My Original Love

My Original Love
Bab 30 Kyra Membuat Iri Kaum Hawa



Semua panik ketika Kyra terjatuh, terutama Davin. Kyra terjatuh cukup keras, hingga membuat siku tanganya berdarah. Davin pun segera berlari menghampiri Kyra.


"Kamu ga apa-apa?" tanya Davin panik.


"Engga... uhh," ucap Kyra kesakitan.


"Agatha kalau main ga usah kasar gitu dong," ucap Davin.


"Hah, aku ga kasar ya Vin... dianya aja lemah, kedorong dikit aja jatuh," ucap Agatha memutar matanya.


"Semua orang disini bisa lihat kalau kamu ngedorong Kyra cukup keras," ucap Davin kesal.


"Vin udah, aku ga apa-apa ko," ucap Kyra menahan sakit.


Darah dari siku tangan Kyra menembus lengan bajunya, Davin pun lalu menyingsingkan lengan baju Kyra.


"Ga apa-apa gimana... ini tangan kamu memar dan berdarah," ucap Davin khawatir.


"Iya loh berdarah... dan kamu masih bilang ga apa-apa," ucap Bella yang juga mengkhawatirkan Kyra.


Davin lalu pergi berlari ke arah UKS, mencari obat untuk Kyra. Sementara Kyra di papah oleh guru olahraga dan Bella ke pinggir lapangan.


Agatha sangat kesal ketika melihat ekspresi dari wajah Davin yang sangat mengkhawatirkan Kyra. Di tambah lagi ia habis di marahi oleh Davin. Rasanya Agatha ingin melampiaskan amarahnya itu kepada Kyra, namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Sembari memperhatikan Kyra, Agatha mengepalkan tangannya dan menahan kekesalannya itu.


Lalu Nicko dan Gea datang menghampiri Agatha.


"Tha, kamu kamu ga apa-apa?" tanya Nicko heran.


"Engga," ucap Agatha melangkah pergi.


"Si Kyra itu lemah banget sih, ke senggol dikit aja jatuh... udah gitu si Davin malah marahi si Agatha dih," gumam Gea teman dekat Agatha.


"Kalau menurutku emang Agatha salah, udah ngedorong Kyra... itu kan ga fair," ucap Nicko.


"Nicko kamu sebenernya belain siapa sih... kamu sama Davin sama aja... sama-sama nyebelin," ucap Gea melangkah pergi menyusul Agatha.


Lalu setelah Davin selesai mencari obat, ia pun kembali ke lapangan membawa kotak yang berisi obat-obatan. Davin segera membersihkan luka Kyra dengan alkohol, lalu segera membalutnya dengan perban dan obat merah.


"Nah udah selesai," ucap Davin.


"Makasih Vin," ucap Kyra terseyum.


Karena Kyra terluka, akhirnya posisi Kyra di gantikan oleh siswa lain. Davin dan Bella lalu membantu Kyra berjalan ke arah tempat duduk.


Setelah Kyra duduk, tiba-tiba Gio datang menghampiri Kyra.


"Kyra tangan kamu kenapa?" tanya Gio khawatir.


"Tadi pas aku bertanding, aku terjatuh," jawab Kyra.


"Tapi sekarang kamu ga apa-apa?" tanya kembali Gio.


"Iya ga apa-apa... berkat Davin aku di obati," ucap Kyra.


"Iya dia udah ga apa-apa... mending lu pergi ke kelas sana, karena ini masih jam belajar dan lu bukan siswa kelas IPA 1 atau IPS 1 kan," ketus Davin.


"Jadi Lu ngusir gue... karena lu yang nyuruh... gue ogah pergi," ucap Gio sinis.


"Oh jadi lu ga mau pergi, ok... Pak ada kelas lain yang nongkrong disini," teriak Davin.


Karena teriakan Davin, guru olahraga pun menoleh ke arah Gio.


"Hei, kamu cepat kembali ke kelas," ucap guru olahraga tersebut.


"Iya pak... Vin lu awas aja ya," ucap Gio mengancam, lalu melangkah pergi.


"Mampus lu hehe..." gumam Davin dalam hatinya.


"Vin ko kamu gitu sih, Gio kan temen aku," ucap Kyra.


"Kyra ini kan masih jam belajar... ga seharusnya dia ada disini, karena dia bukan siswa kelas IPA 1 atau IPS 2 kan," ucap Davin.


Lalu tak lama Gio pergi, Gio kembali menghampiri Kyra dengan membawa sebotol minuman.


"Nih ambil, kamu pasti haus kan," ucap Gio menyodorkan botol minuman.


"Oh, iya makasih Gio," ucap Kyra mengambil botol minuman tersebut.


"Iya sama-sama," ucap Gio melangkah pergi.


"Bel, kamu mau minum juga," ucap Kyra menyodorkan minuman yang di berikan Gio.


"Engga ah, lagian aku ga haus," ucap Bella.


