My Original Love

My Original Love
Bab 50 Sebuah Pelukan



Sepulang sekolah Kyra meminta Bella untuk menemaninya ke toko buah. Kyra berniat datang ke rumah Davin untuk menjenguknya. Namun ketika Bella mengantar sahabatnya itu, Bella merasa tak enak hati ketika niatnya untuk menjauhkan sahabatnya dari Davin, malah ia harus menemaninya untuk menemui saingan dari Gio tersebut.


"Hanya hari ini saja aku membiarkan Kyra menemuinya.... tidak masalah karena menjenguk orang sakit itu suatu kebaikan," gumam Bella dalam benaknya.


"Kamu ga apa-apa kan Bel," ucap Kyra heran karena melihat gelagat sahabatnya yang seakan merasa tak nyaman.


"Oh iya aku tidak apa-apa," ucap Bella merasa gugup.


"Kalau kamu merasa tidak enak, kamu pulang duluan saja."


"Tidak, aku bakal nemenin kamu... sana mending kamu lanjutkan lagi memilah buahnya," ucap Bella tegas, karena Bella tak akan membiarkan sahabatnya itu lebih dekat lagi dengan Davin dan tidak akan membiarkan sahabatnya bisa berduaan dengan Davin di rumahnya. Ya walaupun Davin tak tinggal sendiri. Namun jika Kyra datang ke rumahnya, itu akan menguntungkan Davin untuk bisa berduaan dengan Kyra. Secara Davin hanya tingga berdua, itu pun dengan ARTnya. Oleh sebab itu, Bella tak akan membuat Davin semakin lengket dengan sahabatnya tersebut.


Lalu setelah Kyra usai membeli sebuah parsel buah, Kyra dan Bella pun segera pergi ke arah jalan raya untuk menunggu kedatangan kendaraan umum yang akan mereka naiki. Namun ketika mereka menunggu, tiba-tiba saja sebuah klakson mobil berbunyi dan berhenti tepat di depan mereka. Lalu ketika kaca mobil tersebut terbuka, ternyata orang yang berada di mobil tersebut ialah Githa.


"Kalian mau kemana?" tanya Githa ketika kaca mobil tersebut ia buka.


"Kita mau ke rumah Davin kak," ucap Kyra.


"Oh kalau gitu naik saja, aku juga mau kesana."


Namun Kyra ragu untuk menerima ajakan Githa, karena perempuan yang mengajaknya itu ialah orang yang sudah membuatnya cemburu kemarin. Kyra tak ingin kekesalannya kembali terjadi dan mengingatkannya bahwa Githa adalah orang yang pernah menjalin kasih dengan pujaan hatinya tersebut.


"Lah ko diam ayo naik," ucap Githa membukakan pintu mobilnya.


"Kyra ayo naik," ucap Bella menarik lengan Kyra dan masuk ke dalam mobil Githa. Kyra pun terpaksa menaiki mobil yang di bawa Githa itu, karena Bella menarik lengannya.


Bella merasa heran dengan sikap Kyra yang seakan tak nyaman ketika berbicara dengan Githa.


"Ada apa dengannya," gumam Bella dalam benaknya sembari menatap wajah sahabatnya itu.


"Oh iya, kita belum sempat kenalan kan, nama kamu siapa?" tanya Githa kepada Bella.


"Oh aku Bella."


"Salam kenal Bella, namaku Githa," ucap Githa sembari tersenyum menatap Bella dari arah kaca spion tengah di mobilnya.


Ketika Bella dan Githa sedang asyik berbincang, hanya Kyralah yang terdiam sembari menatap jalanan dari arah kaca mobil. Karena ia marasakan tak nyaman ketika bersama Githa, oleh sebab itu Kyra hanya terdiam tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Ia berharap segera sampai dan segera menemui pujaan hatinya yang sedang ia rindukan saat ini.


Tak berselang lama, merekapun telah sampai di kediaman Davin. Namun ketika mereka akan memasuki pintu rumahnya, tiba-tiba dari arah ruang tengah terdengar suara Davin yang berteriak seakan sedang bertengkar.


"Kenapa papah bawa wanita ****** ini datang kesini."


"Anak sialan, tak tahu sopan santun," ucap suara asing yang terdengar dari ruang tengah rumah Davin.


"Om jangan pukul Davin," ucap Githa menghalangi tubuh Davin dengan pelukan.


