My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Berlatih (4)



Keesokan paginya, Aku berlatih dengan Richard dan Lucas di halaman belakang.


“Richard, kamu sudah siap?” Lucas bertanya kepada Richard. Richard mengeluarkan dua kantung darah dari sakunya.


“Ok. Stephanie?” Lucas melihat arahku yang sudah siap sedia untuk mengambil kantung darah itu. Disana aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Lucas mengambil tindakan dengan berdiri menghalangi Richard yang sekarang berada di belakangnya.


Aku berlari cepat ke arah mereka. Lalu, gerakanku ditahan oleh sihir Lucas. Mereka membuat perisai yang sangat kuat di sekitarnya.


“Kendalikan itu, Stephanie!” Lucas berteriak kepadaku. Aku tidak mempedulikan itu dan tetap berkeinginan kuat untuk mengambil kantung darah itu. Aura hitamku keluar lagi untuk merusak perisai yang telah dibuat oleh Lucas.


Setelah sihirku dan sihir Lucas saling memberontak satu sama lain selama lima menit, akhirnya akulah yang menang dan menembus perisai mereka. Sihirku menyingkirkan dan melemparkan Lucas sejauh dua meter. Dengan jarak jauh, aku mencekik Richard.


“Berikan darah itu! Berikan sekarang!” Richard tetap memegang erat dua kantung darah itu.


“Tidak kendalikan dirimu dahulu. Setelah itu, aku akan memberikan padamu.” Richard mencoba berbicara walaupun dia menahan rasa sakit.


Lucas mencoba berdiri dan mendekatiku secara cepat menggunakan perpindahan dirinya. Dia mendekati serta memegang pundakku. Lalu, aku merasakan tubuhku yang semakin lemas dan lunglai ke tanah.


3 hari kemudian...


Aku terbangun dari tidurku dengan memegang kepalaku yang pusing.


“Hei, Stephanie. Gimana keadaanmu?” Richard menanyakan keadaanku seraya menyodorkan gelas yang berisi darah kepadaku. Aku mengambil gelas dan meminumnya sampai habis tanpa tersisa.


“Sekarang lebih baik, Richard.”


Tiba-tiba, suara Lucas terdengar jelas.


“Hai, Stephanie.” Dia duduk di sofa yang jauh dari kami.


“Sejak kapan kamu disitu?” Aku terkejut melihat dia tiba-tiba membuka suara.


“Dari tadi.” Dia berdiri dari sofa itu dan berjalan ke arah kami.


“Ceritakan padaku apa yang telah terjadi?!”


Richard menutup mulutnya sehingga Lucaslah yang berbicara apa yang telah terjadi. Aku terkejut karena aku mendengar bahwa aku telah menyakiti Richard dan Lucas lagi.


“Maafkan aku..” aku menundukkan kepalaku sambil memegang gelas kosong. Richard mengelus rambutku dengan lembut.


“Tidak apa-apa, Stephanie. Kami bisa sembuh dengan cepat.”


“Tapi..” Belum aku melanjutkan perkataanku, Richard langsung memelukku. Aku tersontak melihat perilakunya.


“Kamu pasti bisa mengendalikannya. Aku yakin itu.”


“Terima kasih, Richard.” Lalu, dia melepaskan pelukannya itu.


Setelahnya kami berbincang-bincang di kamarku ini.


“Jadi, setelah aku analisa kekuatanmu itu lebih kuat jika kamu menginginkan sesuatu. Oh iya satu lagi, maafkan aku karena telah menyerap energi sihirmu sehingga membuatmu jatuh pingsan. Tapi tenang, sihirmu akan kembali pulih.”


“Iya, tidak apa-apa, Lucas. Aku mengerti dengan keputusan yang kamu ambil, Lucas. Apakah sihirku itu bisa dikendalikan, Luc?”


“Hmm bisa, mungkin. Dikarenakan sihir yang muncul pertama kali dalam tubuhmu adalah sihir hitam. Jadi, menurutku itu membutuhkan latihan bertahun-tahun atau bisa kurang dari itu. Itu tergantung dari niat dalam dirimu.”


“Ok.” Aku mulai melesu setelah mendengar kata bertahun-tahun.


“Mungkin kamu bisa saja hanya beberapa bulan saja.” Richard mencoba memberikanku secercah harapan kecil. Aku tersenyum kecil kepadanya.


Lucas memberi isyarat kepada Richard untuk memberikanku segelas darah lagi karena mungkin iris mataku mulai berubah menjadi merah. Richard segera keluar untuk mengambil segelas darah.


Lalu, dia kembali setelah lima menit berlalu. Aku segera meminumnya lagi.