
Saat kyra sudah selesai membalut lukanya, kemudian ia keluar dari kamarnya untuk ikut bergabung bersama yang lainnya di halaman yang berada di belakang Vila. Saat itu Bella tampak panik ketika melihat tangan dan kaki Kyra di balut plester.
"Kyra kamu kenapa? tangan dan kakimu kenapa bisa di balut plester sih?" tanya Bella panik.
"Tadi saat di dapur aku mecahin piring dan akhirnya terluka deh," jawab Kyra memegang pundak sahabatnya yang tampak panik itu.
"Kamu terluka kenapa ga manggil aku sih," ucap Bella yang semakin khawatir.
"Ngapain harus manggil kamu, lagian cuma terluka sedikit ko," ucap Kyra tersenyum.
"Duh tapi..." ucap Bella yang seketika terhenti ketika Kyra menempelkan jari telunjuknya di bibirnya. "Stttt ga apa-apa ga usah panik, mending kita duduk disana," ucapnya menunjuk kursi kosong.
Kyra ikut bergabung bersama dengan yang lainnya untuk menyantap beberapa hidangan yang sudah tersedia di meja. Namun ketika Kyra hendak duduk, matanya tertuju ke arah tempat Davin dan Agatha berada. Ketika yang lainnya kumpul hanya Davin dan Agatha lah yang duduk terpisah. Keduanya tampak asik mengobrol di dekat kolam renang, bahkan keduanya tampak asik tertawa dengan obrolannya. Melihatnya pun membuat hati Kyra sakit. Tak ingin berlama-lama menyaksikannya, Kyra melangkahkan kakinya dari tempat tersebut.
"Mau kemana?" tanya Bella sembari memegang pergelangan tangan Kyra.
"Sepertinya aku meninggalkan ponsel ku di kamar, jadi aku mau ngambil ponsel dulu," ucapnya dengan kedua mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
...****************...
Setengah jam telah berlalu, namun Kyra tak kunjung juga kembali. Bella pun lalu pergi ke kamar untuk menyusul sahabatnya itu. Namun ketika ia sampai di kamar, ruangan tersebut tampak kosong. Bella lalu menyusuri setiap ruangan yang ada di vila. Namun Kyra tak juga di temukan, kemudian ia mencoba menelpon sahabatnya itu. Beberapa kali Bella menelpon, Kyra tak juga mengangkat ponselnya. Bella semakin khawatir dengan sahabatnya itu. Sembari menelpon Bella kembali ke kamar, dan pada saat ia sampai di pintu kamar suara dering dari ponsel Kyra terdengar. Bella lalu segera membuka pintu kamar tersebut. Saat pintu kamar itu di buka, hanya ada ponsel Kyra saja yang terus berdering.
"Kemana sih dia," gumam Bella yang semakin khawatir terhadap sahabatnya itu.
Bella lalu segera kembali ke belakang vila untuk memberitahu yang lainnya tentang Kyra yang menghilang.
"Kyra... Kyra," ucap Bella dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Kyra kenapa yank? ko kamu ngos-ngosan gitu," ucap Ludy heran.
"Kyra ga ada vila, tadi aku udah cari di seluruh vila tapi ga ketemu juga, aku cuma nemuin ponselnya aja di kamar. Gimana nih, dia kan ga tau wilayah ini, aku takut dia ga tau jalan," ucap Bella panik yang kemudian menangis.
Davin tampak terkejut mendengar cerita Bella tersebut, "Hah, terakhir sebelum dia pergi, dia bilang apa?" tanyanya panik.
"Tadi dia bilang mau ngambil ponselnya di kamar, tapi pas aku susul dia ga ada."
Seketika Davin pun berlari keluar dari vila tersebut untuk mencari Kyra. Ia menyusuri setiap tempat terdekat yang berada di vila tersebut. Tak berselang lama ia mencari, akhirnya ia menemukan Kyra yang sedang terduduk di pantai sembari menatap lautan.
"Hei, harusnya kamu bilang kalau mau keluar," ucap Davin menarik lengan Kyra.
Kyra melepas paksa lengannya dari genggaman Davin, "lepasin! aku masih mau disini."
"Kamu tau tidak, yang lainnya panik dan khawatir nyariin kamu. Susah payah aku nyariin kamu, kamu malah ngeyel kayak anak kecil," bentak Davin.
