Aku bisa melihat Lucas sedikit tersenyum kepadaku. Sedangkan, Aku memegang erat tubuh Stephanie agar tidak terjatuh. Aku menaruh Stephanie di rumahnya dan kembali ke Lucas tapi...
“Jangan pergi!” Ia memegang tanganku. Aku melihat dia dengan matanya masih tertutup. Aku meletakkan kembali tangannya.
“Tunggu disini. Aku akan menolong bibimu dan temanmu.” Untungnya, Rumah Stephanie dan hutan tidak terlalu jauh menurutku. Jadi, aku masih bisa menolong bibi dan temannya.
Aku membawa bibi dan temannya secara bersamaan. Aku melihat Lucas sedang berjuang keras. Jubahnya yang putih itu terlihat kotor. Lucas menyadari kalau melihatnya. Dia menjentikkan jarinya lagi untuk membuat mereka menjadi tidak bergerak sementara.
Dia berjalan ke arahku dan memberikan jubahnya untuk bibi dan teman Stephanie.
“Titip jubahku untuk mereka. Pergilah! Cepat kembali!” Dia tersenyum lagi kepadaku.
“Ok.” Aku dengan cepat menjauhi itu dan menuju ke rumah Stephanie lagi. Aku memilih kamar yang terdekat dengan pintu utama. Aku menyelimuti mereka dengan jubah Lucas meskipun disana sudah ada selimut. Aku akan bergabung dengan Lucas untuk menghadapi serigala itu.
“Aku kembali, Lucas.”
“Ah, akhirnya kau kembali! Kamu siap?!” Aku menganggukkan kepalaku.
“Ayo, Richard!”