My Original Love

My Original Love
Bab 16 Jadi Rebutan



Matahari mulai menaiki tingginya cakrawala, di hari ini Kyra kembali gelisah karena ia kembali telat terbangun dari tidurnya yang lelap.


Selesai mandi dan berpakaian lengkap, Kyra terburu-buru meminum segelas susu yang tersedia di meja makan tanpa ikut sarapan bersama dengan keluarganya.


"Kyra pamit pergi sekolah sekarang," ucap Kyra sembari menyimpan gelas di meja lalu pergi.


"Kenapa tidak habiskan dulu rotinya," ucap ibu Kyra sembari mengoleskan selai ke roti.


"Tidak bu, Kyra buru-buru takut telat," teriak Kyra dengan terburu-buru.


Kyra berlari dengan terburu-buru agar ia cepat sampai ke halte bis. Namun di tengah perjalan sebelum sampai di halte bis, tiba-tiba 2 motor terhenti di samping Kyra sembari memanggil namanya dengan serentak. "Kyra tunggu," sahut kedua pengendara tersebut.


Kyrapun terhenti lalu menoleh setelah kedua pengendara motor tersebut memanggilnya. Ketika Kyra menoleh, tak di sangka ternyata kedua pengendara motor yang memanggilnya itu ialah Davin dan Gio.


"Kyra ayo cepat naik motor denganku, biar cepat sampai ke sekolah," ajak Gio."


"Kyra mending naik motor bareng aku, soalnya yang cepat sampai ketemu kamu itu aku dan kalau naik motor bareng aku kita pasti cepat sampainya," bujuk Davin sembari terseyum manis.


"Apaan sih, yang ngajak duluan kan aku dan Kyra pasti mau ikut naik motorku, karena aku kan teman yang paling dekat dan sekaligus sahabatnya sejak dulu," ucap Gio dengan sinis.


"Woy! yang cepat sampai kesini kan gue, dan elu main serobot aja ngajak Kyra," ucap Davin dengan kesal.


Davin dan Gio terus saja saling beradu mulut berebut Kyra untuk menumpangi motornya. Keduanya terus saja cekcok saling beradu mulut yang membuat Kyra merasa khawatir, hingga akhirnya Kyrapun melerai Davin dan Gio.


"Stop!" teriak Kyra melerai cekcok adu mulut antara Gio dan Davin.


Mendengar Kyra berteriak keduanya merasa kaget dan akhirnya adu mulut yang di lakukan Gio dan Davin terhenti.


Namun ketika adu mulut mereka terhenti, tiba-tiba Davin turun dari motornya lalu membujuk Kyra untuk menumpangi motornya, "Kyra ayo cepat naik motor aku, sebelum terlambat sampai ke sekolah," bujuk Davin sembari menarik lengan Kyra.


Melihat Davin membujuk Kyra, Giopun melakukan hal yang sama dengan Davin. kedua lengan Kyra masing-masing di pegang oleh Davin dan Gio yang saling berebut Kyra agar menaiki motornya.


Gio dan Davin terus saja saling berebut menarik lengan Kyra, hingga membuat Kyra semakin kesal karena sikap keduanya yang tak ingin mengalah.


"Lepaskan tanganku , aku tak ingin naik motor kalian ," ucap Kyra dengan kesal sembari melepaskan kedua lengannya dari genggaman Gio dan Davin.


"Tapi Kyra gimana kalau kamu terlambat ke sekolah," ucap Davin.


"Aku akan semakin terlambat jika aku menunggu kalian berhenti untuk bertengkar," ucap Kyra dengan tegas.


Lalu tiba-tiba kakak Kyra yang bernama Ryan datang mengahampiri dengan motornya.


"Berangkat terburu-buru tapi masih di sini dan belum berangkat sekolah, ayo cepat naik motor bareng kak Ryan sebelum telat" ajak Ryan kepada Kyra.


"Iya kak," ucap Kyra lalu menaiki motor kakaknya.


