My Original Love

My Original Love
BAB 10 PENJELASAN



Ketika pulang tiba, seperti biasa Davin selalu menunggu Kyra di depan kelas. Menunggu Kyra dengan wajah yang terseyum bahagia, karena untuk pertama kalinya Davin akan pulang bareng Kyra tanpa adanya penolakan seperti yang biasa Kyra lakukan kepada Davin.


Pada saat Kyra telah keluar kelasnya, Davin lalu menyapanya. "Hei Kyra" sapa Davin dengan senyumannya yang manis. Namun Kyra tampak muram, ia hanya menjawab sapaan Davin dengan senyuman terpaksa. Davinpun merasa heran dengan sikap Kyra yang tak seperti saat berbincang dengannya di kantin "Apa Kyra kembali tak suka jika aku akrab denganya," pikir Davin.


Kyra berjalan dengan wajah muram, ia terus saja memikirkan perkataan Agatha yang menjadi beban dalam pikirannya. Kyra hanya berjalan tanpa berkata sepatah katapun. Davinpun lalu menghentikan langkah Kyra sembari memegang lengan Kyra.


"Kyra apa ada sesuatu yang di pikirkan, wajahmu tampak muram," ujar Davin.


"Tidak Vin," ucap Kyra sembari melepaskan tangan Davin dari lengannya.


Lalu Bella menyela pembicaraan Davin dan Kyra dengan lantang. "Kyra tadi habis di jambak sama si wanita sialan, itu semua gara-gara kamu yang terus saja berusaha dekat dengan Kyra."


"Hah siapa yang telah berbuat keji seperti itu," ujar Davin dengan terkejut.


"Siapa lagilah wanita paling menyebalkan di sekolah ini selain Agatha, kamu pasti pria playboy yang dekat dengan banyak perempuan dan kamu mendekati Kyra bukan untuk berteman tetapi untuk kesenangan kamu saja," ucap Bella dengan mengerenyitkan wajahnya.


Lalu Bella menarik lengan Kyra dan segera berjalan cepat menjauhi Davin. "Ayo Kyra!"


"Tapi Bel," ucap Kyra dengan raut wajahnya tampak gelisah.


"Sudah ayo, kita pulang saja berdua."


Namun Davin merasa penasaran dan ingin mengetahui ceritanya dengan jelas. Iapun lalu menyusul Bella dan Kyra.


"Bella tunggu! kalian ceritakan dulu yang sebenarnya terjadi," ucap Davin sembari menghalangi langkah Kyra dan Bella.


"Mau aku jelasin dengan jelas hah, semuanya sudah jelas kalau kamu adalah penggangu yang buat Kyra banyak masalah, tak cuma masalah dengan Agatha tapi juga masalah dengan Gio, jadi lebih baik kamu jauhi Kyra," ucap Bella dengan langtang.


Lalu Kyrapun pergi meninggalkan Davin dengan tangan yang di tarik oleh Bella dan dengan raut wajah yang penuh gelisah sembari melirik ke arah Davin.


Setelah Davin mendengar perkataan Bella, Davin hanya terdiam tanpa melangkah, Davin tak bisa berkata sepatah kata apapun.


Ia hanya terdiam seperti merasa ada rasa bersalah atas kehadirnya. Lalu ketika ia terdiam, tiba-tiba Agatha datang menghampirinya sembari menggengam lengan Davin dengan kedua tanganya.


"Hei Davin," Ucap Agatha.


Namun Davin melepaskan genggaman Agatha dengan raut wajahnya yang berkerut dan mata yang melotot mengekspresikan bahwa ia benar-benar marah terhadap Agatha, lalu Davin menarik kasar Agatha ke arah belakang sekolah dan menanyai Agatha atas perbuatan kasarnya terhadap Kyra.


"Vin kamu kenapa kamu bawa aku kesini sih?" tanya Agatha dengan raut wajah yang penuh ketakutan.


"Kenapa kamu menjambak rambut Kyra?" tanya balik Davin sembari matanya yang melotot.


"Aku tak suka jika kamu dekat dengan Kyra," jawab Agatha.


Apa hak kamu melarangku berteman dengannya," bentak Davin.


"Aku tak suka saja jika kamu dekat dengan dia, vin kita itu sudah berteman sejak kecil tapi baru kali kamu lebih membela orang belum lama kamu kenal," ucap Agatha dengan matanya yang menahan tangis atas bentak Davin terhadapnya.


