
"Kring...
Bel istirahat telah berbunyi, Kyra dan Bella segera memasukan semua buku dan alat tulisnya ke dalam tas.
"Mau ke kantin sekarang?" tanya Bella berdiri dari tempat duduknya itu.
"Kamu duluan saja, aku mau ngerjain PR matetika dulu... kalau sempat nanti aku nyusul kesana," ucap Kyra.
"PR matematika kan di kumpulkannya minggu depan, kenapa di kerjakan sekarang... mending ayo kita ke kantin sekarang," bujuk Bella menarik lengan Kyra untuk berdiri dari tempat duduknya.
"Aku mau ngerjainnya sekarang biar nanti di rumah bisa istirahat... kalau mau ke kantin kamu duluan saja nanti aku nyusul," ucap Kyra melepaskan lengan Bella lalu kembali duduk di kursinya.
"Hm baiklah, dasar anak rajin... awas lapar nanti ga bakal konsentrasi loh ngerjainnya," ucap Bella lalu melangkah pergi keluar kelas.
"Aku ga bakalan lapar tadi pagi sarapanku banyak," ucap Kyra mengeraskan suaranya.
Kyra lalu melanjutkan menulisnya, kelas tampak sepi karena semua murid sedang beristirahat keluar dari kelasnya. Suasana yang sepi membuat Kyra berkonstrasi mengerjakan tugas tersebut.
Lalu tiba-tiba Davin datang sembari meletakan sekantong makanan di atas buku tempat Kyra mengerjakan tugasnya.
"Kenapa kamu tidak ke kantin... memangnya kamu ga lapar," ucap Davin.
"Engga! Vin kenapa kamu nyimpan ini disini sih, jadi kan tugasku kecoret," ucap Kyra menunjukan kantong makanan yang di letakan oleh Davin di atas bukunya.
"Biar kamu berhenti ngerjain tugasnya... aku bawain cemilan buat kamu karena kamu belum makan siang," ucap Davin.
"Aku belum lapar, aku mau selesaikan dulu tugasnya dulu... jadi kamu jangan ganggu aku," ucap Kyra sembari menghapus coretan di bukunya. Lalu tiba-tiba suara dari perut Kyra berbunyi.
"Kruk... Kruk...
Wajah Kyra memerah setelah suara perutnya berbunyi. Namun Kyra masih saja fokus menulis tanpa menoleh sedikit pun, seakan memalingkan wajahnya dari Davin.
"Kayaknya cacing-cacing di perutnya mulai manggil nih," sindir Davin sembari tersenyum menertawakan Kyra.
Kyra lalu menoleh menatap Davin.
"Kamu senyum-senyum ngetawain aku ya," ucap Kyra yang malu karena Davin menertawakannya. Kyrapun lalu menutup wajah Davin dengan telapak tanganya.
"Iya aku ga bakal ketawain kamu... tapi kamu harus makan dulu cemilan yang aku bawa," ucap Davin yang wajahnya masih di tutupi oleh Kyra.
"Iya.. iya aku makan," ucap Kyra membuka botol minuman di kantong kresek tersebut, lalu meminumnya seteguk. Setelah itu kembali mengerjakan PR tersebut.
"Itu baru minum belum makan," ucap Davin.
"Kalau sambil makan nanti aku ga konsentrasi ngejainnya," ucap Kyra yang masih fokus mengerjakan tugasnya.
Davin lalu membukan cemilan dan segera menyodorkan makanan tersebut ke arah mulut Kyra "Nih makan biar aku suapin saja."
"Aku bisa makan sendiri ga perlu di suapin," ucap Kyra mengambil makanan dari tangan Davin lalu memakannya.
"Kenapa di ambil pakai tangan, aku kan mau nyuapin kamu," ucap Davin sedikit kesal karena tak berhasil menyuapi Kyra.
Davin pun lalu mengambil kembali satu biji snek untuk menyuapi Kyra.
"Kali ini harus berhasil... aaa pesawat terbang mau melandas nih," ucap Davin menyodorkan cemilan tersebut ke arah mulut Kyra.
"Davin aku bukan anak kecil loh," ucap Kyra tersenyum, menertawakan tingkah laku Davin.
Kyra lalu mencoba kembali mengambil makanan di tangan Davin. Namun Davin berusaha menghindarkannya, sebelum ia berhasil menyuapi pujaan hatinya itu.
"Etss ga kena... aku kan sudah bilang mau nyuapin kamu," ucap Davin.
