My Original Love

My Original Love
Bab 33 Selamat Berpisah Perasaanku



Bella tak kuasa menahan tangis, ia pun lalu segera pergi ke toilet.


"Aku ke toilet dulu ya," ucapnya melangkah pergi.


Di dalam toilet Bella mengeluarkan tangisnya yang sedari tadi ia tahan. Rasa kecewa terhadap dirinya yang tak bisa berkata jujur kepada Gio, membuatnya merasa seperti pecundang. Ini untuk kedua kalinya Gio membuat Bella menangis, walaupun Gio tak mengetahuinya.


"Tak bisakah Gio berbalik suka padaku," batin Bella yang saat ini terisak kesakitan.


Setelah Bella puas mengeluarkan semua air matanya, Bella pun segera mencuci wajahnya. Sembari mencuci wajahnya, ia bercermin melihat kedua matanya yang masih sembab walaupun Bella telah mencuci wajahnya berulang kali.


"Ahh... kenapa masih juga kelihatan habis nangis sih," gumam Bella kesal lalu terdiam memikirkan alasan yang akan ia ucapkan ketika ia kembali ke maja makannya.


Bella tampak ragu untuk kembali makan bersama Gio dan Alvin. Sementara Tasnya masih tersimpan di kursi tempatnya tadi duduk.


"Mau pulang duluan ga bisa... karena tas dan hpku masih di sana," gumam Bella yang merasa gugup untuk kembali ke meja tempat Alvin dan Gio berada.


Setelah lama berdiri di wastafel, dengan terpaksa Bella pun segera kembali ke tempat meja makannya itu.


"Kenapa lama di toiletnya... kamu sakit perut ya," lontar Alvin.


"Hm... engga," ucap Bella.


Gio lalu memperhatikan wajah Bella yang terlihat berbeda sehabis kembali dari toilet.


"Kenapa lihatin aku terus," ucap Bella yang semakin gugup karena Gio terus melihat wajahnya.


"Mata kamu ko kaya yang habis nangis ya," ucap Gio heran.


"Oh... ini tadi aku kelilipan sampai ngeluarin air mata, makanya tadi aku lama di toilet," ucap Bella yang masih merasa gugup.


"Oh pantesan kaya yang habis nangis," ucap Gio.


Karena Bella merasa tak nyaman berada dekat dengan Gio. Bella pun berdiri lalu pamit untuk pulang.


"Aku pulang duluan ya," pamit Bella.


"Kenapa pulang sekarang, kita kan belum terlalu lama disini," ucap Alvin.


"Kayaknya aku cape mau cepat istirahat di rumah," ucap Bella lalu beranjak pergi.


Ketika Bella beranjak pergi, Gio pun lalu menyusul Bella.


"Bel tunggu," ucap Gio memegang pergelangan tangan Bella.


"Iya... ada apa Gio," ucap Bella menghentikan langkahnya.


"Aku antar kamu pulang ya," pinta Gio.


"Aku ga mau merepotkan... aku pulang sendiri saja," ucap Bella.


Ucapan Bella memang berbeda dengan hatinya yang menginginkan ajakan Gio untuk pulang bersama. Bella menolak ajakan Gio karena untuk saat ini, ia harus meredakan sakit hatinya itu.


Gio lalu menarik paksa lengan Bella untuk tetap mengantarnya pulang.


"Hari ini aku bakal antar kamu pulang," ucap Gio menarik Bella menuju ke tempat motornya di parkirkan.


Bella memang senang jika Gio mau mengantarnya pulang, tetapi hatinya masih terasa sakit ketika pikirannya masih mengingat permintaan Gio terhadapnya.


Lalu ketika Bella menaiki motor, Bella meminta sebuah permintaan konyol yang terlontar di mulutnya.


"Gio boleh ga aku pegangan," pinta Bella.


"Hah, iya bolehlah... kalau memang takut jatuh kamu pegangan yang erat sama aku," ucap Gio tersenyum menertawakan Bella.


Bella lalu mendekap tubuh Gio cukup erat, lalu menempelkan pipinya di punggung Gio. Bella merasakan kenyamanan ketika ia mendekap tubuh Gio. Rasa sakit yang ia rasakan saat ini mungkin perlahan mereda. Bella mendekap Gio seakan hari ini Gio adalah miliknya.


Setengah perjalanan pun telah berlalu. Kebersamaannya saat ini tak ingin cepat berlalu, Bella pun meminta sebuah permintaan agar ia tak cepat sampai ke rumah.


"Gio aku bakalan bantu kamu, asalkan hari ini kamu teraktir aku," pinta Bella.