Lalu kepalan dari tangan pria paruh baya itu pun terbuka dan pria tersebut pun terdiam tak berucap sembari menatap Davin yang sedang di peluk oleh Githa. Githa pun lalu segera menarik Davin ke arah luar rumahnya. Namun Kyra masih terdiam berdiri sembari memegang parsel buah di tanganya dengan mata yang seakan menahan bulir air yang akan keluar dari kedua bola matanya itu. Lalu seorang wanita dengan wajah sendu seakan sehabis menangis datang menghampiri Kyra dan Bella yang sedang berdiri di ruang tengah rumah Davin.


"Kamu pasti teman Davin kan, kalau gitu duduk dulu yu," ucapnya tersenyum seakan menutupi kesedihannya. Lalu menunjukan Kyra dan Bella ke arah ruang tamu.


"Tunggu dulu ya, nanti saya suruh bu rere buatin kalian minum," ucapnya tersenyum lalu melangkah pergi.


Kyra dan Bella pun menunggu Davin di ruang tamu tersebut, namun telah lama Davin pergi ia tak kunjung juga kembali. Lalu ketika Rere yang seorang ART di rumah Davin lewat, Kyra pun langsung berdiri dan pamit untuk segera pulang.


"Bu saya pamit pulang sekarang ya, saya juga titip buah buat Davin... oh iya bisa panggil ibu yang tadi ga, saya mau pamit dulu sama dia," ucap Kyra dengan raut wajah yang seakan sedang bersedih.


"Iya baik, saya panggil dulu ya," ucap bu Rere mengambil parsel buah yang di berikan Kyra lalu segera melangkah pergi.


Tak lama kemudian, wanita tersebut pun menghampiri bersama dengan pria paruh baya yang tadi bertengkar dengan Davin.


"Ko pulang sekarang sih, kan Davinnya belum balik," ucap wanita tersebut.


"Maaf saya ga bisa lama, soalnya saya belum bilang sama ibu saya kalau saya datang kesini, takutnya dia khawatir," ucap Kyra tersenyum.


"Oh iya kalau gitu, tapi saya belum tahu nama kamu siapa?" tanya perempuan tersebut.


"Saya Kyra dan ini teman saya Bella."


"Oh namanya pada cantik seperti orangnya, kenalin saya ibu sambungnya Davin, nama saya Maudy dan ini suami saya Rangga," ucapnya tersenyum lalu kedua orang tersebut berjabat tangan dengan Kyra dan Bella.


Setelah Kyra dan Bella berkenalan dengan kedua orang tua Davin, mereka pun pamit untuk pergi. Lalu ketika Kyra pergi dari rumah Davin, raut wajahnya tampak muram dan perasaannya semakin bersedih saja. Ketika terlintas sosok Davin dan Githa di pikiran Kyra, ia terus membayangkan apa yang di lakukan Davin dan Githa ketika mereka bersama. Rasa cemburu, cemas, dan gelisah bersatu menjadi satu, rasanya ia ingin segera mengeluarkan air matanya. Namun sedari tadi ia tahan karena tak ingin sahabatnya merasa khawatir akan perasaannya saat ini.


"Kyra kamu ga apa-apa kan, kenapa dari tadi diam saja?" tanya Bella heran karena gelagat Kyra yang seakan sedang bersedih.


"Iya ga apa-apa."


Lalu ketika Kyra dan Bella sedang menunggu kendaraan umum di pinggir jalan. Tiba-tiba saja mobil Githa datang menghampiri dan berhenti tepat di depan Kyra menunggu kendaraan umum tersebut. Lalu pintu mobil tersebut terbuka, dan seketika Davin turun dari mobil tersebut lalu memeluk erat Kyra.


"Kenapa pergi terburu-buru sih," ucap Davin sembari memeluk erat pujaan hatinya itu.


Betapa terkejutnya Kyra, ketika Davin yang tiba-tiba saja datang lalu memeluknya. Pria yang memeluknya itu datang menghampiri Kyra tanpa menggunakan alas kaki seperti sandal maupun sepatu. Bahkan di dalam mobil pun tak nampak pemilik asli dari mobil tersebut.


"Apa dia terburu-buru menyusulku sampai tak memakai sendal... lalu dimana Githa, kenapa mobilnya bisa di bawa sama Davin," gumam Kyra dalam batin, lalu seketika kedua tangannya pun melingkari tubuh Davin dengan erat.