
Kyra bersiap untuk berangkat ke sekolah. ketika membuka pintu rumah, ayah Kyra sedang mengobrol dengan Gio dan Davin di depan pintu gerbang rumahnya.
Dari perbincangan tersebut terdengar bahwa ayahnya sedang melarang Davin dan Gio untuk datang lagi menjemput Kyra.
"Mulai sekarang dan seterusnya Kyra akan di antar oleh saya atau Ryan, jadi kalian tak perlu lagi datang menjemput Kyra," tungkasnya.
Kyra merasa senang melihat ayahnya sedang meneggur Davin dan Gio. Namun di sisi lain Kyra merasa tak enak kepada Davin dan Gio atas teguran ayahnya.
Terlebih lagi Kyra merasa tak nyaman jika Ryan atau ayahnya harus setiap hari mengantarnya ke sekolah dan merasa seperti bukan anak mandiri.
Kyra menghampiri ayahnya dan mereka berdua.
"Sepertinya Kyra tidak harus setiap hari di antar oleh ayah atau kak Ryan. Lalu untuk kalian berdua tak seharusnya setiap hari datang mengantar ke sekolah atau mengantarku pulang ke rumah... karena aku lebih nyaman jika naik bis," ujar Kyra.
"Ayah sih setuju, tetapi jika mereka terus ribut memperebut siapa yang mengatar Kyra, lebih baik kamu tiap hari di antar oleh ayah," ucap ayah Kyra.
Setelah Davin dan Gio di tegur oleh Erick ayah Kyra, merekapun pergi pamit ke sekolah tanpa Kyra.
"Iya om maaf sudah mengganggu waktunya, kalo gitu saya pamit ke sekolah duluan," pamit Davin.
Lalu Giopun ikut pamit pergi kesekolah, "Saya juga pamit om."
"Iya hati-hati di jalannya," ucap Ayah Kyra.
Tak berselang lama Davin dan Gio pergi, Kyrapun pergi ke sekolah di antar oleh ayahnya. Dalam perjalanan Kyra mulai berbicara kembali tentang dirinya yang tak ingin di antar oleh ayahnya, "Yah besok Kyra tak perlu di antar lagi ya."
"Sebelum ayah pergi ke tempat kerja, ayah bakal antar Kyra dulu ke sekolah," jawab ayah Kyra.
"Tapi kan yah Kyra udah gede ga perlu lagi di antar sama ayah, Kyra mau jadi anak mandiri."
"Kamu anak perempuan ayah yang harus di lindungi, banyak cowo yang genit sama kamu ayah ga suka, pokonya mulai sekarang dan seterusnya Kyra di antar oleh ayah," tegas Ayahnya Kyra.
Perkataan Erick Gultom membuat Kyra terdiam tak berkutip. Kyra tahu sikap ayahnya yang over protektif, tak mungkin bisa menghentikan keinginanya untuk melindungi anaknya, terlebih lagi kepada anak perempuan satu-satunya.
Kyra dan ayahnyapun telah sampai di depan pintu gerbang sekolah. Kyrapun turun dari motor lalu pamit kepada ayahnya. Namun ketika Kyra hendak masuk gerbang sekolah, ayahnya tiba-tiba menghentikan langkah Kyra.
"Tunggu, ayah antar kamu sampai kelas," ucap ayah Kyra sembari menarik lengan Kyra.
"Ih ayah... kalau ayah antar Kyra sampai kelas, Kyra bisa malu dan di ejek sama teman-teman."
"Ayah takut nanti Gio dan Davin nyosor-nyosor kamu lagi," ucap Ayahnya sembari celingak-celinguk memperhatikan sekitar sekolah.
"Yah Gio kan sahabat Kyra dari kecil mana mungkin Gio punya maksud lain," ucap Kyra kesal.
"Dia kan sekarang udah gede pasti pikirannya ke arah situ."
"Pikiran ayah ngaco, udah ah Kyra ke kelas sekarang dan jangan antar Kyra masuk kelas... kalau ayah antar Kyra masuk kelas, Kyra mending pulang lagi ke rumah," ucap Kyra kesal.
"Iya... iya, Pak satpam saya titip anak saya jangan sampe ada anak cowok yang dekati," teriak ayahnya kepada satpam sekolah.
"Siap pak," jawab satpam yang jaga.