"Kita coba makan di pinggir jalan sana yuk," ucap Bella menunjuk ke arah pedagang kaki lima.


Gio lalu berbelok arah menuju tempat berkumpulnya para pedagang kaki lima. Setelah itu, mereka pun segera memesan makanan. Sembari menunggu pesanan, Gio lalu membicarakan rencananya untuk mendapatkan Kyra.


"Bel menurut kamu, aku harus gimana biar Kyra itu bener-bener suka sama aku?" tanya Gio.


"Apa kamu serius menginginkan Kyra? bagaimana kalau Kyra menolak," tanya balik Bella.


"Aku serius, apapun resikonya aku harus tetep dapatkan Kyra," ucap Gio bersungguh-sungguh.


Bella lalu terdiam, ia tak tahu harus bagaimana caranya untuk membantu Gio. Sementara itu, ia sangat ragu untuk membantu karena terhalang oleh perasaanya sendiri.


"Jadi gimana Bel, kamu kan cewek pasti tahu dong yang di inginkan cewek itu kayak gimana," tanya Gio kembali.


"Entahlah aku juga ga tahu...mending kita makan dulu, habis itu aku bakal ngasih tahu rencana kita kedepanya," ucap Bella lalu pesanan tersebut datang.


Yang di pikirkan Bella sebenarnya, ia hanya ingin menikmati waktu berdua tanpa membahas wanita lain. Sebelum hatinya siap menerima kenyataan dan segera menerimanya dengan lapang dada.


Di hari ini Bella menginginkan sebuah momen indah dengan cinta pertamanya sebelum berpisah dengan perasaanya.


"Gio tahu ga, makan di pinggir jalan seperti ini akan sangat nikmat dan akan menjadi momen indah jika bersama dengan orang yang kita cintai... kamu bisa melakukannya dengan Kyra," ucap Bella sembari menyeka sisa makanan yang menempel di bibir Gio menggunakan jarinya.


"I...ya... aku belepotan ya," ucap Gio terbata-bata lalu mengelap bibirnya.


"Iya kamu belepotan... kamu kayak anak kecil makan sampe belepotan gitu," ucap Bella tersenyum.


Walaupun hanya makan di tempat sederhana, tetapi di hari ini mungkin akan menjadi hari terindah bagi Bella.


Lalu setelah selesai makan Bella meminta sebuah permintaan kembali.


"Cuaca hari ini bagus... gimana kalau kita pergi ke bukit bintang," ajak Bella.


"Lokasinya jauh, mending kita pulang saja," ucap Gio.


"Ga apa-apa... kalau kamu mau aku bantu, kamu harus turuti yang aku mau hari ini," ucap Bella memaksa.


"Hm iya... iya deh."


Sebelum berangkat pergi Gio lalu membayar terlebih dahulu makananya. Lalu setelah itu mereka pun segera pergi ke daerah tempat bukit bintang berada.


Bukit bintang tempat paling indah untuk melihat gemerlap lampu kota kembang yang sering kita sebut Bandung. Tempat tersebut di pilih Bella untuk menjadi sebuah catatan bahwa ia akan menikmati waktu berdua dengan cinta pertamanya di tempat indah di kota tersebut.


"Akhirnya kita sampai juga," ucap Bella turun dari motor.


Mereka pun lalu duduk berdua sembari menikmati pemandangan kota bandung di tempat tinggi tersebut. Di hari ini akan menjadi sebuah momen terindah bagi Bella dan akan menjadi sebuah perpisahan dengan perasaanya. Perasaan mencintai yang telah lama bersemayam perlahan akan di musnahkan oleh Bella. Walaupun akan sulit terhapus, tetapi Bella mungkin akan berusaha untuk menghilangkannya.


"Gimana, Gio bagus kan," ucap Bella menyenderkan kepalanya di pundak Gio.


Entah mengapa tiba-tiba Gio merasa gugup ketika kepala Bella menyender di pundaknya. Pada saat ini Gio merasakan perasaan aneh yang tiba-tiba saja muncul.


"I... iya bagus," ucap Gio gugup.


"Gio cewek itu suka banget sama hal-hal indah seperti ini... waktu yang hanya di nikmati berdua yang akan menjadi sebuah momen terindah untuk di kenang," ucap Bella yang masih menyenderkan kepalanya di pundak Gio.


"Sepertinya perkataanmu sedikit membantuku," ucap Gio.


"Andai saja cinta pertamaku tahu, bahwa aku sangat menyukai momen seperti ini," ucap Bella.


Deg...


Setelah mendengar ucapan Bella, entah mengapa hati Gio tiba-tiba berdebar sangat cepat.


"Memangnya siapa cinta pertamamu?" tanya Gio penasaran.