
Malam hari disaat semua sudah tertidur, aku menemui Lucas untuk menanyakan suatu ramuan. Ramuan ini untuk Stephanie yang akan kuberikan.
Tok, Tok
“Lucas, apa kamu sudah tertidur?” Aku melihat Lucas sedang melihat pemandangan di luar.
“Apa ada pikiran yang mengganggumu sampai kamu datang ke aku?”
“Sejujurnya, aku mau tanya ke kamu. Apa kamu punya ramuan agar kekuatan seorang penyihir muda dapat tersegel untuk selamanya?”
“Coba aku ingat-ingat...” Dia menutupkan matanya sambil berjalan kesana-kemari.
“Sepertinya ada tapi aku lupa letak ramuan itu. Mungkin aku akan ke istanaku dan kembali kesini dalam 15 menit. Ok?”
“Ok.” Dia menjentikkan jarinya lagi sehingga dia menghilang dari hadapanku.
Tidak terasa 15 menit telah berlalu, Lucas menepati janjinya untuk kembali.
“Nah, ini yang kubicarakan. Hati-hati, ramuan ini hanya tersisa 1 di istanaku.” Dia memberikan sebotol kecil yang berisi cairan berwarna biru terang. Aku tidak yakin apakah dengan sebotol kecil ini bisa menyegel kekuatan seorang penyihir.
“Terima kasih, Lucas.” Aku langsung meninggalkannya di kamar tamuku tetapi langkahku dihentikan oleh tangan Lucas dan suaranya.
“Tunggu, Richard! Buat apa kamu meminta ramuan itu? dan yang terakhir apa kamu tidak mau tau efek dari ramuan itu?”
‘Aduh, aku lupa Lucas sangat teliti.’
“Teliti? Apa maksudmu?”
Aku membalikkan badanku dan menjelaskan semuanya.
“Lucas, ramuan ini buat Stephanie.”
“Stephanie, ada apa dengannya? Kenapa dia membutuhkan ramuan itu?”
“Ok, aku akan memberitahu semua dengan singkat. Jadi, apa yang dikatakan oleh raja serigala itu semuanya adalah kebenaran. Bibi Stephanie, dulunya adalah seorang penyihir terkuat di selatan. Dia memutuskan untuk menjadi manusia dan sisa usianya 40 tahun lagi. Stephanie adalah keturunan murni dari kedua orang tuanya yang penyihir juga. Akan tetapi, Stephanie belum mengetahui identitas aslinya dan aku tidak akan memberi tahunya.”
“Apa? Ini tidak masuk akal?!”
“Awalnya aku juga tidak percaya tapi karena Frederra memberitahu secara detail jadi aku percaya.”
“Siapa Frederra?”
“Jadi, Bibinya yang bisa menyegel kekuatannya sendiri? Kenapa kamu tidak minta tolong kepadanya?” Aku tidak mau menjawab pertanyaan itu karena aku tidak punya jawabannya.
Beberapa saat, orang yang kita bicarakan memasuki ruangan ini yaitu Frederra.
“Para yang mulia, Raja penyihir dan Raja Vampire. Selamat Malam.” Frederra memberikan hormat kepada kami.
“Tunggu dulu.” Lucas memberhentikan pergerakannya. Dia berjalan ke arah Frederra.
“Apa kau benar seorang penyihir?”
“Iya, yang mulia. Akan tetapi, saya sudah menyegel kekuatan saya sendiri.”
“Boleh aku menyentuh tanganmu hanya sebentar.” Frederra menatapku dengan rasa ketakutan. Aku hanya bisa membalasnya dengan anggukan kepalaku. Dia memberikan tangannya dan Lucas meraihnya. Warna bola mata Lucas dari biru menjadi abu-abu. Itu menandakan dia melihat masa lalu orang tersebut. Dia hanya membutuhkan waktu 10 menit saja.
“Ah, kamu benar adalah seorang penyihir dari selatan. Bagaimana kamu bisa menyegel kekuatanmu itu? dan apa kamu bisa menyegel kekuatan penyihir lain juga?”
“Saya mempelajari dari orang tua saya. Kami semua sebagai penyihir bagian selatan bisa menyegel kekuatan kami sendiri. Jika, kami sudah bisa mengendalikan kekuatan kami. Akan tetapi, kami tidak bisa menyegel kekuatan penyihir lain.”
“Cukup unik.”
“Apa kamu pernah kesana, Lucas?”
“Belum.”
“Apa kamu pernah kesana , Richard?”
“Belum juga.” Lalu, kami mendengar tertawa kecil dari Frederra.
“Mengapa kamu tertawa?!,” tanya Lucas dengan serius.
“Bukan, yang mulia. Saya hanya mengingat waktu masa kecil saya. Dulu saat kecil, saya sering ke kota ini untuk menemui anda semua. Saya pernah melihat Raja Richard yang masih bayi dan saya pernah diberikan permen oleh Raja Lucas. Saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda lagi.”
“Betapa malunya kita yang tidak pernah ke bagian selatan. Sedangkan mereka harus jauh-jauh kesini. Benar, Richard?”
“Iya. Berarti kamu pernah mengenal orang tuaku sebelum meninggal di tangan serigala?”
“Iya, Raja Richard. Saya sering kesini karena diajak oleh orang tua.” Aku dan Lucas tidak sengaja saling bertatapan.