My Original Love

My Original Love
Bab 65 Kelas 11 Berakhir



Dua puluh satu fajar telah terbit, sinar tersebut telah dirasanya tiap kali muncul di upuk timur. Ia kira akan segembira bunga di pagi hari, namun nyatanya masih sama, yang di rasanya hanya perasaan sepi. berhari-hari Kyra melihatnya, behari-hari itu pula pria yang sangat di rindukannya terus bersikap acuh padanya. Tiap kali ia berandai, jika Davin akan berucap sepatah kata padanya, namun yang Kyra rasa hanya hembusan angin ketika ia lewat di di dekatnya. Tiap kali melihatnya rasanya sangat sesak, keinginan untuk dekat seperti dulu tak bisa kembali utuh. Hubungan dengannya telah hancur, Kyra hanya terus berandai bahwa hubungannya dengan Davin bisa kembali membaik.


Di hari ke 21 ini, Davin masih bersikap dingin pada Kyra. Dan tepat di hari ke 21 ini adalah akhir bagi Kyra duduk di bangku kelas 11. Semua para orang tua murid datang ke sekolah untuk mengambil rapot anak-anaknya. Di hari pembagian rapot ini, ada sebuah kebahagian bagi Annathasia. Yaitu saat nama Kyra disebutkan sebagai juara 1 di kelas. Suatu kebanggaan bagi Annathasia, karena anak bungsunya tiap tahun selalu menjadi juara 1 di kelasnya.


Setelah pembagian rapot berakhir, saatnya semua murid dan para orang tua dari tiap kelas untuk berkumpul di aula. Semua berkumpul untuk mendengarkan beberapa guru berpidato. Selain berpidato, akan ada sebuah pengumuman juara umum atau peraih nilai tertinggi dari tiap jurusan. Ini adalah saat menegangkan bagi para murid yang juara 1 di kelasnya.


Di saat para guru telah selesai berpidato, saatnya pemanggilan murid yang menjadi juara umum. Dimulai dari murid kelas 10 dari tiap jurusannya. Kemudian di lanjutkan kepada murid kelas 11. Saat semuanya merasa tegang dan berharap menjadi juara umum, hanya Kyralah yang terdiam dengan raut wajah sedih sembari menatap Davin yang sedang duduk tepat di kursi depan. Kyra terus berharap bahwa Davin akan menyapanya, namun Davin yang sedang sibuk mengobrol dengan pria paruh baya yang entah siapa dia. Ia tampak asing di mata Kyra, karena pria paruh baya yang mengobrol dengan Davin bukanlah ayahnya yang pernah bertemu dengan Kyra di rumah Davin.


Mata Kyra terus terpaku menatap Davin, hingga ia tak sadar bahwa ia terpanggil sebagai juara umum di kelas 11 IPA.


"Untuk Juara umum dari kelas 11 IPA, selamat untuk Kyra Ashley Annatasia Gultom di persilahkan ke depan. Sekali lagi untuk ananda Kyra di persilahkan ke depan," ucap guru yang berulang kali memanggil Kyra.


Anna lalu menepuk pundak putrinya yang tengah melamun tersebut. "Eh Kyra malah bengong sih, cepat maju ke depan. Nama kamu terpanggil sebagi juara umum, ucapnya tersenyum menatap wajah putrinya tersebut.


"Eh iya bu, Kyra ga fokus dengerin hehe," ucap Kyra tersenyum simpul.


Kyra lalu melangkah ke depan, saat ia melangkahkan kakinya semua teman di kelasnya bersorak dan bertepuk tangan. Terutama Bella yang kegirangan karena sahabatnya tersebut bisa juara umum secara berturut-turut. "Selamat Kyra dapet beasiswa full lagi," teriaknya sembari berdiri.


Piala telah di peggangnya, di balik kesedihannya ini ada secercah kebahagian bagi Kyra karena bisa kembali menjadi peraih nila tertinggi. Kemudian saat ia telah usai mengambil piala, ia berjalan melewati Davin dan lagi Kyra kembali berharap bahwa Davin akan tersenyum dan mengucapkan kata selamat untuknya. Namun harapannya masih saja nihil, karena Davin sama sekali tak mengucapkan sepatah kata, bahkan menatapnya pun sama sekali tidak. Saat acara pengumuman juara umum telah usai, Nicko dan Andy menghampiri Kyra.