Seketika Kyra pun menundukan kepalanya dan perlahan menangis tersedu-sedu.
"Aku benci kamu, aku benci kamu bersikap dingin, aku juga ga suka kamu dekat dengan wanita lain. Kamu tahu tidak hatiku sakit ketika kamu lebih peduliin kak Githa di bandingkan aku, dan aku tak mengerti dengan perasaan yang menjengkalkan ini," ucap Kyra menunduk tanpa berani menatap Davin.
Seketika Davin pun menarik lengan Kyra, mendekatkan tubuhnya, lalu memegang erat kedua pipinya, dan dengan paksa ia mencium bibir wanita yang tengah menangis itu. Kyra tampak terkejut ketika bibirnya mulai di mainkan oleh Davin. Kyra pun berusaha melawan untuk melepaskannya, namun cengkramannya terlalu kuat hingga sulit untuk di lepaskan. Dan dengan terpaksa ia pun berhenti melawan, menutup kedua matanya mengikuti gerakan bibir yang di mainkan pria yang membuatnya menangis hari ini.
Kedua pipi Kyra memerah setelah berciuman dengan Davin. Ia menelan salivanya dan kedua matanya terus menatap Davin. Perempuan polos itu masih merasa terkejut dan tak menyangka dengan apa yang dilakukannya dengan Davin barusan. Kyra berjalan mundur 3 langkah dari hadapan Davin, yang seketika menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "Berhenti! jangan dekati aku," ucapnya panik.
Davin tersenyum melihat Kyra yang tiba-tiba menjauh sembari menutup mulutnya.
"Karena kita sudah melakukan itu, jadi aku harus tanggung jawab. Ayo kita balik ke vila dan umumkan hari jadi kita kepada teman-teman," ucap Davin menarik lengan Kyra.
"Jangan!" ucap Kyra yang seketika menghentikan langkahnya.
"Hah kenapa?" tanya Davin heran.
"Ok hari ini kita jadian, tapi aku ga mau yang lain tau."
"Kenapa yang lain ga boleh tau?" tanya Davin kembali.
"Mending kita duduk dulu disini sambil liat laut. aku bakal ceritain tentang semuanya, tentang alasan waktu itu aku nolak kamu," ucap Kyra tersenyum.
Sembari melihat pemandangan laut di malam hari, Kyra menceritakan alasan ia harus menyembunyikan hubunganya kepada yang lain terutama kepada Gio.
"Oh jadi itu alasan kamu nolak aku, pantes aja dia suka ketus kalau aku deket sama kamu. Taunya dia demen sama kamu," ucap Davin.
"Iya pokonya jangan sampai yang lain tau dulu, sebelum aku siap bilang sama Gio kalau aku pacaran sama kamu," tegas Kyra.
"Iya siap sayang," ucap Davin mencubit pipi Kyra.
"Idih kenapa bilang sayang sih," ucap Kyra dengan wajah yang memerah.
"Kamu harus terbiasa di bilang sayang, kan kita pacaran."
"Iya pacaran, tapi awas keceplosan bilang sayang di depan orang-orang, aku tepuk mulut kamu," ucap Kyra mengancam.
"Siap sayang," ucap Davin menggoda, lalu tiba-tiba ia berdiri sembari berteriak kegirangan. "Akhirnya gue pacaran sama cewe paling cantik di muka bumi."
"Stttt jangan teriak-teriak nanti kedengaran sama yang lain gimana," ucap Kyra panik.
"Ga usah panik gitu yank, lagian mereka ga bakal denger karena kebisingan sama suara ombak.
"Hm iya deh. Kita balik ke vila sekarang yu, takutnya mereka makin khawatir karena kita kelamaan disini," ucap Kyra berdiri.
Kyra dan Davin pun kembali ke vila, saat kembali semuanya tampak panik menatap Kyra.
"Kamu dari mana sih? tanya Bella dengan mata sembabnya.
"Hm, aku habis dari pantai. kamu habis nangis Bel?" ucap Kyra bertanya balik.
"Iya, kamu pergi ga bilang-bilang. aku takut kamu tersesat, kamu kan ga tau wilayah ini."
"Stttt udah-udah jangan di ajak ngobrol mulu dia belum makan," ucap Davin menarik lengan Kyra dan membawanya ke meja makan.