
Sesudah mengantar Githa ke kantor sekolah, Kyra langsung pergi ke kelasnya dengan raut wajah yang tampak muram. Sejak kehadiran Githa, rasa takut kehilangan sosok Davin adalah hal menyeramkan bagi Kyra. Hubungan Githa dan Davin sekarang hanya sebagai teman, akan tetapi tidak ada yang tahu bahwa mereka akan bersatu kembali, itulah yang Kyra pikirkan saat ini.
Kyra lmemasuki kelasnya dan langsung saja di sambut oleh kedua sahabatnya, yaitu Gio dan Bella.
"Akhirnya datang juga," ucap Bella merangkul pundak Kyra.
"Dari mana saja, kenapa baru datang?" tanya Gio kepada sahabatnya itu.
"Aku sudah tiba di sekolah dari tadi, hanya saja tadi habis nganter kak Githa dulu ke kantor," ucap Kyra.
"Githa siapa ya?" tanya Bella heran.
"Dia teman Davin, mulai hari ini dia bakal sekolah disini," jawab Kyra.
Gio menatap wajah Kyra yang tampak berbeda pada saat ini. Karena mungkin, ekspresi dari raut wajah Kyra yang tampak seakan bersedih dan gelagat Kyra yang tampak gelisah. Lalu ketika Kyra sedang fokus mengobrol dengan Bella, tiba-tiba saja ia terdiam dengan padangannya yang terpaku menatap ke arah luar. Ekspresi dari wajah Kyra semakin bersedih saja, ketika matanya itu menatap kepada ke dua orang yang pernah menjalin suatu hubungan. Mereka adalah Davin dan Githa, mereka berjalan berdua sembari mengobrol dan tersenyum, berjalan melewati kelas yang Kyra tempati. Davin tampak fokus mengobrol dengan Githa, hingga ia tak sadar bahwa sang pujaan hati sedang memperhatikannya.
Bella pun tampak keheranan dengan sikap Kyra yang tak mendengarkannya ketika ia sedang berbicara. Bella menatap wajah Kyra yang hanya fokus melihat ke arah luar. Lalu Bella pun penasaran dengan apa yang di lihat oleh Kyra. Ia pun langsung melihat objek yang di lihat oleh Kyra itu.
"Itu Davin dengan siapa?" tanya Bella penasaran.
"Itu Kak Githa," jawab Kyra dengan mata yang masih fokus menatap Davin dan Githa.
Gio menelan ludahnya ketika ia menyadari sesuatu yang ada di diri Kyra. Gio mencurigai Kyra, bahwa Kyra sedang jatuh cinta pada sainganya itu.
"Apa Kyra menyukai Davin," gumam batin Gio lalu menghela nafas, bahwa ia tetap optimis untuk bisa menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan sahabatnya itu. "Jangan mikir macam-macam, Kyra ga bakalan punya perasaan sama dia," gumam Gio kembali dalam batinnya.
Tak hanya Gio saja yang merasa bahwa Kyra berbeda, namun Bella pun juga menyadari sesuatu yang aneh di diri Kyra. Bella menyadarinya ketika Kyra hanya fokus memperhatikan Davin dan Githa.
"Kyra kamu ga apa-apa kan?" tanya Bella yang merasa khawatir terhadap sahabatnya itu.
"Aku ga apa-apa, memangnya menurut pandangan kamu aku kayak gimana sih," ucap Kyra menatap Bella sembari tersenyum menutupi kesedihannya itu.
"Aku pikir ada sesuatu yang di sembuyikan sama kamu," ucap Bella yang masih mencurigai sahabatnya itu.
"Kring...
Lalu seketika suara tanda masuk kelas pun telah berbunyi.
"Belnya udah bunyi, mending kita segera duduk di bangku kita yuk," ucap Kyra mengalihkan kecurigaan Bella.
Karena Bel telah berbunyi, Gio pun lalu pamit pergi untuk memasuki kelasnya, "Aku ke kelas sekarang ya."
"Iya," ucap Kyra dan Bella.
Lalu setelah itu, Kyra dan Bella pun segera duduk di tempat duduknya masing-masing. Ketika pembelajaran di mulai, pikiran Bella masih saja merasa curiga terhadap sahabatnya tersebut.
