My Original Love

My Original Love
Bab 7 MAKAN BERSAMANYA



Sesampainya bis di tempat tujuan Kyra dan Davinpun segera turun. Dan tak jauh dari halte bis tempat mereka turun, Davin membawa Kyra ke suatu tempat, rumah dengan pagar besi yang tinggi, dan memiliki dua lantai di dalamnya. Serta banyak barang mewah di dalamnya, Kyra pun cukup terpukau dengan rumah tersebut.


"Ini Rumah kamu Vin, kenapa kamu bawa aku kesini katanya kita mau pergi makan?" tanya Kyra.


"Iya ini rumahku, kita bakal makan disini."


"Oh baiklah," ucap Kyra.


"Kalau gitu kamu duduk saja dulu, aku mau ganti baju dan nyuruh bu Rere buat masak makan siang kita."


Lalu Davinpun pergi meninggalkan Kyra di ruang tamu. Dan tak berselang lama hidanganpun telah siap diatas meja makan. Merekapun makan siang berdua di rumah, namun pada saat mereka makan Kyra merasa heran dengan rumah yang cukup besar namun tampak sepi. Tak ada seorangpun disana yang ada hanya Kyra, Davin dan asisten rumah tangga, Kyrapun bertanya kepada Davin. "Vin kenapa rumahnya sepi, memangnya orang tua kamu pada kemana?" tanya Kyra sembari menyantap hidangan.


Sembari menyantap hidangannya Davinpun lalu menjawab pertanyaan Kyra, walaupun Davin tampak aneh dan seperti bingung untuk menjawabnya.


"Hm... sebenarnya ibuku telah lama meninggal saat aku berumur 9 tahun. Lalu ayahku telah menikah lagi, dan ayah tinggal di luar kota bersama istri barunya, jadi aku disini cuman tinggal berdua dengan bu Rere," ucap Davin.


"Oh, lalu kenapa kamu tidak ikut tinggal bersama ayahmu?"


Mendengar Kyra bertanya seperti itu, Davin tampak ragu untuk menjawabnya. Davin seolah merasa terbebani dengan pertayaan tersebut, seakan ada hal yang tak seharusnya orang tahu tentang kehidupannya.


"Hem, sebelum aku pindah sekolah, aku sempat tinggal bersama ayahku," jawab Davin.


"Lalu?" Ucap Kyra dengan penasaran.


"Lalu aku pindah lagi ke kota ini, dan sekolah di SMA angkasa untuk menemukan jodohku yang cantik, yang sedang menyantap hidangan tepat di depanku," ucap Davin sembari terseyum kepada Kyra.


"Apa sih bercanda terus," jawab Kyra dengan pipinya yang memerah.


Mendengar candaan Davin Kyra hanya merasa penasaran atas jawaban dan tingkah aneh Davin saat menjawabnya.


"Sepertinya ada hal yang Davin sembunyikan dan tidak boleh ada orang tahu tentangnya," ucap batin Kyra.


Lalu selesai makan Davin mengajak Kyra pergi ke sebuah ruangan di lantai dua. Di ruangan tersebut terdapat 5 teleskop mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar serta dinding yang di cat dengan berbagai gambar pemandangan antariksa.


Lalu diruangan tersebut terdapat satu pintu menuju ke arah balkon luar, Kyra yang melihatnyapun merasa sangat kagum dengan ruangan tersebut.


"Gimana kamu suka dengan ruangan ini?" tanya Davin.


"Iya suka," jawab Kyra sembari tersenyum.


"Sebenarnya ini ruangan favorit ibuku, dia sangat menyukai dunia astronomi sampai ia mengoleksi banyak teleskop."


Setelah mereka melihat-lihat ruangan tersebut, lalu Davin dan Kyra duduk di balkon depan sembari melihat pemandangan di komplek tersebut dari atas.


sembari duduk Davin menceritakan tentang sosok ibunya yang menyukainya dunia astronomi, dan tentang masa kecilnya bersama ibunya. Kyra yang melihat dan mendengarkan cerita Davin merasa sedih dengan apa yang di ceritakan Davin.


Raut wajah Davin dan suaranya terlihat seperti sedang merindukan sosok ibunya, ia seakan kesepian setelah di kepergian ibunya.


Mendengar cerita Davin, Kyra merasa kasian terhadap Davin lalu ia memegang tangan Davin dan menguatkan Davin dengan ucapannya. "Ibumu akan selalu bangga dan bahagia, karena anaknya ternyata telah tumbuh dengan baik dan sehat.


