
Keesokan harinya, aku dibangunkan oleh semua orang yang menyanyangiku.
“Halo, sayang.” Bibiku menyapaku terlebih dahulu.
“Halo, Steph,” sambung Richard.
“Halo juga, Steph.” Bianca melambaikan tangannya.
“Halo, Steph.” Yang terakhir adalah Lucas yang kondisinya sudah lebih membaik.
Mereka memancarkan senyuman kepadaku. “Ada apa dengan kalian?”
Tanpa ada jawaban dari mereka, Richard menarik tanganku agar aku cepat bangun. Tiba-tiba, tangannya menutup kedua mataku sampai aku tidak bisa melihat di
depanku. “Apa yang ingin kalian lakukan? Aku jadi penasaran.”
“Lihat saja nanti, Steph. Peganglah pundak bibimu yang akan menuntunmu.” Aku menurut dengan arahan Richard saja. Aku berjalan perlahan-lahan dan aku juga tidak tau akan dibawa kemana.
“Bisakah kalian memberikan sedikit petunjuk kepadaku?” Aku mendengar suara Bianca dari sebelah kananku.
“Hmm, tidak.”
“Bianca!” Dia terkekeh dengan bangga. Setelah beberapa lama, aku berhenti melangkah dan Richard membuka mataku.
“Kejutan!” Aku melihat kue tinggi yang dibawahnya •selamat datang kembali, Steph!•
‘Kalian membuat kejutan untukku di tempat kesukaanku.’ Seketika, airmata haruku keluar kembali. Lalu, aku cepat-cepat menghapusnya sendiri.
“Terima kasih semuanya..” Seusai itu, aku memalingkan pandanganku ke Bianca terutama kearah lututnya yang sudah tidak terluka lagi.
“Bianca, maafkan aku tentang kejadian kemarin malam. Sekarang, aku menjadi jahat kepadamu. Sekali lagi, maafkan aku, Bianca!” Aku mengulurkan tanganku kepadanya. Akan tetapi, dia menolak uluran tanganku dan lebih memilih memelukku.
“Tidak apa-apa, Steph.” Aku menangis tersedu-sedu di pundaknya. Dia mengelus-ngelus punggungku agar tangisku mereda.
“Sudah ya, Steph. Itu sudah berlalu. Ayo kita lebih merayakan kedatanganmu kembali.” Dia melepaskan pelukannya dan menghapus airmataku.
“Ayo, mana muka jelekmu? Kalau aku ini..” Dia menunjukkan terlebih dahulu ekspresi muka jeleknya. Dia membuat semua orang disana tertawa.
“Kok, kalian ikut tertawa?!”
“Apaan sih! Gak lucu tau!” Dia mengejar Lucas. Akan tetapi Lucas menghilangkan dirinya dan berpindah ke meja kue itu yang berjarak lima belas langkah dari sini.
“Kamu curang, Lucas!” Kami semua tertawa melihat tingkah mereka. Tiba-tiba lagi, Richard sudah berdiri di belakangku serta memelukku dari belakang.
“Bagaimana apa kamu sudah merasa lebih baik?” Aku menganggukkan kepalaku seraya mengeluarkan senyumanku.
“Baiklah kalau begitu.”
“Ayo semuanya kita ke kue itu. Nanti, kuenya rusak loh.” Bibi menyuruh kami merapat ke meja kue itu.
Sesudah kami merapat, kami memotong kue, berpiknik, dan mengobrol secara bersama.
Di ujung pembicaraan, aku berbicara kepada mereka dengan bangkit berdiri.
“Bibi, Richard, Bianca, dan Lucas, aku sangat berterima kasih kepada kalian karena sudah berusaha mencoba menyelamatkanku lagi. Aku sudah merepotkan kalian. Sangat merepotkan. Mungkin, aku memang tidak berguna.”
“Oh tidak, sayang. Kamilah yang berterima kasih padamu karena sudah kembali dengan selamat dan membantu Richard juga.” Bibi berjalan ke arahku lalu memelukku.
“Ehem, bibi dan Stephanie. Kalau kalian memperbolehkan, bolehkah aku mengajari Stephanie beberapa hal tentang kekuatan Vampire?”
“Gimana, Bi? Bolehkah aku belajar dengan Richard?”
“Boleh, sayang.” Bibiku melemparkan senyuman yang membuatku teringat dengan senyum ibuku.
“Ehem, kalau boleh juga, aku ingin melatih Stephanie untuk belajar sihir.”
“Ok-ok, semua boleh mengajar Stephanie agar menjadi lebih stabil dan hebat.” Bibi mengiyakan semua permintaan izin itu.
“Owh, terima kasih, Bibi.” Aku kembali memeluk bibi dengan senang. Kami tidak menghiraukan Bianca yang masih memakan kue.
“Oh iya, Steph. Bibi akan kembali pulang ke rumah besok karena bibi sudah tidak pulang dengan waktu yang cukup lama. Bibi juga akan mengantar temanmu itu pulang.” Ucapan bibi membuat Bianca tersedak.
“Apa, Bi?!”
“Iya, kamu sudah tidak bersekolah berapa lama. Kalau urusan sekolah Stephanie, bibi yang akan mengurusnya. Kalau kamu, bibi harus mengatakan apa ke orang tuamu.”
“Ok deh, Bi” Bianca menjadi lesu mendengar hal itu tetapi tetap melanjutkan makan kuenya.