"Aku masih merasa curiga bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kyra," gumam Bella dalam batinnya.
Kyra saat ini merasa khawatir dan gelisah tentang nasibnya dengan Davin, ia hanya bisa mengigit bibirnya tanpa bisa berbuat apa-apa. Apa lagi ia pernah membuat perjanjian. Ketika di hari pertama berteman dengan Davin untuk tak menjalin hubungan yang lebih kecuali pertemanan. Perasaan yang timbul saat ini memang jahat, ketika perjanjian yang telah terucap tak bisa di hapus kan. Perempuan polos itu tak bisa mengutarakan perasaannya, ketika janji itu masih di peggang erat olehnya.
Sesuatu yang mengganjal saat ini memang tak bisa membuatnya fokus untuk memulai pembelajaran. Namun si pintar ini, tetap harus fokus belajar dan mengesampingkan perasaanya itu dengan sekolah.
"Fokus Kyra... fokus," gumam Kyra dalam batinnya.
Lalu tak berselang lama bel istirahat pun telah berbunyi. Akhirnya Kyra bisa melewati pembelajaran dengan fokus tanpa ada satu materi yang terlewatkan.
"Ke kantin yu," ajak Bella berdiri menarik lengan Kyra.
"Iya bentar, aku beresin dulj bukunya," ucap Kyra yang masih membereskan peralatan sekolahnya.
"Ayok cepet aku lapar nih," ucap Bella yang masih menarik-narik lengan sahabatnya itu.
Lalu setelah Kyra selesai membereskan peralatan sekolahnya, ia pun segera pergi ke kantin bersama dengan sahabatnya tersebut.
Ketika Kyra dan Bella sedang memesan makanan, Kyra celangak-celinguk berharap saat ini Davin datang ke kantin
"Nyari siapa Kyra?" tanya Bella.
"Hm engga, aku lagi nyari tempat duduk yang nyaman buat kita," jawab si gadis polos yang berbohong.
Lalu tak berselang lama pesanan pun telah siap, Kyra dan Bella segera duduk di tempat duduk kosong yang telah di sediakan oleh kantin.
Ketika Kyra menyantap makanan, ia masih berharap Davin datang saat ini. Namun Davin tak kunjung juga datang, Kyra berharap Davin ada saat ini. Walaupun hanya sekedar untuk mengganggunya ketika beristirahat di kantin.
"Aku sudah habis, kenapa makanan mu masih juga belum habis," ucap Bella heran dengan Kyra yang lambat menyantap makanannya tersebut.
"Iya, sepertinya aku udah kenyang deh," ucap Kyra.
"Kamu pasti ga ***** makan ya... kalau gitu kita mending beli cemilan yuk lalu kita makannya di taman sekolah," ajak Bella menarik lengan sahabatnya ke arah toko cemilan.
"Kamu masih juga belum kenyang Bel," ucap Kyra.
"Belum hehe..." ucap Bella lalu tertawa kecil.
Setelah mereka membeli sekantong cemilan, Kyra dan Bella pun segera pergi ke arah taman sekolah. Namun pada saat Kyra dan Bella sampai di taman, tiba-tiba saja langkah Kyra terhenti ketika ia melihat Davin sedang bersama Githa. Davin tampak asik mengobrol dengan Githa beserta teman sekelasnya Andy, Nicko, Agatha serta Gea.
Walaupun Davin tak hanya berdua dengan Githa, namun kecemburuan itu tetap timbul di hati dan pikiran Kyra saat ini.
"Bel, mending kita makannya di kelas yu," ucap Kyra menarik lengan Bella.
Namun ketika Kyra dan Bella beranjak pergi, tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar suara Davin memanggil Kyra.
"Kyra"
Namun Kyra mengabaikannya tanpa berhenti dari langkahnya. Davin lalu segera mengejar Kyra.
"Brak"
Tiba-tiba saja suara tubuh terjatuh terdengar di telinga Kyra dan Bella. Lalu orang-orang ribut dan menyebutkan bahwa Davin pingsan.
Langkah Kyra pun terhenti, lalu segera berbalik arah. Kyra melihat Davin tergeletak tak sadarkan diri dan sedang di kerumuni banyak orang
"Davin," ucap Kyra sangat panik dan berlari menghampiri tubuh Davin yang tergeletak.