My Original Love

My Original Love
BAB 8 HARI PERTAMA BERTEMAN (part1)



Pada pagi hari Davin datang ke rumah Kyra, namun pada saat itu Kyra masih tertidur lelap di kamarnya.


"Kyra bangun," Sahut ibu Kyra.


"Ah apa sih ini masih jam 6, hari ini kan hari minggu Kyra masih ngantuk," Ucap Kyra sembari mengucek matanya.


"Di depan ada teman kamu, katanya mau ngajak kamu lari pagi," Ujar ibu Kyra.


"Siapa sih bu."


"Sudah cepat mandi dan ganti baju, nanti kamu samperin sendiri orangnya, dia sudah nungguin kamu dari tadi," Ucap ibu Kyra sembari melangkah pergi.


Kyra pun lalu segera mandi dan langsung memakai setelan olahraga. Setelah semuanya siap, Kyrapun lalu pergi ke ruang tamu.


Kyra hanya berpikir bahwa teman yang mengajaknya lari pagi itu Bella. Namun sesampainya Kyra di ruang tamu Kyra cukup terkejut, dengan teman yang di maksud ibunya itu bukan Bella melainkan Davin.


"Yah kenapa malah Davin sih," ucap batin Kyra.


"Pagi Kyra" sapa Davin.


"Pa...pagi."


"Ayo!" ucap Davin sembari menarik tangan Kyra.


"Tidak usah pegang tangan aku deh," ucap Kyra sembari melepaskan gengaman Davin.


"Oh baiklah."


Lalu merekapun pergi berlari mengelilingi komplek hingga ke lapangan tempat olahraga. Namun pada saat mereka berlari tiba-tiba suara dari perut Kyra berbunyi.


"Kruk"


"Tunggu sebentar!" Ucap Davin sembari menghentikan lariannya.


"Kenapa berhenti?" tanya Kyra.


"Tadi aku mendengar suara perut yang keroncongan, kamu tunggu sebentar disini, aku mau beli makanan dulu," ucap Davin sembari pergi meninggalkan Kyra.


"ah.. iya," ucap Kyra dengan raut wajahnya yang memalu.


Sembari menunggu Davin, Kyrapun lalu duduk di bawah pohon. Namun tak lama Kyra menunggu Davin, Kyra melihat Gio datang hanya melewati tanpa menyapanya. Kyrapun lalu memanggil Gio, "Gio tunggu!."


Langkah Giopun terhenti, lalu ia menengok ke arah Kyra. Namun raut wajah Gio masih saja tampak kesal, seakan marahnya terhadap Kyra masih saja belum reda.


"Gio yang kemarin aku minta maaf, karena aku memang harus benar-benar pergi bersama Davin" Ucap Kyra.


"Iya" jawab Gio dengan dingin.


"Kalau gitu, kamu tidak akan marah lagi."


Namun di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba Davin datang menghampiri Kyra dan Gio.


"Kyra ini aku bawa roti sama susu buat kamu," ucap Davin sembari menyodorkan makananya.


Dan raut wajah Gio semakin kesal ketika Davin datang menghampiri. Gio merasa tidak nyaman melihat Kyra bersama Davin, hingga ia pergi meninggalkan tempat tanpa berucap sepatah kata.


"Gio tunggu! kenapa kamu pergi begitu saja," ucap Kyra sembari memegang lengan Gio.


Langkah Giopun terhenti karena lengannya yang di genggam oleh Kyra. "Maaf Kyra sepertinya aku sedang terburu-buru, aku ada urusan yang harus di selesaikan sekarang," ucap Gio sembari melepaskan genggaman Kyra lalu melangkah pergi menjauh.


"Apa Gio benar-benar memaafkanku," gumam Kyra dalam hatinya.


Tatapan Kyra terus saja berfokus melihat ke arah punggung Gio yang berjalan pergi menjauh dari hadapanya.


Raut wajah Kyra sangat muram dan air di matanya seperti akan menetes. Melihat raut wajah Kyra yang bersedih, Davinpun lalu memegang kedua tangan Kyra, dengan senyuman yang manis.


"Hei kenapa jadi cemberut gitu sih, kalau cemberut kan jadi jelek," ucap Davin sembari mengelus-ngelus pipi Kyra.


Air di kedua bola mata Kyra semakin penuh, hingga ia tak sanggup untuk menahannya lalu menetes membasahi kedua pipinya.


Melihat Kyra menangis, Davinpun memeluk erat tubuh Kyra untuk menenangkannya, "Stttt... tenang Kyra, aku yakin kamu dan Gio pasti baikan lagi jadi kamu tidak usah menangis," ucap Davin sembari menepuk lembut punggung Kyra.


"Nah sekarang kamu sudah tenang, kita makan dan duduk di bawah pohon itu yu," ucap Davin sembari mengelap pipi Kyra yang basah oleh air mata.


Pada saat Kyra dan Davin makan, suasanapun terasa hening tanpa sepatah kata yang mereka ucapkan. Di keheningan tersebut Davin berpikir, bahwa ia merasa bersalah atas permasalahan yang menimpa Kyra.


