
Pertemuan sewaktu istirahat terus saja mengusik pikiran Kyra, yang tak henti memikirkan Davin. Hingga jam pelajar terakhir tiba, perasaan Kyra masih saja merasakan gelisah yang tak henti. Perasaan yang tak di mengertinya, itulah yang membuat pikiran dan hatinya yang tak karuan.
Pada saat Kyra berjalan menuju gerbang keluar, tiba-tiba dari arah samping Davin menyodorkan es krim vanila kehadapan Kyra. "Nih ambil es krimnya." Melihat Davin yang tiba-tiba datang, sontak membuat Kyra terkejut. Karena perasaan Kyra yang tak karuan, membuat sikapnya menjadi gugup.
"I... iya, terima kasih," ucap Kyra dengan gagu.
"Kenapa jadi canggung gitu sih," tanya Davin sembari tersenyum.
"Hm.. eng...ga," jawab Kyra kembali gagu.
Lalu Bella yang melihat Kyra dan Davin berbincang, tiba-tiba ia menyela pembicaraan mereka.
"Kamu tidak usah dekati Kyra, karena sejak tadi siang Kyra jadi aneh itu pasti karena kamu," ucap Bella dengan sinis.
"Memangnya Kyra kenapa? tadi siang aku tak berbuat yang aneh-aneh deh," ucap Davin dengan heran.
mendengar pembicaraan Bella, Kyrapun cukup terkejut. Raut wajahnya terlihat malu, dengan lantang Kyrapun menentang apa yang Bella bicarakan terhadap Davin.
"Bella, aku dari tadi biasa saja... mungkin tadi itu aku sedang gelisah memikirkan soal fisika yang tidak ku mengerti," ucap Kyra.
"Ah benarkah, kalau begitu ayo kita pulang duluan dan jangan ajak si Davin," ucap Bella sembari menarik lengan Kyra dan pergi menjauhi Davin.
Lalu dengan terburu-buru Davin menyusul Kyra, namun Bella dengan sinis terus saja menjauhkan Kyra dengan Davin. Pada saat menunggu bis, Davin dan Kyra berdiri bersebelahan. Namun Bella merasa risih karena Davin terus saja mengikuti Kyra. Lalu Bellapun mencoba menjauhkan Kyra dan Davin dengan cara berdiri di tengah-tengah mereka.
"Awas minggir," ucap Bella sembari mendorong Davin.
"Aduh, apaan sih lu dari tadi nyebelin banget," ucap Davin dengan kesal.
"Pokonya stop ada di dekat Kyra," ucap Bella.
"Haduh, sepertinya setiap ada pengawalnya aku tak bisa leluasa ada di dekat Kyra," sindir Davin sembari menghela Nafas.
Kyra hanya bisa terseyum melihat Davin yang terlihat kesal, ketika Bella terus saja menjauhkannya dari Kyra.
Tak lama kemudian bispun telah datang, dan merekapun bergegas menaiki bis tersebut. Namun ketika Bella akan duduk di kursi sebelah Kyra, tiba-tiba Davin menarik Bella dan mendahuluinya duduk di sebelah Kyra.
"Davin, kamu awas aku yang harus duduk di sebelah Kyra," ucap Bella dengan kesal.
"Oh tidak bisa, siapa cepat duduk dia yang dapat," ucap Davin sembari menyeringai.
"Kalau kamu tidak menarikku, aku sudah duluan duduk disana," ucap Bella bernada marah.
Melihat Davin dan Bella bertengkar karena berebut tempat duduk, Kyrapun lalu melerai pertengkaran Davin dan Bella.
"Davin, Bella, kalian dari tadi bertengkar terus seperti anak kecil... kalian ga malu di dalam bis tuh banyak orang," ucap Kyra dengan kesal.
"Ta...tapi Kyra," ucap Bella dan Davin serentak.
"Sudah Bella kamu duduk saja di sebelah sana, lalu Davin karena duduk di sebelahku, jangan bicara sepatah kata apapun yang keluar dari mulut kamu, karena itu akan menggangguku," ucap Kyra dengan sinis.
Dan merekapun menuruti perkataan Kyra, lalu Davin tersenyum meledek kepada Bella karena ia merasa menang dari Bella, yang bisa duduk berdampingan dengan Kyra. Lalu Kyra melihat Davin tersenyum meledek kepada Bella, iapun lalu memarahi Davin.
"Kamu jangan meledek temanku, karena bisa duduk di sebelahku," ucap Kyra dengan sinis.
"Engga Kyra, aku hanya bahagia bisa duduk di sebelah kamu," ucap Davin sembari terseyum ke arah Kyra.