Melihat Agatha seperti akan menangis Davin meninggal Agatha sembari berkata "Jika kamu menyakiti Kyra lagi aku tak akan pernah memaafkanmu."


Pada saat Davin melangkah pergi, Agatha berkata dengan suara yang keras "Vin sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu, aku tak ingin hubungan kita hanya sekedar teman, aku ingin hubungan yang lebih."


Dalam perjalanan pulangnya raut wajah Davin tampak terlihat sedih, ia terus saja memikirkan Kyra ia takut bila Kyra akan menjauhinya dan kembali bersikap dingin.


Sesampaianya di rumah Davin berbaring di kamarnya, menghela nafas dan memejamkan kedua matanya sembari melamun memikir Kyra. Lalu tiba-tiba bu Anna datang mengetuk pintu kamar Davin sembari membukakan pintu kamar Davin.


"Den Davin, mau ibu masakin makan siang sekarang ga?" tanya bu Anna.


"Tidak bu, Davin belum lapar," jawab Davin.


"Hem... dari sepulang sekolah den Davin terlihat murung, apa den Davin sedang ada masalah di sekolah?" tanya bu Anna dengan penasaran.


"Tidak ada sih, aku cuma capek saja soalnya di sekolah pelajarannya pada susah," jawab Davin.


"Tidak seperti biasanya den Davin mengeluh dengan pelajaran, hem... apa jangan-jangan den Davin ada masalah dengan pacar den Davin yang waktu itu di bawa ke rumah," ucap bu Anna sembari tersenyum.


"Ah apaan sih bu, dia bukan pacar Davin... sudah sana bu, Davin mau istirahat dulu jangan ganggu Davin deh."


"Iya deh ibu pergi," ucap bu Anna sembari menutup pintu kamar Davin.


Lalu tak lama kemudian Davinpun tertidur tanpa mengganti pakaian sekolahnya. Lamanya Davin tertidur hingga ia lupa bahwa hari telah berubah menjadi malam, ia terbangun sembari melihat jam weker di meja sebelah tempat tidurnya "Wah sudah jam 8 tak terasa aku tertidur cukup lama," gumam Davin dalam hatinya.


Lalu Davin segera mengganti pakaian, namun pada saat ia mengganti pakaiannya tiba-tiba ponselnya berdering "siapa sih yang nelepon." Davinpun lalu mengecek ponselnya, namun pada saat Davin mengecek ponselnya ekspresi raut wajah Davin berubah ia tersenyum karena orang yang meneleponnya itu adalah Kyra.


"Hah Kyra, ada apa ya dia meneleponku, bagaimana aku harus menjawabnya," ucap Davin dengan gugup.


Lalu Davinpun mengangkat telepon tersebut, namun pada saat Davin mengangkat telepon tersebut tiba-tiba Kyra menutup kembali telepon tersebut tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


"Mengapa Kyra menutup teleponnya, apa dia salah menelepon... ah sudahlah aku terlalu berharap bisa berbicara dengannya, dia tak mungkin mau berbicara padaku atas masalah yang ia hadapi saat ini," gumam Davin.


Namun tak lama kemudian ponsel Davin kembali berdering dan pada saat Davin melihat ponselnya ternyata masih saja Kyra yang menelepon.


"Hallo" sapa Davin.


"Davin, tadi maaf aku ninggalin kamu, kamu jangan marah dan merasa bersalah itu semua bukan salah kamu jadi kamu masih bisa berteman denganku," ucap Kyra dengan berbicara sangat cepat lalu menutup kembali teleponnya.


Davin tersenyum mendengar ucapan Kyra dan tingkah Kyra yang meneleponnya dengan berbicara sangat cepat dan singkat bahkan tak memberikan kesempatan Davin untuk berbicara karena Kyra langsung saja menutup teleponnya.


"Jadi Kyra...masih mau berteman denganku," ucap Davin sembari tersenyum dan lompat-lompat.


Pada saat Davin sedang melompat, tiba-tiba bu Anna datang membukakan pintu kamar Davin "den mau makan sekarang ga, ibu sudah siapkan makanya."


Davinpun tersipu malu karena tingkahnya terlihat bu Anna. "I...iya bu," ucap Davin sembari menggaruk kepalnya.


"Den Davin sudah baikan sama pacarnya yah, raut wajah den Davin kayaknya bahagia banget ," ucap bu Anna sembari tersenyum menyeringai.


"Apa sih bu sok tahu banget ih," ucap Davin.


"Oh iya deh, ayo cepat makan sebelum makananya dingin." ucap bu Anna.