My Original Love

My Original Love
Bab 35 Kecurigaan



Kyra tiba-tiba merasa gugup ketika sesuatu yang ia sembunyikan malah terungkap oleh mulutnya sendiri.


"Kenapa bisa mulutku keceplosan seperti itu sih," gumam batin Kyra.


Kyra pun merasa bingung dengan Gio yang juga memberikan bunga bersamaan dengan Davin di hari yang sama.


"Kyra cepat ambil bunganya," ucap Bella.


"Oh iya," ucap Kyra mengambil bunga yang di berikan Gio.


"Aku harap kamu bisa merawatnya dengan baik," ucap Gio.


"Tapi kenapa kamu memberiku bunga?" ucap Kyra yang merasa heran dengan Gio yang tak biasanya memberikan bunga padanya.


Kring...


"Hm ini karena..." ucap Gio yang terhenti karena suara bel berbunyi.


"Belnya udah bunyi... Gio cepat sana masuk ke kelasmu," ucap Bella.


"Oh iya... kalau begitu aku ke kelas sekarang ya," ucap Gio melangkah pergi menuju kelasnya.


Ketika Kyra memasuki kelas, ia duduk di kursinya sembari menatap lurus kedua bunga yang tertata di mejanya. Kyra masih saja merasa heran dengan Gio yang tiba-tiba memberikan bunga padanya.


"Kenapa Gio memberikan bunga padaku... apa jangan-jangan Gio," gumam batin Kyra.


"Jadi menurut kamu bunga mana yang paling kamu suka?" tanya Bella menatap Kyra yang sedang fokus melihat kedua bunga tersebut.


"Gio engga mungkin suka sama aku kan," gumam batin Kyra yang masih menatap lurus kedua bunga tersebut dan mengabaikan pertanyaan Bella.


Karena Kyra mengabaikannya, Bella pun lalu kembali bertanya dengan mengeraskan suaranya.


"Jadi gimana kamu lebih suka bunga yang mana?"


Kyra pun merasa kaget, lalu dengan spontan Kyra langsung mengambil bunga mawar yang di berikan oleh Davin.


"Yang ini," ucap Kyra kaget sembari memegang bunga pemberian dari Davin.


Ketika Kyra lebih memilih suka dengan bunga pemberian dari Davin. Bella langsung saja teringat dengan si pengirim surat dan bunga beberapa hari yang lalu.


"Oh jadi waktu itu yang ngirim surat sama bunga itu Davin...ayo ngaku," ucap Bella yang merasa curiga.


Kyra menelan salivanya dan terdiam membisu karena merasa gugup untuk mengaku, bahwa Davin lah yang mengirimnya bunga dan surat beberapa hari yang lalu.


"Jadi sebenarnya Davin kan yang ngirim surat sama bunga waktu itu," ucap Bella mendesak Kyra untuk mengaku.


"Hm... iya," ucap Kyra gugup dengan kedua pipinya yang memerah.


"Oh jadi benar," ucap Bella lalu terdiam karena masih mencurigai Kyra. Kecurigaan Bella kini berpusat pada perasaan Kyra yang menyatakan bahwa Kyra sebenarnya menyukai Davin.


Bella pun merasa bimbang membantu Gio untuk menyatakan perasaanya kepada Kyra. Karena melihat sikap Kyra yang seakan sedang jatuh cinta kepada Davin.


"Bagaimana caranya aku membantu Gio," gumam batin Bella lalu kembali berpikir untuk meyakinkan dirinya. "Pokonya aku harus berhasil membantu Gio, karena jika orang ku sukai bahagia, maka tidak akan sia-sia aku mengorbankan perasaanku."


Kyra sudah mengakui bahwa si pengirim surat dan bunga adalah Davin, ia merasa malu karena merahasiakanya dari Bella. Entah mengapa Kyra merasa malu dengan sikapnya itu yang tak bisa mengakuinya dari awal. Kyra lalu menundukan kepalanya di meja karena tak bisa menunjukan wajahnya yang saat ini merasa malu terhadap Bella.


Karena melihat Kyra yang menunduk di mejanya, Bella lalu mencoba menggodanya dengan melontarkan pertanyaan.