"Deg....


Perlakuan Kyra terhadap Davin membuat jantung Davin berdegup kencang dan perasaannya tak karuan. Sembari menelan ludah Davin menepuk-nepuk dadanya.


"Sepertinya Kyra memang tidak begitu judes kalau sudah dekat dengannya, dan jantung ini berdegup cukup cepat pertanda bahwa aku semakin menyukainya," ucap batin Davin.


Lalu Kyra merasa heran dengan sikap Davin yang tiba-tiba menepuk dadanya, iapun lalubertanya kepada Davin.


"Vin, kamu kenapa menepuk-nepuk dada, apa kamu sedang sesak nafas?" Tanya Kyra.


"Hem ti...tidak," jawab Davin dengan gagap.


"Vin sepertinya sudah sore, aku mau pulang sekarang saja" ucap Kyra sembari melihat jam di ponselnya.


"Oh ya sudah kamu tunggu dulu di bawah, aku mau ngambil kunci motornya dulu di kamar," ucap Davin


"Iya."


Lalu Davinpun segera mengantarkan Kyra pulang ke rumahnya. Dan di saat Kyra telah sampai di rumahnya ia di tanyai oleh ibunya karena Kyra telah pulang terlambat.


"Kyra, kenapa pulangnya telat?" tanya ibu Kyra.


"Tadi aku habis main dulu ke rumah teman bu," jawab Kyra.


"Oh, kenapa kamu tidak menghubungi ibu, seharusnya kamu hubungi ibu dulu kalau kamu mau main, jadi kan ibu tidak hawatir."


"Iya bu maaf Kyra lupa," ucap Kyra.


"Ya sudah, sana ganti baju lalu makan."


"Hem, tadi aku sudah makan di rumah teman, jadi sekarang aku mau langsung ganti baju lalu mengerjakan PR saja," ucap Kyra sembari melangkah pergi ke kamarnya.


Tak terasa lamanya Kyra mengerjakan PRnya , langitpun telah gelap. Kyrapun lalu keluar dari kamarnya untuk ikut makan malam bersama dengan keluarganya. Namun ketika Kyra hendak menyantap hidangan di piringnya, tiba-tiba suara ponsel di kamarnya berdering, "Haduh, siapa sih yang telpon." Kyrapun lalu segera mengangkat telepon di kamarnya.


"Halo, ini sama siapa yah."


"Ini sama belahan jiwamu Davin."


"Apaan sih ga jelas banget, aku mau tutup saja telponnya ga usah nelpon lagi," ucap Kyra dengan kesal.


"Ih, tunggu jangan di tutup aku..."


Dan Kyra lalu menutup telpon tersebut sembari memotong pembicaraan Davin lalu melanjutkan makan malamnya.


"Tadi siapa yang nelpon?" Tanya ayah Kyra.


"Teman yah," jawab Kyra sembari menyantap makananya.


"Teman apa pacar sih hehe..." celetuk kak Ryan sembari tertawa.


"Itu beneran teman, aku ga punya pacar."


"Masa! dasar jomblo sudah kelas 11 masih saja jomblo," ucap Kak Ryan.


"Hah biarin jomblo yang penting nilai raport Kyra tak pernah turun, memangnya kak Ryan dari SD sampai SMA nilai raport nya selalu jelek."


"Hus, sudah sudah Ryan, Kyra lanjutkan makannya kalau lagi makan jangan berantem," ucap Ibunya.


Lalu Kyrapun melanjutkan makan malamnya. Setelah ia beres makan malam lalu ia pamit kepada ayah ibunya untuk pergi ke kamar melanjutkan belajarnya.


"Ayah, ibu Kyra sudah beres makannya dan Kyra mau ke kamar duluan mau lanjutin belajarnya," ucap Kyra sembari berdiri.


"Iya silahkan," ucap ayah Kyra.


Lalu Kyrapun melangkah pergi menuju kamarnya dan seperti biasa ia lalu membukakan bukunya untuk di baca dan di pelajari.


Namun pada saat Kyra membaca bukunya, ia kembali teringat Gio yang marah padanya. Pikirannya kacau ketika teringat masalahnya dengan Gio, hingga tak membuatnya fokus membaca buku.


"Apa Gio akan memaafkan ku," ucap batin Kyra dengan resah.