My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
Richard XI (3)



“Jangan menanyakan kenapa kepadaku. Mungkin itu yang membuat Luther tetap marah kepadamu dan membuat Stephanie menjadi kambing hitamnya!“


“Tidak mungkin! Aku bukan pelakunya!,” seraya menggelengkan kepalaku sambil melihat tanganku yang bergetar. Aku hanya tidak bisa mengerti semua ini secara cepat.


“Kamu mau tau, Richard? Waktu kamu kecil, Luther setiap hari diantar ke istanamu sampai kamu bisa meminum darah orang lain selain Luther saja. Ya, kamu berhenti sekitar di usia 100 tahun. Tepat 2 hari sebelum orang tuamu meninggal!,” lanjutnya seraya berteriak kepadaku.


“Cukup! Aku tidak mau mendengarnya lagi!” Aku menutup telingaku karena rasa takut yang menyelimutiku mendengar kalimat dari Frederra.


“Sekarang, kalian berdua maunya apa?! Perisai ini sudah rusak oleh Lucas waktu mau menyelamatkanmu dari sihir Luther itu! Ini kesempatan kita!” Tiba-tiba, aku mendengar dari jauh ada dua penjaga serigala yang mau memasuki hutan. Aku bergerak cepat serta memaksa Frederra untuk masuk ke dalam semak-semak sekitar hutan ini. Aku mendekap mulutnya untuk tidak bersuara tapi tetap saja dia meronta-ronta.


Aku memperingatkan agar tidak bergerak melalui pikiran, ‘diam dulu, Frederra!’


‘KENAPA?! Aku tidak mau!’


‘Sstt, kamu juga akan tau!’ Tanpa ku sadari, aku mengeluarkan iris mata yang merah lagi kepadanya. Frederra pun tidak berkutik sedikitpun ketika melihat mataku. Tibalah, dua penjaga itu melewati kami.


‘Itulah alasanku menyuruhmu untuk diam sebentar.’ Aku bisa mendengar Frederra yang menelan salivanya.


Sekiranya mereka sudah menjauh dari tempat kami, aku dan Frederra pun bangkit berdiri. Pelayanku juga menghampiri kami berdua.


“Tuan, apakah tuan tidak apa-apa?”


“Darimana saja kau?


“Sejak daritadi saya sedang memantau istana serigala dari sini.”


Sekarang giliran Frederra yang menanyakan pelayanku, “mengapa kau tidak melerai kami?!”


“Tadinya, saya ingin meleraikan tuan dan nyonya Frederra. Akan tetapi, itu mungkin privasi kalian jadi saya tidak mau menganggunya.”


Sekarang hanya ada aku dan Frederra yang berhadapan dalam gelap ini. Frederra mengucapkan terima kasih kepadaku karena telah menyelamat nyawanya.


“Sekarang, aku yang akan berhutang budi padamu. Ayo kita kembali ke istanamu! Matamu sudah berubah lagi.” Dia menyuruhku memegang pundaknya. Ini adalah hal yang sama dengan apa yang dilakukan Lucas jika mau berpindah tempat dengan cepat. Aku mulai terheran-heran, apa iya setiap penyihir jika mau berpindah tempat bersama orang lain harus berpegangan dengan pundaknya? Bisa tidak sih tanpa berpegangan sedikitpun? Memangnya kalau tidak berpegangan akan ketinggalan gitu?


Sesampai di istanaku lebih tepatnya di dapur istanaku, aku melupakan pertanyaan-pertanyaan yang tadi muncul dalam benakku. Aku lebih memfokuskan untuk mau meminum segelas darah lagi. Aku meninggal Frederra dan kembali ke Frederra setelah 20 detik saja.


Aku memandang Frederra yang sudah duduk di kursi makan. Dia diam tertegun dengan tatapan kosong. Lalu, Lucas menghampiriku sambil menyapa.


“Hai, Richard! Kamu darimana saja? Tadi aku sudah menunggumu cukup lama.” Padahal, aku ingin mengobrol dengan Frederra secara baik-baik. Aku menyuruh Lucas untuk diam dan memberi kode buat melihat Frederra.


Kami sudah duduk bersampingan dekat Frederra. Aku memanggilnya tapi tetap saja tidak bisa. Lucas memanggilnya dengan nada tinggi juga tidak bisa. Akhirnya, kami menggoyangkan tubuhnya baru bisa.


“Hmm, ada apa?” Frederra bertanya kepada kami.


“Seharusnya, kami yang menanyakan itu ke kamu. Ada apa, Frederra?” Lucas mengangkat bicara ke Frederra.


“Tidak ada apa-apa.”


“Benarkah?” Aku cukup serius menanyakannya.


“Aku hanya melihat beberapa cuplikan saja dari masa depan. Tapi tidak terlalu jelas. Aku hanya melihat seorang pria yang sedang memberikan cincin kepada seorang perempuan di taman bunga.”


Kami bertiga mencoba mengira-ngira siapa seorang pria dan seorang wanita itu?


“Merindukan sesuatu yang berharga memang jauh terasa lebih berat.”


#staysafeandbehealthy