"Selamat ya Kyra," ucap Andy dan Nicko.


"Iya makasih."


Lalu tiba-tiba saja Davin dan pria paruh baya yang sedari tadi bersamanya datang menghampiri Kyra dan ibunya. Tak hanya Davin dan pria tersebut, tiba-tiba Githa juga datang menghampirinya.


"Ini Kyra ya," ucap pria paruh baya tersebut.


"Hm iya," ucap Kyra.


"Wah memang benar apa yang diceritakan cucu saya, kalau kamu cantik dan juga pintar. Perkenalkan saya kakeknya Davin, nama saya Wijaya," ucapnya menjulurkan tangan untuk bersalaman.


Kyra beserta ibunya pun bersalaman dengan pria paruh baya yang mengaku sebagai kakeknya Davin tersebut. Keduanya saling berkenalan dan sedikit berbincang.


"Eh dari tadi kamu cuma diam Vin, kenapa kamu tidak mengucapkan selamat kepada Kyra," ucap Wijaya.


"Oh... Selamat ya," ucap Davin gugup sembari menjulurkan tangan untuk memberi salam.


"Oh Kyra besok kamu bisa ikut ga, kita mau liburan di pantai dan menginap di vila. Bella, Ludy dan juga teman-temanya bakal ikut juga," ucap Githa.


"Iya termasuk juga sang pangeran Davin bakal ikut," lontar Nicko sembari merangkul pundak Davin.


"Hm, gimana ya, kayaknya aku harus bilang dulu sama ayah deh," ucap Kyra.


"Ya kan kamu bisa bilang sama ibu kamu disini. Izinin Kyra ya tante," ucap Githa memohon.


"Tante sih izinin, tapi gimana Kyranya aja mau apa engga," ucap Anna.


"Tuh kan udah di izinin, ikut ya Kyra."


Kyra kembali terdiam, ia merasa ragu untuk ikut ajakan Githa tersebut. Keraguan tersebut muncul ketika matanya menatap Davin. Entah perasaan canggung dan tak enak hati untuk menyetujui ajakan Githa. Setelah ingatannya kembali teringat tentang kejadian ketika Kyra mengingkari janjinya kepada Davin.


"Aku ga ikut deh. Bu kita pulang sekarang yu," ucap Kyra menarik lengan Anna.


"Eh ko buru-buru sih," ucap Anna heran lalu segera berpamitan. "Kalau begitu saya pamit pulang sekarang ya."


Mata Davin terus menatap Kyra yang tengah berjalan pergi dari hadapannya itu. Raut wajahnya tampak kesal dan kedua tanganya mengepal.


"Udah gue bilang dia pasti nolak, kenapa harus di ajak sih," ucap Davin kesal.


"Vin kamu di tolak, bukan berarti aku dan juga kamu ga bisa berhubungan baik dengannya," ucap Githa.


"Aku bukan di tolak, lebih tepatnya dia yang ingkari janji," ucap Davin yang semakin kesal, lalu melangkah pergi.


"Dasar anak muda zaman sekarang kalau patah hati, pasti susah memaafkan," lontar kakeknya menggelengkan kepala, lalu segera mengikuti Davin yang tengah kesal tersebut.


Githa mengehela nafasnya sembari menatap Davin yang tengah berjalan dengan raut wajah kesalnya. "Aku ajak dia kan supaya Davin dan Kyra bisa baikan lagi," gerutunya.


"Ya sudah kak, besok kamu paksa Kyra lagi buat ikut. Kalau Kyra ikut terus bisa baikan sama Davin, semoga aja ada keajaiban bagi mereka bisa jadian," ucap Nicko tersenyum.


"Bener juga sih, besok aku bakal paksa dia buat ikut deh," ucap Githa melangkahkan kakinya.