Setelah Kyra menaiki motor, Ryanpun segera menyalakan mesin motornya lalu bergegas mengantarkan Kyra ke sekolah.


"Hah, sia-sia aku kembali dari sekolah hanya untuk menjemput Kyra yang belum sampai ke sekolah," ucap batin Gio.


"Kalau saja sang pengacau tidak datang mungkin aku dari tadi sudah mengantar Kyra," sindir Davin sembari menyalakan motornya lalu segera pergi berangkat ke sekolah.


"Woy, kamu tuh yang pengacau," teriak Gio karena merasa tesindir atas ucapan Davin.


Davin dan Gio mempercepat lajuannya agar tak tertinggal dari Kyra dan Ryan. Hingga mereka tampak terlihat dari kaca spion motor Ryan.


"Dek, tadi mereka ribut lagi ngerebutin kamu ya, kakak curiga tak cuma teman baru kamu saja yang suka sama kamu tapi Gio juga sepertinya suka sama kamu," ucap Ryan sembari melihat ke arah kaca spion.


"Lah Gio mana mungkin suka sama Kyra, dia dan Kyra sudah bersahabat dari kecil dan ga mungkin ada rasa suka, dari awal Gio memang ga suka sama Davin makannya dia ga suka kalau Kyra dekat dengan Davin," ucap Kyra.


"Haha... hubungan antara cewek sama cowok ga ada yang namanya sahabat kekal, pasti di antara salah satunya ada perasaan lebih, apalagi kamu dan Gio sudah berteman dari TK dan ga mungkin kalau di antara kalian tidak ada perasaan," ucap Ryan sembari menertawakan ucapan Kyra.


Mendengar ucapan Ryan, Kyrapun termenung memikirkan Gio. Kyra takut bila ucapan Ryan benar bahea Gio memang memiliki perasaan terhadapnya.


"Apa yang di ucapkan kak Ryan benar... aku takut jika Gio memiliki perasaan terhadapku, karena itu akan membuat hubungan pertemanan kami akan rusak," gumam batin Kyra dengan cemas.


Sepanjang perjalan Kyra terus saja melamun memikirkan apa yang di ucapkan Ryan padanya, hingga ia tak sadar bahwa ia telah sampai di depan gerbang sekolah.


"Dek sudah sampai," sahut Ryan.


Namun Kyra masih saja tidak turun dari motor, karena ia masih saja melamun memikir ucapan Ryan.


"Woy, malah ngelamun lihat tuh gerbangnya sudah di tutup dan di jaga sama guru piket," ucap Ryan menyadarkan lamunan Kyra.


"Hah iya," ucap Kyra dengan kaget lalu turun dari motor Ryan.


Pada saat Kyra turun dari motor dan menghampiri gerbang, tiba-tiba Kyra di marahi oleh guru piket tersebut karena telat. Namun tak hanya Kyra saja yang di marahi karena telat, akan tetapi Gio, Davin dan beberapa murid lainnya yang telat juga terkena omelan dari guru piket.


"Ini semua gara-gara lu, coba saja kalau tadi gue cepat-cepat nganterin Kyra mungkin gue dan Kyra tak akan telat masuk sekolah," ucap Davin kepada Gio.


"Hah, kenapa kamu salahkan aku! jika memang gak ingin Kyra telat harusnya tadi kamu mengalah dong," ucap Gio dengan raut wajahnya yang tampak kesal.


Davin dan Gio terus saja beradu mulut saling menyalahkan satu sama lain, hingga keduanya terkena omelan dari guru piket.


"Hey... sudah telat datang-datang malah bertengkar, harusnya kalian tuh sadar diri bukanya malah pada adu mulut," ucap guru piket dengan tegas.


"Hehe... iya pak maaf," ucap Davin yang merasa bersalah dan malu.


"Sekarang semuanya cepat masuk dan kumpul di lapangan olahraga lalu berbaris," ujar guru piket tersebut.


Semuanya yang telat termasuk Kyra, Davin, dan Gio menerima hukuman dari guru piket tersebut.