"Jadi kamu suka sama Davin kan," bisik bella sembari tersenyum.


Spontan Kyra pun mengangkat kepalanya dan menjawab dengan nada yang cukup keras "Aku ga suka sama Davin."


"Hm, ga suka ya... kalau begitu kamu lebih baik suka sama Gio saja... karena menurutku Gio lebih baik dari Davin," ucap Bella.


"Maksud kamu apa bel," ucap Kyra heran karena ucapan Bella.


Lalu tiba-tiba saja Davin sudah berada di samping Kyra.


"Vin ngapain kamu disini? ini kan masih jam belajar," ucap Kyra heran.


"Aku kesini karena mau ketemu kamu... lagian guru yang ngajar hari ini ga datang dan di kelas ini juga gurunya belum dateng kan," ucap Davin lalu duduk di bangku kosong sebelah Kyra.


Bella merasa malu dengan ucapanya yang terdengar oleh Davin. Ia hanya terdiam membisu sembari memalingkan wajahnya.


"Bel kenapa diam saja... coba lanjutkan ngomongnya bahwa Gio lebih baik dari aku," ucap Davin yang tampak kesal.


"Hm... ia Gio lebih baik dari kamu tapi kamu mungkin lebih sempurna," ucap Bella dengan wajahnya memerah.


"Tuh kan denger aku lebih sempurna... apalagi kalau aku berjodoh sama kamu Kyra," ucap Davin menatap wajah Kyra.


"Jodoh... jodoh... sekolah dulu yang bener baru ngomongin jodoh," ucap Kyra.


"Iya deh sekolah yang bener biar nanti jadi orang sukses dan suami yang sempurna buat Kyra," goda Davin sembari tersenyum menatap wajah Kyra.


Deg...


Jantung Kyra mulai berdebar-debar akibat ucapan Davin tersebut dan wajahnya pun mulai memerah. Spontan Kyra pun lalu memegang pipi sebelah kanannya.


Melihat ekspresi wajah Kyra yang tampak memerah. Bella lalu melontarkan sebuah ucapan yang seakan mewakili Gio untuk mendapatkan Kyra.


"Davin kamu beneran suka sama Kyra... gimana kalau Kyra sukanya sama Gio," lontar Bella.


"Kamu yakin bahwa Kyra bakalan suka sama Gio?" tanya balik Davin.


"Ehh tunggu... kenapa dari tadi kamu bahas Gio suka sama aku bel... maksud kamu sebenarnya apa?" sela Kyra yang merasa heran dengan sikap Bella saat ini.


Bella pun terdiam kebingungan untuk menjawab ucapan Kyra. Karena Bella tak bisa berkata jujur bahwa Gio memang menyukai Kyra. Bella teringat ucapan Gio bahwa tak boleh memberitahu Kyra sebelum Gio yang menyatakannya sendiri.


Lalu tiba-tiba guru yang akan mengajar pun datang.


"Anak-anak semuanya duduk rapih di bangku masing-masing," ucap guru tersebut.


Bella merasa lega karena kedatangan guru tersebut seakan membantunya untuk membuat alasan lain dari pertanyaan Kyra.


"Gurunya udah dateng... mending kita fokus dulu belajar," ucap Bella gugup.


Ketika guru tersebut sudah berada di kelas, Davin masih saja duduk di bangku sebelah Kyra.


"Vin cepat kembali ke kelas kamu," bisik Kyra.


"Ga mau! aku masih mau ketemu kamu," ucap Davin sembari menatap lurus wajah Kyra.


"Iya cepat sana kembali ke kelas kamu," lontar Bella.


"Hei Bella... kamu hari ini menyebalkan banget sih," ucap Davin kesal.


Lalu tiba-tiba guru tersebut menatap ke arah Davin.


"Kamu murid kelas mana? sepertinya kamu bukan murid kelas ini," tunjuk guru tersebut.


"Saya murid kelas ini ko pak," ucap Davin.


"Bukan pak! dia anak kelas IPS 1," lontar Bella.


"Cepat kembali ke kelas kamu!" tegas guru tersebut.


Davin pun lalu melangkah pergi kembali ke kelasnya.


"Dasar Bella sialan," gumam batin Davin yang merasa kesal dengan Bella.