Karena Davin menjawab pembicaraan Kyra, spontan Kyrapun menutup bibir Davin dengan jari telunjuknya.
"Sttttt... sudah jangan bicara lagi, aku tak ingin mendengar suara kamu," ucap Kyra sembari menutup bibir Davin dengan jari telunjuknya.
Lalu waktupun seakan terhenti, Kyra dan Davin saling menatap dengan jari telunjuk Kyra yang bersentuhan dengan bibir Davin, dan jantung merekapun berdegup cukup cepat. Dengan raut wajah yang memalu, Kyrapun menyingkirkan jari telunjuknya dari bibir Davin. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah jendela bis.
Suasanapun semakin canggung namun hati Kyra dan perasaannya semakin gugup, begitupun dengan perasaan Davin.
"Haduh, kenapa jadi canggung gini sih," gumam Davin dalam hati sembari menghela nafasnya.
"Hm... aku mau nganter kamu dulu," jawab Davin sembari terseyum.
"Davin aku ga perlu di anterin, lagian aku bukan anak kecil," ucap Kyra.
Bispun kembali melaju, namun Kyra mencoba menghentikan bis tersebut dengan menyuruh supirnya untuk menghentikan lajuannya.
"Pak tunggu berhenti! satu orang lagi ada yang belum turun," seru Kyra kepada supir bis tersebut.
Bispun akhirnya berhenti, namun Davin enggan turun dari bis tersebut.
"Tidak ada yang turun lagi pak, silahkan lanjutkan jalanya," seru Davin kepada supir bis tersebut.
"Eh ini gimana sih, malah bercandain saya," ujar sopir bis tersebut.
Lalu Kyra yang tak ingin Davin mengantarnya, iapun berbicara kembali kepada supir bis tersebut agar bisnya kembali berhenti, "Pak dia boho...." namun ucapannya terhenti karena mulutnya di bungkam Davin dengan tangannya.
"Ayo pak cepat jalan lagi," seru Davin.
Bispun kembali melaju dan Davin melepaskan tangannya dari mulut Kyra. Namun Kyra tampak kesal karena Davin membungkam mulutnya.
"Vin kamu menyebalkan ya, kan sudah aku bilang aku tak mau di antar," ucap Kyra dengan kesal.
"Sttt... hari ini aku cuma mau ngantar kamu dan lihat kamu sampai rumah dengan selamat," ucap Davin sembari menutup bibir Kyra dengan jari telunjuknya.
"Tapi cuma hari ini saja ya aku di antar sama kamu," ucap Kyra sembari menyingkirkan tangan Davin.
"Iya Kyra bawel," ucap Davin sembari terseyum.
Lalu Bella melihat Kyra yang tampak kesal terhadap Davin mencoba memarahinya.
"Vin kamu kenapa maksa banget sih, sudah tahu Kyra tak ingin di antar sama kamu," ucap Bella dengan sinis.
"Tapi barusan Kyra bilang tidak apa-apa kalau hari ini aku mengantarnya," ucap Davin.
"Iya itu kan karena kamu yang maksa," ucap Bella dengan kesal.
Dan tak lama kemudian, akhirnya bispun telah berhenti di tempat pemberhentian selanjutnya. Kyra dan Davinpun turun dari bis tersebut.
"Bel aku duluan ya," pamit Kyra kepada Bella.
"Iya hati\-hati sama cowok buaya ya," ucap Bella dengan sinis.
"Haha iya," ucap Kyra sembari tertawa.
Davin dan Kyrapun berjalan menuju jalan arah rumah Kyra. Namun sesampainya Kyra dan Davin di gerbang rumah, tiba\-tiba mereka berpapasan dengan ayah Kyra yang baru saja pulang kerja.
"Sore om," sapa Davin kepada ayah Kyra.
"Iya sore, kenapa kamu masih pakai seragam... kalau sudah selesai sekolah seharusnya kamu pulang dulu ke rumah berganti pakaian, ini malah main." omel ayah Kyra dengan sinis.
"Hm... saya cuma nganter Kyra pulang om," ucap Davin dengan gugup.
"Oh ya sudah, karena Kyra telah sampai rumah, kamu boleh pulang sekarang agar orang tuamu tidak mencemaskanmu," ucap ayah Kyra.
"Oh iya om, kalau gitu saya pamit pulang dulu," ucap Davin sembari mencium tangan ayah Kyra.
Melihat Davin yang di omeli, Kyra hanya bisa terseyum melihatnya. Raut wajah Davin tampak gugup setelah ia berbicara dengan ayah Kyra.
"Apa segugup ini ya, kalau berbicara sama ayah mertua," gumam Davin dalam hati sembari melangkah pergi.