
Suara motor berhenti terdengar dari arah luar gerbang rumah Kyra.
"Itu siapa?" tanya Gio penasaran.
"Oh itu pasti Agatha dan Nicko," jawab Kyra.
"Kamu mengundang mereka juga?" tanya Bella.
"Iya, aku samperin mereka dulu," ucap Kyra melangkah pergi.
Sementara di depan rumah Kyra sudah ada Nicko dan Agatha beserta motornya yang terpakir. Sembari menunggu tuan rumah keluar, mereka berteriak memanggil "Permisi, Kyra."
Lalu Kyra datang mengahampiri Nicko dan Agatha, "Kalian sudah sampai juga, ayo masuk! dan motornya parkirkan saja di halaman,"
"Ok Kyra," ucap Nicko.
Dengan sombongnya Agatha hanya menatap sinis Kyra sembari melipat silang kedua lengan di dadanya, tanpa menjawab ucapan Kyra dan langsung saja memasuki gerbang rumah Kyra.
Lalu merekapun berlanjut memasuki rumah Kyra, dan langsung saja di sambut oleh Anathasya ibu Kyra.
"Eh ini siapa, sepertinya ibu belum pernah lihat teman Kyra yang ini," ucap ibu Kyra sembari menyambut dengan senyuman.
"Oh tante belum kenal kita ya... kalau begitu perkenalkan nama saya Nicko teman sekelas Davin dan teman satu sekolah Kyra," ucap Nicko sembari sembari bersalaman dengan ibu Kyra.
"Oh Nicko... kalau pacar kamu yang itu namanya siapa?" tanya ibu Kyra menunjuk Agatha.
Agatha tampak kesal karena pertanyaan ibu Kyra yang menganggapnya pacar Nicko "Nama saya Agatha dan saya bukan pacar Nicko tante."
"Tapi calon pacar Nicko," ucap Nicko dengan percaya diri.
"Oh calon pacar, tante harap semoga bisa pacaran beneran," canda ibu Kyra.
Dengan lantang dan percaya diri Nicko mengaminkan harapan Ibu kyra "Amin."
Lalu Agathapun tampak kesal karena sikap Nicko yang mengharapkan berpacaran dengannya. Agathapun lalu menjewer telinga Nicko cukup keras "Nicko nyebelin... jangan harap kita bisa pacaran, karena kamu bukan tipe aku."
"Iya... iya sakit tau," ucap Nicko sembari mengusap telinganya.
Ibu Kyrapun tertawa melihat tingkah Nicko yang kesakitan karena di jewer Agatha "Agatha jangan marah sama Gio, ibu cuma bercanda... sekarang kalian tunggu saja di meja makan ibu mau siapin makanannya.
Ibu Kyrapun lalu pergi ke dapur dan segera menyiapkan makanan yang akan di sajikannya.
Sementara di ruang meja makan, kedatangan Agatha membuat Bella tak senang. Karena perlakuan Agatha yang kasar pada Kyra sewaktu di sekolah. Begitupun dengan Davin yang cukup khawatir jika kedatangan Agatha akan membuat masalah di rumah Kyra.
Agatha terduduk di meja makan. Namun kedatangan Agatha membuat suasana tampak hening tanpa adanya obrolan, membuat Agatha menjadi canggung. Pikiran Agathapun mulai berkeliling memikirkan sikap mereka yang mengabaikannya, terutama raut wajah Bella yang tampak kesal terhadapnya.
Karena suasana yang tampak hening, Nickopun lalu mencairkan suasana dengan tingkah lakunya yang konyol
"Sepi gini... aku akan bernyanyi sebuah lagu ya... dengarkan semuanya bang Roma akan bernyanyi... begadang jangan begadang tetoet."
Suasanapun mulai mencair dan perlahan semuanya mulai tertawa dengan Nyanyian Nicko yang terdengan fals dan tingkah laku Nicko yang cukup konyol.
karena suara Nicko yang terdengar fals, Davinpun mengambil kertas di dalam tasnya, lalu menyumpal mulut Nicko dengan kertas tersebut "Nih makan... sakit telinga nih gue gara-gara dengerin suara lu yang fals."
Merekapun semuanya semakin keras tertawa, karena melihat raut wajah Nicko yang lucu akibat mulutnya yang di sumpali kertas oleh Davin.
"Cuih... hobby banget ya lu nyumpal mulut gue," ucap Nicko sembari memuntahkan kertas yang di sumpali Davin.
"Makanya kalau punya suara bagus dikit, biar lu ga di sumpal," ucap Davin sembari mentertawai Nicko.
"Hei, gini-gini suara gue bisa di terima di telinga para semut," ucap Nicko.
"Hahaha... memangnya semut punya telinga? semut punya sensor tapi karena suara kamu, sensornya langsung rusak dan mereka terdiam seakan menerima nyanyian kamu" ucap Bella mentertawai Nicko.
Lalu tak berselang lama ibunya Kyra dan Kyra datang dari dapur membawa mangkuk yang berisi soto ayam untuk di sajikan.
"Wah sepertinya perbincangannya cukup seru... sekarang bincang-bincangnya berhenti dulu mending kita makan yu," ucap ibu Kyra sembari meletakan mangkuk kepada Bella, Agatha dan Nicko.