"Apa aku harus menjauhi Kyra, agar hubungan Kyra dan Gio bisa baik kembali," ucap batin Davin.


Tatapan Davin sangat kosong, ia terus saja melamun dan memikirkan masalah Kyra dan Gio yang terus saja bertengkar karenanya. Karena Davin terus saja melamun, Kyraoun lalu bertanta kepada Davin.


"Vin kamu lagi mikirin apa?" tanya Kyra.


"Hm... bukan apa-apa," ucap Davin sembari tersenyum tipis melihat ke arah wajah Kyra.


Pada saat Davin melihat wajah Kyra, tiba-tiba Davin tersenyum menahan tawa karena melihat Kyra yang makan belepotan. Davinpun lalu mengelap lembut bibir Kyra menggunakan tangannya dan berkata "Maaf Kyra."


Suasanapun mulai hening kembali, kedua mata Kyra menatap penuh mata Davin dan jantungnya berdetak sangat cepat, lalu suasana merekapun sangat canggung. Karena suasananya semakin canggung, Davinpun lalu melanjutkan pembicaraanya.


"Kyra mulai sekarang aku akan menjauhimu! maafkan aku, karena aku kamu jadi bertengkar dengan Gio," ucap Davin dengan raut wajahnya yang begitu sedih.


"Ah... iya," ucap Kyra dengan canggung.


"Nah sekarang, ayo kita pulang." Ucap Davin sembari berdiri dan munjulurkan tangannya kepada Kyra.


Davin pun lalu mengantar Kyra pulang, Namun di sepanjang perjalanan suasana mereka sangat hening tak ada obrolan di antara mereka, di tambah sikap Kyra yang sangat canggung terhadap Davin.


Lalu pada saat di tengah perjalan, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menangis karena terjatuh dari sepedanya. Davinpun lalu membantu anak tersebut berdiri, dan ia juga membantu menenangkan anak kecil tersebut agar tak menangis.


sembari berjongkok di hadapan anak kecil tersebut, Davinpun menenangkan anak tersebut dengan ucapanya yang lembut "Anak laki-laki itu harus kuat, tidak boleh menangis, kalau cengeng nanti tidak ada yang suka sama kamu."


Melihat Davin menenangkan anak kecil tersebut, Kyra tampak kagum terhadap sikap Davin yang sangat lembut dan perhatian terhadap anak tersebut. Saking fokusnya melihat Davin tiba-tiba jantung Kyra berdebar-debar seakan terpana terhadap sikap Davin.


"Deg"


"Ya tuhan ada apa dengan jantungku ini," gumam Kyra dalam hantinya.


...****************...


Lalu setelah anak tersebut merasa tenang, Davin dan Kyrapun mengantar anak tersebut untuk pulang. Setelah mengantar anak tersebut pulang ke rumahnya, lalu giliran Davin mengantar Kyra pulang ke rumahnya.


Sesampainya Davin dan Kyra di depan rumah, tampak ibu dan ayah Kyra sedang bersantai di kursi teranya sembari meminum teh.


"Pagi Om, pagi tante, Davin sudah mengantar Kyra dengan selamat, kalau begitu Davin mau pamit pulang," ucap Davin sembari mencium tangan kedua orang tua Kyra.


"Kenapa buru-buru mau pulang, mending kita minum teh dulu," ucap ibu Kyra.


"Maaf sekali tante, sepertinya Davin harus menolak ajakan tante... Davin mau langsung pulang kerumah dan langsung mandi, karena baju Davin basah karena keringat."


"Oh iya tidak apa-apa, nanti kapan-kapan saja kita minum teh bareng," ucap ibu Kyra.


"Hm iya tante, kalau gitu Davin pamit pulang sekarang," ucap Davin sembari melangkah pergi.


Tak lama Davin pergi, Kyra mengingat perkataan Davin yang akan menjauhinya. Perasaan Kyra seakan sangat bersedih atas ucapan Davin tersebut dan perasaannya seperti berkata tak ingin Davin jauh darinya.


Perasaan baru yang tak di mengerti olehnya dan detakan jantung yang terasa aneh ketika bersama Davin, seakan Kyra ingin mengatakan bahwa Kyra tak ingin menjauh dari Davin. Sebelum Davin pergi jauh, Kyra lalu berlari mengejar Davin.


"Davin tunggu," teriak Kyra memanggilnya.


Langkah Davinpun terhenti, dan iapun lalu berbalik ke arah belakang.


"Davin kamu tidak harus menajuhiku, kita bisa berteman" Ucap Kyra dengan nafas yang terengah-engah.


"Tapi Gio, pasti tidak akan suka jika kita berteman."


"ssttt... aku akan membujuk Gio, supaya kamu dapat berteman denganku maupun berteman dengan Gio" ucap Kyra sembari menutup bibir Davin dengan jari telunjuknya.


"Hm...baiklah," ucap Davin dengan perasaannya yang bahagia.


"Tapi ingat yah! kalau kita cuma berteman saja tidak lebih, mulai sekarang kita berteman," ucap Kyra sembari menjulurkan tangannya.


Lalu mereka pun bersalaman dan sepakat untuk menjalin pertemanan