
"Untuk semua laki-laki semuanya push up 30 kali dan untuk perempuan skot jump sebanyak 20 kali," ucap guru piket untuk menghukum semua murid yang telat di hari itu.
Semua murid yang telat termasuk Kyra, Davin, dan Gio, harus menjalankan hukuman tanpa menolak maupun mengeluh.
Hukuman yang di berikan guru piket tak hanya push up maupun skot jump saja, akan tetapi ada hukuman lagi untuk membuat para murid jera telat masuk sekolah.
"Baiklah jika semua sudah selesai melakukan hukuman pertama, semuanya berlari mengelilingi lapangan sebanyak 5 keliling," ujar guru piket tersebut dengan tegas.
"Yah pak hukumannya masih belum cukup juga," keluh Davin dengan nafasnya yang terengah-engah.
"Kalau kamu mengeluh terus, saya tambahkan lagi hukumannya mau!" ucap guru piket tersebut.
"Engga deh pak, saya akan terima dengan senang hati hukuman dari bapak," ucap Davin dengan penuh semangat karena takut jika hukumannya di tambahkan.
Para muridpun mengikuti perintah guru piket untuk berlari mengelilingi lapangan olahraga tersebut. Lalu ketika Kyra berlari satu putaran, tiba-tiba Davin menarik tas Kyra.
"Sini aku bawa tasnya," ucap Davin sembari menarik tas yang di bawa Kyra.
"Ah tidak usah Vin, aku bisa bawa tasnya sendiri," ucap Kyra sembari memegangi tasnya.
"Kyra tadi kamu sudah skot jump dan sekarang lari, aku takut nanti badan kamu pegal-pegal, jadi biar lebih ringan mending tas kamu biar aku bawa," ucap Davin dengan khawatir.
"Oh iya deh," ucap Kyra sembari menyodorkan tasnya.
Namun ketika Davin hendak memegang tas Kyra, tiba-tiba Gio lari menghampiri dan merebut tas yang di sodorkan Kyra kepada Davin. "Aku saja yang bawa," ucap Gio mengambil tas Kyra lalu berlari menjauh.
Tak terima dengan sikap Gio yang tiba-tiba merebut tas Kyra. Davinpun lalu berlari mengejar Gio untuk merebut tasnya.
"Woy tunggu," teriak Davin sembari berlari mengejar Gio.
Davin berlari dengan sangat cepat agar ia segara sampai menyusul Gio. Hingga Davin berhasil menyusul Gio, Davinpun lalu menarik tas Kyra yang di bawa oleh Gio.
Davin menarik tas Kyra dari Gio, namun Gio mengenggam tas Kyra cukup kuat sehingga membuat Davin kesulitan untuk merebutnya. Sampai membuat mereka saling berebut merebutkan tas Kyra.
"Haduh mereka rebutan dan bertengkar kembali," gumam Kyra.
Melihat Davin dan Gio saling berebut, Kyrapun lalu menyusul mereka untuk melerainya.
"Aku tidak butuh bantuan kalian, aku bisa bawa tasnya sendiri," ucap Kyra dengan kesal sembari mengambil tas yang Davin dan Gio perebutkan, lalu menginjak kaki Davin dan Gio bergantian.
"Aw sakit Kyra," ucap Davin dan Gio serentak.
"Itu pelajaran buat kalian karena dari tadi kalian terus saja bertengkar," ucap Kyra dengan sinis lalu kembali berlari mengelilingi lapangan.
Tak lama Kyra, Davin dan Gio berlari, akhirnya mereka selesai menyelesaikan hukuman yang di berikan oleh guru piket. Merekapun pergi memasuki kelasnya masing-masing.
Ketika Kyra hendak memasuki kelasnya, pelajaran pertama telah usai. Kyra hanya pasrah tak bisa mengikuti pelajaran pertama.
"Darimana saja sih?" tanya Bella.
"Tadi aku telat dan harus di hukum dulu oleh guru piket," jawab Kyra yang kelelahan karena menjalani hukuman.
"Uhh... kasian banget sudah telat di hukum pula, ya sudah mending kita ganti baju dulu yu, soalnya sekarang pelajaran olahraga." ajak Bella.
Kyrapun mengeluarkan pakaian olahraganya di dalam tas lalu pergi menuju toilet untuk mengganti pakainya. Namun ketika Kyra hendak keluar dari kelasnya, tiba-tiba Davin datang menghampiri sembari menyodorkan sebotol minuman.
"Nih ambil, kamu pasti capek dan haus setelah menjalankan hukuman," ucap Davin menyodorkan minuman kepada Kyra.
