
Ke esokan harinya Kyra terus menghindari Davin, hari ke dua, ke tiga, ke empat begitu pun seterusnya Kyra terus saja menghindari Davin. Tanpa ada penjelasan yang jelas, Kyra sama sekali tak menjawab alasan ia menghindari Davin. Kyra merasa bimbang dengan ucapan Gio yang menjadi beban baginya. Ia hanya harus lebih banyak berpikir secara matang untuk membatalkan sebuah perjanjian yang telah di buatnya dengan pria yang sangat dicintainya. Mempersiapkan hatinya adalah yang paling penting, tentang apa yang akan terjadi dengannya dan Davin nanti.
Davin memang sempat berpikir bahwa Kyra menghindarinya karena ia sedang fokus pada ulangannya. Davin hanya harus sedikit lebih bersabar dengan sikap Kyra tersebut, mungkin Kyra perlu diberi ruang sampai ia benar-benar bisa berbicara dengan Davin perihal alasanya menghindarinya.
Semenjak Gio menyatakan perasaannya, Kyra lebih banyak diam dan sering kali sulit di ajak berbicara dengan siapapun termasuk dengan sahabatnya Bella. Ia terus menyibukan dirinya dengan buku-bukunya, entah untuk melupakan masalahnya atau pun melupakan beban yang di tanggungnya saat ini. Kali ini teman yang bisa melupakan segalanya adalah buku. Tumpukan kertas itu telah membuat hatinya merasa lebih tenang dan sedikit melupakan apa yang dirasakannya itu.
Davin merasa khawatir dengan perubahan sikap Kyra tersebut. Seringkali ia datang ke kelas 11 IPA 1 untuk sekedar mengobati kerinduannya maupun menanyakan kabar perempuan yang bakal jadi pacarnya itu, namun Kyra tetap saja bersikap dingin padanya. Kali ini Davin hanya bisa memperhatikannya dari jauh, menanyakan kabarnya melalui Bella.
Davin yang biasanya tampak ceria, kali ini ia seringkali tampak murung semenjak Kyra menjauhinya. Namun di balik kesedihannya itu, Davin tetap optimis jika syaratnya telah tuntas, maka Kyra tak akan menjauhinya lagi.
***
Davin terdiam duduk di bangkunya dengan posisi kepala yang menunduk di atas meja. Matanya terpejam, namun perasaannya sangat gelisah ketika ulangannya telah usai dan hari ini adalah pembagian hasil ulangan. Dalam hatinya ia terus bergumam untuk memanjatkan sebuah harapan kepada tuhan bahwa ia akan mendapat hasil yang bagus.
"Semoga nilainya tidak kurang dari 80, hanya perlu 5 mata pelajaran yang nilainya tidak kurang dari 80," gumamnya yang terus berulang dalam benaknya.
Lalu tiba-tiba Nicko dan Andy datang menghampiri sembari menepuk keras punggung pria yang sedang merasa gelisah itu.
"Woy, ngapain lu tidur," ucap Andy bernada keras.
Davin merasa kaget dengan tepukan keras kedua temannya itu. Ia terbangun dengan wajah yang tampak berantakan. "Kurang kerjaan banget gangguin gue."
Bukannya meminta maaf, Andy dan Nicko malah menertawai Davin. Tertawa mereka cukup keras, hingga membuat Davin menyumpal kedua mulut temannya itu dengan kertas, "Makan nih."
"Ptsss, lu jorok banget ya," ucap Nicko memuntahkan kertas tersebut.
"Iya pahit dih," ucap Andy melempar kertas tersebut kepada Davin.
Kali ini giliran Davin yang menertawai kedua temannya itu. Davin tampak puas membalas perlakuan temannya. Kegelisahan dan kesedihannya seketika pudar, ketika melihat ekspresi konyol Andy dan Nicko setelah di sumpali kertas olehnya. Lalu tiba-tiba saja Agatha datang sembari merangkul pundak Davin.
"Lagi ngetawain apa? tampaknya kamu senang banget."