Sementara pertandingan bola tangan masih berlangsung cukup senggit. Tak ada gol di kedua tim, namun Agatha tampak tak fokus. Agatha terus melihat ke arah Davin, karena Davin duduk bersebelahan dengan Kyra.


Davin dan Kyra tampak asyik berbicang, keduanya tampak sangat akrab. Bahkan Kyra tak canggung untuk mengobrol dengan Davin.


Agatha semakin kesal dan tak bersemangat melanjutkan pertandingan. Lalu pada saat menit terakhir, karena Agatha tak fokus, akhirnya kelas IPA berhasil mencetak gol.


Lalu kemenangan berhasil di raih oleh kelas IPA. Semua siswa kelas IPA pun bersorak kegirangan karena kelasnya berhasil menang.


"Ye, akhirnya kelas kita menang," ucap Bella senang.


"Jangan senang dulu ya, masih ada 1 permainan lagi... aku bakal ikut bertanding," ucap Davin.


"Iya deh, aku doain supaya kalah," ucap Bella tersenyum.


Lalu setelah itu, siswa laki-laki yang ikut bertanding sepak bola segera berkumpul ke tengah lapangan.


"Nanti kamu semangatin aku ya Kyra," ucap Davin sembari mengacak-ngacak rambut Kyra lalu melangkah pergi.


"Ih Davin... ga usah ngacak-ngacak rambut aku dong," ucap Kyra dengan wajah yang memerah sembari merapihkan rambutnya.


"Ehem... semangatin dong pangerannya," sindir Bella sembari terseyum


"Apaan sih Bella," ucap Kyra malu.


Tak lama kemudian pertandingan pun di mulai. Davin sangat bersemangat mengikuti pertandingan sepak bola tersebut. Dan ia juga cukup lihai dalam menggiring bola, sampai lawan sulit untuk mengambil bola dari Davin.


Hingga beberapa menit kemudian Davin berhasil mencetak golnya ke gawang lawan. Semua kelas IPS pun bersorak kegirangan, terutama Agatha.


"Vin kamu hebat," teriak Agatha.


Tak hanya Agatha saja yang senang, namun Kyra juga tampak senang karena Davin berhasil mencetak golnya. Namun Kyra hanya bisa menyembunyikan rasa senangnya itu di pikiran dan hatinya saja. Karena ia harus menghargai siswa laki-laki di kelasnya itu.


Davin tampak senang dan puas karena ia berhasil mencetak gol. Lalu ia pun menghadap ke arah Kyra sembari berteriak, "Kyra I love you."


Wajah Kyra kembali memerah, ia tampak malu karena Davin berteriak dengan menyebut kata I LOVE YOU. Namun di sisi lain, Kyra cukup senang setelah mendengar teriakan Davin itu.


"Cieeeee... kayaknya bentar lagi bakal jadian, jangan lupa pajak jadianya ya," sindir Bella.


"Siapa juga yang bakal jadian," ucap Kyra yang wajahnya sedikit memerah.


Semua perempuan yang menyaksikan pertandingan sepak bola sangat iri kepada Kyra, terutama Agatha. Karena si pria tampan itu, secara terang-terangan mengucapkan kalimat cinta di hadapan semua orang.


Setelah kedatangannya di SMA Angkasa, Davin memang cukup di gandrungi oleh kaum hawa. Karena parasnya yang tampan dengan tubuh yang cukup ideal, tak ayal jika banyak kaum hawa yang menyukainya.


Lalu tak berselang lama, kelas IPS berhasil mencetak gol kembali. Dan gol yang di cetak tersebut di hasilkan oleh tendangan Nicko.


Nicko kegirangan sampai ia berteriak menggoda Agatha.


"Agatha sayang... pangeranmu berhasil mencetak gol," teriak Nicko.


Lalu semua siswa kelas IPS bersorak mengejek Agatha.


"Cieeee..."


"Dasar Nicko gila... bikin malu saja," gumam Agatha.


Tak berselang lama pertandingan pun berakhir dan kemenangan berhasil di raih oleh kelas IPS 1 dengan skor 2-0.


Agatha lalu menghampiri Davin sembari membawa sebotol minuman.


"Vin nih buat kamu," ucap Agatha menyodorkan minuman tersebut.


"Tidak usah, berikan saja sama Nicko," ucap Davin, lalu melangkah pergi menghampiri Kyra.


Davin merebut botol minuman yang di peggang Kyra, lalu menghabiskan minuman tersebut.


"Vin itu kan punya aku, kenapa kamu habiskan," ucap Kyra.


"Aku haus... dan ini hadiah dari kamu buat aku, karena aku menang... dan katanya kalau minum bekas orang, itu tandanya ciuman tak langsung," bisik Davin.


Kyra menelan salivanya, wajahnya memerah, dan jantungnya berdebar cukup cepat, setelah mendengar bisikan dari Davin.