Dan Kyra yang meletakan mangkuk berisi soto ayam tersebut kepada Gio dan Davin. Namun ketika Kyra meletakan mangkuk ke arah Davin, tiba-tiba Davin berbisik kepada Kyra "Wanita cantik ini ternyata sangat rajin membantunya ibunya."
Tak hanya Gio saja yang merasakan cemburu, Agatha juga merasakan kesal dan cemburu terhadap Kyra dan Davin.
"Ehem... wah wangi kayanya enak nih tante," ucap Agatha mengeraskan suaranya.
"Iya silahkan di makan," ucap ibu Kyra.
Lalu merekapun menyantap dan menikmati soto ayam yang di sediakan oleh ibu Kyra tersebut. Namun pada saat sedang menyantap, raut wajah Gio dan Agatha masih saja tampak kesal. Karena Kyra dan Davin duduk bersebelahan, di tambah Davin dan Kyra yang sibuk mengobrol hanya berdua saja.
"Ehem... sepertinya kalian sedang sibuk ngobrol berdua dan mengabaikan kita semua," ucap Agatha tersenyum palsu.
"Terserah mereka dong mau ngapain, lagian kita tak merasakan terabaikan," ucap sinis Bella.
Lalu Nicko dengan refleks menggoda agatha dengan celutukannya "Sayang kalau kamu ngerasa terabaikan, mending kamu ngobrol sama aku saja yu."
"Sekali lagi kamu manggil sayang, aku siram kamu pake kuah soto panas," ucap Agatha dengan kesal.
"Eh Nicko... kamu dari tadi menggoda terus Agatha, Agathanya jadi kesal... Nanti kamu ga akan ada kesempatan dapetin Agatha," ucap ibu Kyra sembari tersenyum melihat tikah laku Agatha dan Nicko.
"Iya kalian cocok kalau jadi pasangan nih," celetuk Davin.
Hati Agatha semakin memanas dan kesal atas celetukan Davin yang menyebutnya cocok dengan Nicko. Namun Agatha tak bisa meluapkannya, ia harus menahannya. Karena Agatha harus menjaga tatak krama saat berada di rumah Kyra di tambah ada ibu Kyra yang ikut menyantap soto di meja makan tersebut.
Lalu tak lama mereka menyantap dan menikmati soto ayam buatan ibu Kyra, akhirnya sotonya telah habis.
"Hm, gimana rasa sotonya?" tanya ibu Kyra.
"Enak banget tante," jawab Davin.
"Iya tante enak banget, nanti kalau tante masak-masak lagi kabari aku hehe..." ucap Nicko.
"Syukur deh kalau enak... kalau kalian mau nambah! kalian bisa ngambil di dapur. kalau gitu ibu permisi mau cuci piring dulu ya," ucap Ibu Kyra.
"Tunggu tante, tak usah cuci piring! biar aku sama Kyra saja yang cuci piringnya," ucap Davin sembari berdiri dan menarik lengan Kyra.
"Apasih Vin, kalau mau cuci piring biar aku saja sendiri... kamu ga perlu ikutan cuci piring," ucap Kyra sembari melepaskan genggaman Davin.
"Ibu lebih setuju kalau di lakukannya berdua biar cepat beresnya," ucap ibu Kyra.
"Tuh kan Tante saja setuju, ayo kita bereskan dulu mangkuk-mangkuknya," ucap Davin menarik Kyra dan segera membereskan mangkuk-mangkuk yang berada di atas meja makan.
"Kalau Kyra dan Davin mau cuci piring, ibu mau kamar mandi dulu sebentar ya," ucap ibu Kyra beranjak pergi.
Tingkah laku Davin terhadap Kyra membuat Gio dan Agatha kembali merasakan kesal. Melihat raut wajah Gio yang kesal, Bellapun lalu mengalihkan penglihatan Gio "Hei mau lihat Video lucu di hpku ga."
"Ah malas," tolak Gio.
"Cepet sini lihat lucu banget," paksa Bella.
Kyra dan Davin sedang mencuci piring, lalu Gio dan Bella sedang asyik melihat video di hp, dan Nicko sedang sibuk dengan hpnya. Sementara Agatha seperti terasa terabaikan. Lalu Agathapun berdiri dan beranjak pergi dari tempat duduknya.
"Mau kemana tha?" tanya Nicko.
"Mau kedepan dulu, disini terasa panas," jawab Agatha.
Agathapun lalu berjalan ke arah pintu depan. Namun ketika akan membuka pintu, tiba-tiba pintu terbuka secara bersamaan dengan seseorang yang dari arah luar, dan Agathapun kaget dan terjatuh.
"Eh maaf... kamu ga apa-apa?" tanya seseorang yang membuka pintu dari arah luar.
Agatha terdiam dan menatap orang tersebut tanpa berkedip seakan ia terpesona oleh sosok orang tersebut. Tanpa ia ketahui bahwa seseorang yang berdiri di hadapannya adalah Ryan kakaknya Kyra.
"Ini siapa, ganteng banget," batin Agatha.
"Hei ayo bangun, malah diem," ucap Ryan sembari tersenyum manis dan menjulurkan tangan untuk membantu Agatha berdiri.