
Sesampainya di depan rumah, raut wajah Kyra masih tampak kesal. Ia turun dari motor Gio tanpa berucap apapun atau sekedar mengucap kata terima kasih pun tak keluar dari mulut manisnya itu. Entah ia lupa atau pun karena kekesalannya hari ini terhadap Davin dan Githa yang membuatnya malas untuk bersuara. Yang di inginkan Kyra saat ini, ialah meluapkan semua amarah dan rasa kesalnya tersebut. Namun ia tak tahu harus bagaimana melampiaskannya, entah siapa atau pun apa yang harus Kyra lampiaskan.
Gio pun cukup tercengang dengan sikap Kyra saat ini. Sahabatnya itu bereskpresi seakan marah, tanpa Gio tahu apa penyebab Kyra marah saat ini.
"Ada apa dengannya hari ini, tadi dia jutek sama Davin dan sekarang dia juga begitu padaku," gumam Gio yang masih terdiam di depan rumah kyra dengan motornya.
Kyra pun segera memasuki rumahnya dengan raut wajah yang masih tampak muram. Ketika ia masuk ke dalam rumah, Anna pun langsung menyapa putrinya tersebut.
"Sudah pulang," sapa Anna tersenyum.
"Iya bu," ucap Kyra sembari melepaskan sepatunya.
Namun seketika Anna tampak kebingungan dengan raut wajah putrinya yang nampak muram itu.
"Apa dia ada masalah di sekolah," gumam Anna heran dalam batinya.
Setelah itu, Kyra pun lalu memasuki kamarnya dan langsung menjatuhkan diri di tempat tidurnya. Kyra membaringkan diri di tempat tidur sembari menatap lampu di atas langit-langit kamarnya Perlahan mengosongkan semua pikiranya seakan meredakan tiap amarah dan kekesalannya saat ini. Lalu setelah amarah dan kekesalannya mulai mereda, Kyra langsung mengambil ponselnya di dalam tas.
"Sudah lama aku tidak mengecek akun media sosialku," gumam Kyra menyalakan ponselnya, lalu membuka salah satu aplikasi di ponselnya itu.
Ketika Kyra membuka akun media sosialnya, ada sebuah notif permintaan pertemanan di akunnya.
"Ini siapa ya," gumamnya dalam batinnya lalu segera mengecek notif tersebut. Nama akun yang meminta pertemanan tersebut ialah bernama Githa Ayu.
Kyra lalu mengkonfirmasi akun tersebut. Namun setelah ia pikirkan, nama tersebut persis dengan nama perempuan yang membuatnya kesal hari ini. Kyra pun segera mengecek profil akun tersebut dan langsung mengecek album foto di akun itu.
Dan benar saja akun yang meminta pertemanan tersebut ialah Githa bekas kekasih Davin. Kekesalan yang saat ini ingin di lupakannya, kembali teringat ketika ia melihat foto Githa di media sosialnya.
"Dia lagi... dia lagi, kenapa dia muncul terus sih di mataku," gumam Kyra kesal melemparkan ponselnya di atas kasurnya.
Ketika isi pikirannya di selimuti oleh sosok Davin dan Githa, ia mulai penasaran dengan hubungan Davin dan Githa yang masih akrab walaupun sudah putus. Kyra pun lalu kembali menyalakan ponselnya dan segera kembali mengecek akun media sosial milik Githa.
Kyra mulai scroll akun media sosial Githa, melihat isi status dari tiap bulan dan tahun di media sosialnya. Lalu seketika Kyra cukup tercengang ketika satu buah photo Githa sedang bersama Davin, dan sebuah caption beserta status tentang perayaan satu bulan berpacaran.
"Hah apa ini... dia kan sudah putus dengan Davin, kenapa status dan photonya masih belum di hapus juga sih," gumam Kyra yang kembali merasa kesal dan marah.
Tak ingin amarah dan kesalnya semakin membludak, Kyra pun langsung saja menutup akun media sosialnya tersebut. Seketika Kyra teringat Bella, sahabat sekaligus teman curhatnya. Kali ini ia sudah tak tahan lagi, jika Kyra hanya berdiam diri di kamarnya, isi pikirannya akan terus teringat tentang Githa. Kyra pun lalu segera menghubungi sahabatnya tersebut dan segera memintanya untuk bertemu di rumah sahabatnya itu.
"Hallo bel," ucap Kyra menelpon Bella.
"Iya Kyra ada apa?" balas Bella dalam telepon.