Siswa yang lewat diam-diam menertawai sikap ayah Kyra dan membuat Kyra sangat malu ketika hendak melewati gerbang.
Kyrapun berjalan menuju kelasnya, dan ketika akan memasuki kelas tiba-tiba dering pesan dari ponselnya terdengar. Kyrapun lalu membuka isi pesan dari ponselnya, yang berisi pesan dari nomor Davin, "Aku menaruh sesuatu di bangkumu,"
"Hah naruh apaan sih," gumam Kyra.
Kyra masuk ke kelas dan segera menuju ke tempat duduknya. Dan benar saja ada sesuatu yang di simpan di bangkunya, sesuatu yang di simpam Davin di bangkunya adalah setangkai bunga mawar merah dan sepucuk surat yang di bungkus amplop berwarna merah muda. Kyrapun lalu membuka isi surat tersebut lalu membacanya dalam hati.
"Dear si cewe cantik namun jutek yang sudah mau berteman denganku yang sebentar lagi ganti status. Hari ini setangkai bunga mawar ku berikan padamu kuharap kamu menyukainya, kali ini bunga yang kuberikan bukan hasil memetik di taman sekolah tetapi membeli khusus dari toko bunga untukmu. Bunganya wangi jangan di cium terlalu dekat karena ciumannya bisa sampai ke pipiku nanti aku ga bakal fokus belajar.
Kyra terseyum membaca isi pesan dari surat yang di berikan Davin. Wanita polos itu merasakan bahagia ketika melihat isi surat dari pria yang mengejar-ngejarnya itu. Perasaan bahagia ketika jatuh cinta terpancar dari wajahnya. Dan rasa kesal yang terjadi hari ini mungkin seakan terhapus setelah membaca isi surat tersebut.
Kyra terseyum sembari mencium wangi dari bunga tersebut, lalu tiba-tiba Bella mengejutkan Kyra,
"Woy... sedang apa senyum-senyum sendiri."
"Ya ampun kaget banget, kenapa tiba-tiba muncul terus ngagetin," ucap Kyra kaget.
"Siapa suruh senyum-senyum sambil nyium bunga... terus itu bunga sama surat yang kamu pegang dari siapa hayoh," tanya Bella mencurigai Kyra.
"Ah bukan dari siapa-siapa... hm ini aku nemu di jalan tadi," ucap Kyra gugup sembari menyembuyikan surat dan bunga tersebut di belakang punggungnya.
"Ah sini aku mau lihat," ucap Bella sembari berusaha merebut surat yang di genggam Kyra.
Tak mau Bella mengetahuinya, Kyrapun berusaha menghindar dari Bella yang penasaran dan mencoba merebut kertas tersebut. Karena jika Bella membaca isi surat tersebut, Kyra akan merasa malu dan di tambah lagi dia ketahuan tersenyum ketika mencium bunga yang di berikan oleh Davin. Walau isi surat tersebut tak tertera nama Davin, namun kemungkinan Bella akan terus penasaran dan mencoba mencari tahu karena Kyra takut akan hal itu.
"Teng...teng...teng...
Loncengpun berbunyi, Bella lalu menyerah dan duduk tempat duduknya.
"Ok hari ini kamu lolos, tapi nanti kalau kamu udah siap cerita kamu langsung kasih tahu aku siapa yang beri bunga sama surat sampe kamu tersenyum bahagia," tegas Bella.
"Ok boss hehe..."
Kyra lalu duduk di bangkunya, dan sebelum guru datang ke kelas, Kyra tak lupa mengucap terima kasih dengan mengirimkan pesan kepada Davin melalui ponselnya.
"Terima kasih bunganya aku suka sama bunganya."
Dretttt....
Ponsel Davin bergetar, Davinpun lalu menyalakan ponselnya dan segera membuka isi pesan yang berisikan ucapan terima kasih dari Kyra. Davin kegirangan ketika membaca pesan dari Kyra yang menyukai bunga mawar yang ia berikan.
"Ye... Dia akhirnya suka sama bunganya," teriak Davin kegirangan.
"Apa sih lu berisik banget," ucap Andy mengerutkan alisnya.
"Lihat nih Kyra suka sama bunga yang gue berikan," ucap Davin sembari memperlihat isi pesan Kyra ke arah wajah Andy.
"Lah dia suka sama bungannya bukan sama lu," celetuk Nicko.
"Huh, lu sirik kan sama gue," ucap Davin mengejek.