"Iya deh terserah kamu... tapi setelah ini kamu jangan suapi aku dulu, sebelum aku selesaikan dulu satu soal," ucap Kyra.
"Ok bos... nah makan ya," ucap Davin menyuapi Kyra.
Setelah di suapi satu biji snek, Kyra pun kembali mengerjakan tugasnya itu. Davin menatap fokus Kyra yang sedang mengerjakan tugasnya itu, sembari berulang bertanya.
"Vin kalau kamu nanya terus, gimana aku mau konsentrasi... yang ada aku ga bakal selesai satu soal pun," ucap Kyra fokus mengerjakan tugasnya tanpa menatap Davin.
"Iya deh aku ga bakal ngomong lagi sebelum kamu selesaikan satu soal," ucap Davin.
Kyra pun lalu melanjutkan kembali mengerjakan PR tersebut. Setelah Kyra selesai satu soal, Davin pun kembali menyodorkan satu biji snek ke arah mulut Kyra.
"Nah udah beres.... buka mulutnya aaa," ucap Davin menyodorkan snek ke arah mulut Kyra.
Namun Kyra tak membuka mulutnya sedikit pun. Kyra hanya tersenyum sembari menahan tawa karena melihat tingkah laku Davin yang menyuapinya seperti anak kecil.
"Ko malah senyum sih... cepat buka mulutnya," ucap Davin yang masih menyodorkan snek tersebut ke arah mulut Kyra.
"Davin aku masih punya tangan, aku makan sendiri saja," ucap Kyra sembari berusaha mengambil snek tersebut di tangan Davin, namun Davin terus menghindarkan snek tersebut dari tangkapan Kyra.
"Aku maunya nyuapin kamu...Please aku suapin ya," paksa Davin yang membujuk.
"Iya... iya deh, tapi satu kali ini saja ya," ucap Kyra lalu memakan snek tersebut dari suapan Davin.
Lalu ketika Kyra di suapi oleh Davin, tiba-tiba Gio dan Bella datang menghampiri sembari membawa sekantong makanan yang di bawa oleh Gio.
Gio berniat memberikan makanan tersebut kepada Kyra. Namun setelah melihat Kyra di suapi oleh Davin, Gio merasa ragu untuk memberikannya. Lalu ia pun segera menyembunyikan kantong makanan tersebut di belakang punggungnya
"Kamu bawa apa Gio?" tanya Kyra.
"Hm, bukan apa-apa," ucap Gio yang ragu untuk memberikan makanan tersebut kepada Kyra.
"Itu kayak kresek yang berisi makanan... pasti buat aku kan," ucap Kyra sembari berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil kantong makanan tersebut dari tangan Gio.
"Iya itu buat kamu dari Gio...karena kamu belum makan siang, jadi Gio membelikan cemilan buat kamu," pungkas Bella.
"Tapi Kyra udah aku kasih makan siang... harusnya kamu ga perlu repot-repot," lontar Davin.
"Ga apa-apa ko, lagian aku ga bakal nolak pemberian dari Gio," ucap Kyra memegang kantong makanan yang di bawa oleh Gio.
Gio merasa tenang setelah Kyra menerima pemberiannya itu. Namun ia merasa kesal dan cemburu terhadap Davin yang menyuapi Kyra. Gio terdiam membisu dengan tatapan kosong seakan menahan amarahnya itu.
"Kring.... kring....
Lalu bel pertanda masuk pun berbunyi.
"Belnya udah bunyi... cepat kalian balik ke kelas," ucap Kyra.
"Gurunya belum datang... aku masih mau disini," ucap Davin.
"Kalau kamu disini kamu bakal terus gangguin aku," ucap Kyra sembari menarik lengan Davin menuju pintu.
Setelah Davin berada di depan pintu, Davin lalu memegang erat kedua tangan Kyra.
"Lepasin Vin," ucap Kyra yang berusaha melepaskan pegangan dari tangan Davin.
"Aku masih mau sama kamu," ucap Davin menatap wajah Kyra.
"Davin lepasin aku," ucap Kyra kesal sembari berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Davin.
Lalu Gio datang menghampiri sembari melepaskan tangan Kyra dari genggaman Davin.
"Dia bilang lepasin, lu ga dengar," ucap Gio.
"Eh ko lu ikut campur sih," ucap Davin kesal.
"Ga usah berantem... cepat kalian balik ke kelas," lontar Kyra.
"Iya... iya aku balik ke kelas," ucap Davin yang masih kesal terhadap Gio lalu melangkah pergi menuju kelasnya.