
Hari minggupun telah usai, dengan rambut yang tergerai dan pakaian sekolah yang rapih Kyrapun telah bersiap berangkat ke sekolah.
Kyra melangkahkan kakinya berjalan menuju halte bis tempat biasa ia menunggu bis untuk berangkat ke sekolah.
Sesampainya Kyra di halte bis, iapun terduduk manis, sembari menunggu bis datang. Seperti biasa ia membukakan buku untuk ia baca agar Kyra tak merasakan jenuh selama ia menunggu bis di halte.
Beberapa menit kemudian pada saat Kyra sedang fokus membaca, tiba-tiba suara gahar motor yang terdengar nyaring melintas ke arah halte tempat Kyra menunggu bis, motor tersebut berhenti tepat di depan halte, lalu seseorang yang mengendarai motor tersebut turun dari motornya dan datang menghampiri Kyra.
"Hai Kyra!, mau berangkat bareng tidak," ujar pengendara motor tersebut.
Namun Kyra tak menjawab perkataan pengendara motor tersebut, karena pengendara tersebut mengenakan helm dan menutupi wajahnya.
Karena Kyra mengabaikan pengendara tersebut, akhirnya pengendara tersebut membukakan helmnya dan berkata "Kyra apa kamu tidak mengenalku" ujar pengendara tersebut. Kyrapun lalu menutup bukunya dan melihat ke arah pengendara tersebut. Setelah melihat dengan jelas, Kyra cukup terkejut, karena pengendara tersebut ialah Gio.
"Hah Gio aku pikir kamu siapa, Soalnya tidak biasanya kamu mengendarai motor," ucap Kyra sembari tersenyum.
Melihat Gio menyapa dan mengajaknya berangkat bersama. Perasaan Kyra cukup tenang karena sepertinya Gio sudah bisa memaafkan Kyra.
"Gio kamu beneran sudah tidak marah sama aku," tanya Kyra.
"Hm engga, kita berteman sudah lama dan aku berpikir bahwa jika aku terus marah sama kamu, nanti yang ada kita tidak bisa temenan lagi dong," ucap Gio sembari terseyum manis.
"Oh iya makasih Gio karena kamu sudah tidak marah lagi sama aku dan sampai kapanpun kamu bakal jadi temanku yang terbaik Gio," ucap Kyra dengan raut wajahnya yang bahagia.
"Nah ayo naik motor bareng aku," ucap Gio sembari menyalakan mesin motornya.
"Iya Gio."
Gio dan Kyrapun berangkat menaiki motor. Di tengah perjalanan Kyra memikirkan solusi untuk membicarakan pertemanannya dengan Davin.
Kyra begitu sangat gugup, ia takut jika Gio tak suka bila berteman dengan Davin. Hingga Kyra dan Gio telah sampai di sekolah, Kyra masih saja melamun dan memikirkan cara agar Gio bisa menerima pertemannanya dengan Davin.
"Kyra kita sudah sampai! apa kamu tidak akan turun," ujar Gio.
"Ah... iya," ucap Kyra sembari turun dari motor.
"Tunggu sebentar aku akan parkirkan dulu motornya" ucap Gio sembari pergi memarkirnkan motornya.
Setelah Gio memarkirkan motornya, Kyrapun langsung berbicara kepada Gio mengenai pertemanannya dengan Davin.
"Hm Gio a...aku memutuskan untuk berteman dengan Davin," ucap Kyra dengan terbata-bata.
Seketika suasanapun mulai hening, langkahpun mulai terhenti, Kyrapun semakin merasa gugup dengan keheningan itu. Perlahan Kyrapun kembali menjelaskan kepada Gio.
"Aku dan Davin hanya berteman bukan berati aku dan kamu memutuskan tali persahabatan, jika aku dan Davin berteman berati kamu dan Bellapun harus berteman." Ujar Kyra dengan perasaanya yang bimbang.
"Hm baiklah, kalau begitu akupun akan berteman dengannya," ucap Gio sembari tersenyum.
Kyrapun akhirnya merasa lega mendengar tanggapan Gio yang menerima pertemanannya dengan Davin. perasaannya begitu sangat senang karena ia tak menyangka jika permasalahannya dengan Gio bisa selesai dengan cepat.
Lalu Kyra dan Giopun masuk kedalam kelas masing-masing. Di dalam kelas Kyra menceritakan semuanya kepada Bella, wajahnya tampak berseri-seri lalu Bella yang mendengar dan memperhatikan Kyra, berpikir bahwa Kyra seperti sedang membukakan hatinya untuk Davin. Bellapun lalu terseyum sembari bergumam dalam hatinya.
"Apa dia senang berteman ataukah dia sedang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinnya," gumam Bella dalam hatinnya.
Kyra bercerita begitu panjang hingga akhirnya tak terasa bahwa lonceng telah berbunyi dan belajarpun telah dimulai.
***
Setelah jam pelajaran telah usai istirahatpun telah tiba, Kyra dan Bella segera membereskan buku dan memasukannya kedalam tas. Seperti biasa mereka pergi ke kantin dan beristirahat disana. Namun pada saat Kyra sedang beristirahat di kantin Kyra tak melihat Davin di sekitarnya.