"Boleh ga hari ini aku main ke rumahmu," ucap Kyra.
"Tentu saja boleh," ucap Bella.
Setelah bertelponan dengan sahabatnya itu, Kyra langsung segera mengganti pakaiannya untuk bersiap pergi ke rumah Bella. Lalu setelah itu, Kyra pun segera meminta izin kepada ibunya.
"Bu Kyra hari ini mau pergi ke rumah Bella," ucap Kyra dengan pakaian rapih sembari membawa tas.
"Iya silahkan, tapi pulangnya jangan kemaleman ya," ucap Anna.
"Iya bu," ucap Kyra tersenyum.
Kyra pun segera beranjak pergi dari rumahnya menuju tempatnya menunggu bis maupun angkot yang lewat. Namun ketika ia sedang menunggu kendaraan umum, tiba-tiba saja Ryan lewat dan segera memberhentikan motornya.
"Kyra mau ke rumah Bella," ucap Kyra.
"Kakak anter ya," ucap Ryan menawarkan tumpangan kepada adik semata wayangnya itu.
"Ok deh, itung-itung menghemat ongkos," ucap Kyra tersenyum karena senang Ryan bersedia mengantarnya pergi ke rumah Bella.
"Huh dasar, giliran gratisan senyum-senyum," ucap Ryan menggelengkan kepalanya.
Kyra pun di antar oleh Ryan menuju rumah sahabatnya tersebut. Namun ketika mereka telah sampai di depan rumah Bella, tiba-tiba saja tak jauh dari rumah Bella terlihat Agatha sedang berdiri dengan motor yang di parkiran di sampingnya. Agatha nampak sedang berusaha menyalakan motor tersebut, namun motor tersebut tak kunjung menyala.
"Dek, bukanya itu teman kamu yang namanya Agatha," ucap Ryan menatap ke arah Agatha.
"Iya dia Agatha, sedang apa dia disini ya," ucap Kyra heran yang juga menatap ke arah Agatha bediri.
"Kayaknya motor dia ga nyala deh... kamu masuk sekarang ke rumah Bella, kakak mau bantu dia dulu," ucap Ryan memarkirkan motornya, lalu segera menghampiri Agatha.
Agatha tampak kesal dengan motornya yang tak mau menyala. Ia nampak sudah hampir menyerah untuk menyalakan motornya tersebut.
"Motornya ga mau nyala ya," ucap Ryan menghampiri Agatha.
Agatha yang tampak fokus dengan motornya cukup terkejut ketika suara Ryan terdengar di telinganya.
"Hah, i...ya ga nyala," ucap Agatha terkejut lalu seketika menjawab dengan terbata-bata sembari menatap Ryan.
"Mau aku antar ke bengkel, di daerah sini ada bengkel temanku," ucap Ryan menawarkan bantuan.
"I...ya mau," ucap Agatha merasa gugup.
...****************...
Sementara Kyra yang ingin mencurah isi hatinya itu segera memasuki gerbang rumah Bella dan segera mengetuk pintu rumah sahabatnya tersebut.
"Permisi," ucap Kyra.
"Eh Kyra udah sampai juga, ayo masuk," ucap Bella ketika membuka pintu rumahnya itu.
Kyra pun langsung memasuki rumah Bella.
"Kamu tunggu di kamar ku dulu ya... aku mau nyiapin minum sama cemilan," ucap Bella.
Kyra lalu memasuki kamar sahabatnya itu dan segera duduk di tempat tidur milik sahabatnya tersebut. Lalu tak berselang lama Bella pun kembali menghampiri sembari membawa sebuah minuman dan cemilan.
"Udah lama kamu ga main ke rumahku... seneng deh akhirnya kamu kesini, jadi aku ga jenuh," ucap Bella sembari menyimpan minuman dan makanan tersebut di atas meja.
"Hm iya... aku juga kesini sekalian refresing hehe," ucap Kyra sembari tertawa kecil.
Kyra dan Bella pun memulai mengobrol, namun Kyra tampak gugup untuk membicarakan masalahnya.
"Bel aku mau cerita... Temennya kakak aku lagi suka sama seseorang, tetapi orang yang di sukainya masih deket sama mantanya, menurut kamu itu menjengkelkan ga," ucap Kyra berbohong karena ragu dan malu untuk berkata jujur.
"Iya sih jengkel... hm, tapi itu cerita teman kakak kamu atau cerita kamu sendiri," ucap Bella menatap Kyra dengan serius seakan mencurigai sahabatnya itu.