"Sudah ambil, tak perlu tahu aku dapat minuman darimana yang penting kamu tidak kehausan," ucap Davin meyodorkan minumannya ke tangan Kyra.
"Hm iya terima kasih," ucap Kyra sembari terseyum mengambil minuman yang Davin berikan.
Davinpun salah tingkah ketika Kyra mengambil minuman yang di berinya sembari terseyum. Hingga ia berjalan mundur untuk melangkah pergi, lalu tanpa sadar ia menabrak tong sampah di belakangnya.
"Eitss, salah langkah," ucap Davin malu karena menabrak tong sampah."
"Makanya jalan tuh lihat ke depan," teriak Bella.
Kyrapun lalu tertawa melihat tingkah laku Davin yang terlihat konyol karena berjalan mundur tanpa melihat tong sampah di belakangnya. Membuat Davin semakin malu karena Kyra telah mentertawainya.
Lalu setelah Davin pergi, Kyra dan Bella melanjutkan berjalan menuju toilet untuk mengganti pakaianya. Setelah pakaian telah berganti, Kyra dan Bellapun segera pergi ke lapangan olahraga.
Di lapangan tak hanya murid kelas 11 IPA 1 saja yang melaksanakan pelajaran olahraga, akan tetapi murid kelas 11 IPS 2 termasuk Davin juga melaksanakan olahraga.
"Ok anak-anak semuanya berkumpul lalu berbaris menjadi 8 barisan, karena kita akan melakukan pemanasan terlebih dahulu," teriak guru olahraga.
Semua muridpun berkumpul membentuk barisan, lalu melakukan pemanasan mengikuti arahan dari guru olahraga.
Ketika Kyra melakukan pemanasan, tiba-tiba kepala Kyra merasakan pusing. Namun Kyra menahanya dan tetap melajutnya pemanasan, hingga padangannya perlahan mulai memudar dan rasa pusing di kepalanya sudah tak tertahankan. Akhirnya Kyrapun tumbang tergeletak tak sadarkan diri.
Semua murid dan guru olahragapun sontak terkejut ketika Kyra tergeletak tak sadarkan diri. Lalu Davin segera menghampiri Kyra yang tergeletak.
"Kyra...Kyra," panggil Davin sembari terduduk menepuk pipi Kyra.
"Sepertinya Kyra pingsan, ayo bawa Kyra ke ruangan UKS," ucap guru olahraga.
"Baik pak," ucap Davin sembari memangku Kyra lalu membawanya ke UKS.
Dan tak lama Kyra berada di UKS, akhirnya Kyrapun sadar dari pingsannya. Pada saat Kyra membukakan matanya, di samping ranjang yang ia tempati telah ada Bella yang menemaninya.
"Akhirnya sadar juga, ayo minum dulu," ucap Bella sembari menyodorkan segelas air putih.
"Iya terima kasih Bel," ucap Kyra sembari mengambil segelas air yang Bella sodorkan lalu meminumnya.
Setelah Kyra selesai meminum segelas air putih, Davin dan Giopun datang ke UKS menghampiri Kyra sembari membawa roti dan sebotol minuman.
"Kyra makan dulu, kamu tadi pasti kecapean makanya kamu pingsan," ucap Davin dengan cemas sembari menyodorkan roti dan sebotol minuman di genggamannya.
"Kyra mendingan kamu makan, makanan yang aku bawa," ucap Gio yang tak mau kalah dari Davin.
Melihat Davin dan Gio yang hanya memberi makanan kepada Kyra, membuat Bella iri karena ia juga tak sempat beristirahat dan makan di katin.
"kenapa cuma Kyra yang di beri makan, aku juga lapar tak sempat ke kantin karena nungguin Kyra," ucap Bella sembari merebut roti yang Gio sodorkan kepada Kyra.
"Hei itu buat Kyra bukan buat kamu, kalau kamu mau tinggal ambil saja yang punya Davin," ucap Gio dengan kesal.
"Ga mau! aku mau yang ini.... Vin yang punya kamu berikan kepada Kyra," ucap Bella sembari membuka bungkus roti lalu memakannya.
"Lah malah di makan," ucap Gio kembali kesal.
Kyrapun menerima roti dan minuman yang Davin berikan tanpa menolaknya. Davinpun merasa senang karena bisa menang dari Gio, namun Gio tampak kesal dan cemberut karena tak berhasil memberikan roti dan minuman kepada Kyra.
"Gara-gara Bella, Kyra jadi menerima makanan dari Davin," ucap batin Gio yang kesal.