"Tumben hari ini Davin tidak ada," gumam Kyra dalam hatinya.
"Woy, lagi mikirn siapa sih," ucap Bella mengagetkan Kyra
"A..aku tidak memikirkan siapapun," ucap Kyra dengan gagu.
Tak lama Kyra memikirkan Davin, lalu Davinpun datang menghampiri.
"Hm boleh ikut gabung," ujar Davin.
"Iya bolehlah, kan kita sudah berteman," ucap Bella.
Davinpun lalu duduk dan bergabung bersama Kyra dan teman-temannya. Mereka berbicang dan bercanda bersama, lalu pada saat mereka sedang asik berbicang tiba-tiba Nicko datang mengahampiri Davin.
"Apaan sih, belum juga bilang boleh sudah main duduk saja," ucap Davin sembari mendorong Nicko.
"Davin kamu sombong banget sih," Ucap Nicko dengan kesal.
Lalu semuanya tertawa melihat eksperesi wajah Nicko yang terlihat kesal ketika didorong oleh Davin
"Iya kamu boleh gabung disini," ucap Kyra sembari terseyum.
"Tuh kata Kyra aku boleh gabung," ujar Nicko.
"Iya...iya silahkan," ucap Davin.
Lalu pada saat Kyra dan yang lainnya sedang berbincang, Agatha datang ke kantin dan melihat Davin sedang duduk dan berbincang disebelah Kyra. Agatha nampak terlihat sangat kesal dan tak suka melihat Davin yang terlihat akrab bersama Kyra. Sembari berjalan melewati Kyra, Agatha sengaja menumpahkan minuman di rok Kyra.
"Ups maaf! Sepertinya aku tak sengaja," ujar Agatha.
Rok Kyra menjadi basah karena tumpahan minuman tersebut. Lalu Davin yang melihatnya begitu sangat marah kepada Agatha karena melihat rok Kyra yang menjadi basah.
"Apa-apaan sih ini! Kamu sengaja menumpahkan minumannya," ujar Davin sembari mengerutkan halisnya.
"Vin aku kan sudah minta maaf, lagian memang benar aku tidak sengaja," ucap Agatha dengan raut wajahnya yang cemberut.
"Iya Vin, mungkin Agatha memang benar kamu tidak perlu memarahinya," sela Kyra.
"Tapi itu roknya basah," ucap Davin dengan cemas.
"Tidak apa-apa, nanti juga kering," ucap Kyra sembari mengelap-ngelap roknya dengan tangan.
Melihat Kyra yang tertumpahi air oleh Agatha membuat Gio cukup cemas.
"Kyra kamu benar tidak apa-apa, rok kamu basah loh," ucap Gio dengan khawatir.
"Iya aku tidak apa-apa.
Dengan raut wajah yang nampak kesal Agathapun lalu melangkah pergi. Dan tak terasa istirahatpun telah selesai, Lalu merekapun masuk ke kelas masing-masing.
Pada saat Kyra telah berada di dalam kelas, Kyra melihat roknya yang basah menjadi kotor, Kyrapun lalu pergi ke toilet untuk membersihkan roknya. Namun Ketika Kyra telah sampai di toilet, Kyra melihat Agatha sedang mencuci tanganya diwastafel.
Melihat Kyra datang ke toilet, raut wajah Agatha nampak kesal lalu pada saat Kyra sedang membersihkan roknya tiba-tiba Agatha menjambak rambut Kyra.
"Aw sakit! Apa-apaan sih Agatha, ucap Kyra dengan kesakitan.
"Kamu tuh sudah bikin aku dimarahi Davin, ucap Agatha sembari menjambak.
"Terus kenapa kamu jambak aku? cepat lepasin," ucap Kyra.
"Kamu harus minta maaf dulu padaku dan lalu jauhi Davin."
"Iya aku minta maaf tapi aku tidak akan menjauhi Davin," ucap Kyra dengan merintih kesakitan.
Jambakan Agatha semakin kencang karena mendengar perkataan Kyra yang tak ingin menjauhi Davin. Lalu tiba-tiba Bella datang ke toilet dan melihat Kyra sedang dijambak oleh Agatha, Bellapun lalu menjambak balik Agatha.
"Aw sakit."
"Lepasin Kyra! Kalau kamu tidak melepaskan Kyra aku bakal jambak rambut kamu semakin kencang. Ujar Bella.
"Iya... iya aku lepasin," ucap Agatha sembari melepas jambakannya.
Bellapun lalu melepaskan jambakannya dan setelah melepaskan jambakannya, lalu Bella mendorong Agatha sangat kencang hingga Agatha terjatuh.
setelah itu Bella menarik tangan Kyra dan membawanya keluar dari toilet.
"Kamu tidak apa-apa Kyra," tanya Bella.
"Iya aku tidak apa-apa."
"Dia benar-benar gila, harusnya tadi aku menyiramnya," ucap Bella dengan kesal.
"Ah sudahlah, ayo kita ke kelas," ucap Kyra sembari melangkah pergi ke kelas.