"Hm, ga usah pegang-pegang deh," ucap Davin melepaskan tangan Agatha dari pundaknya.
"Emang kenapa kalau pegang-pegang, lagian ga bakal ada cewek yang marah. Kamu kan single," ucap Agatha yang seketika kecewa namun ia tersenyum menatap Davin.
"Bentar lagi gue bukan orang single, jadi berhenti nyosor-nyosor gue," tegas Davin tersenyum menyeringai.
"Mending kamu pegang tanganku saja," ucap Nicko memegang tangan Agatha.
"Idih apaan sih," ucap Agatha. Dengan tampang masam Agatha melangkah pergi.
Ketika Davin dan kedua temannya sedang asyik mengobrol dan bercanda, ketua kelasnya datang sembari membawa kertas ulangan yang telah di nilai.
"Semuanya diam di bangku masing-masing. Aku bakal bagiin hasil ulangan bahasa indonesia," instruksi ketua kelas tersebut.
Satu-persatu murid di panggil oleh ketua kelas, namun ketika giliran Nicko yang di panggil. Wajah Nicko tampak kecewa ketika melihat hasil ulangannya mendapat nilai 50.
"Langsung deh kena remedial," ucap Nicko menggaruk kepalanya.
"Wah nilai lu parah, semoga gue ga kayak lu," ucap Davin menatap kertas ulangan milik Nicko.
"Semoga hasil ulangan lu sama kayak gue," sinis Nicko.
"Wah lu parah, doa lu julid. Harusnya lu doain gue dapet nilai bagus, biar hubungan gue sama Kyra cepet resmi," ucap Davin.
"Iya maaf bucin," ucap Nicko menyeringai.
Tak lama kemudian nama Davin terpanggil oleh ketua kelas. Dengan terburu-buru Davin melangkahkan kakinya menghampiri ketua kelas tersebut. Tangannya bergetar ketika selembar kertas ulangan akan di ambil olehnya. Namun matanya melebar ketika melihat angka di kertas ulangannya.
"Wah hasilnya lumayan bagus," ucap ketua kelas.
Davin tersenyum kegirangan ketika hasil ulangannya mendapatkan nilai 81. Ia langsung berteriak, suaranya menggemakan seisi kelas.
"Gue berhasil," teriaknya sembari melompat.
"Gila lu, manusia tukang tidur di kelas ternyata bisa dapet nilai 81," ucap Andy menggelengkan kepalanya.
"Yah lu ga setia kawan, masa ga samaan sama gue sih," ucap Nicko.
"Haha..makannya belajar yang rajin," ucap Davin tertawa kegirangan.
"Yah lu belajar rajin cuma ada maunya doang," sindir Andy sembari tersenyum.
Baru satu lembar kertas ulangan yang di bagikan, Davin tak akan terburu-buru memberi tahu kabar baik tersebut kepada Kyra. Ia akan memberi kejutan kepada Kyra jika semua hasil ulangannya sudah di bagikan. Karena ia takut jika hasilnya tidak mencapat target.
Setiap hari hasil ulangan di bagikan oleh ketua kelas. Setiap kali Davin terkejut dengan hasil ulangan yang mendapatkan nila yang tidak kurang dari 80. Namun ketika hasil telah mencapai target, Davin enggan untuk terburu-buru memberi tahu kepada Kyra. Ia akan menunggu setelah semua hasil ulangannya di bagikan.
Dan di akhir ulangannya di bagikan, banyak pujian yang di lontarkan teman sekelasnya kepada Davin. Karena hasil ulanganya hampir semua bernilai tidak kurang dari 80. Ya walaupun ada satu mata pelajaran yang memiliki nilai 60 yaitu matematika. Namun ia tak merasa kecewa dengan nilai yang tertera di kertas ulangan matematikanya. Karena target yang dibutuhkannya hanya 5 mata pelajaran, dan bahkan hasilnya melebihi target.
Sepulang tiba, Davin terburu-buru pergi menuju kelas 11 IPA 1 untuk memberitahu kabar baik itu kepada Kyra. Namun pada saat tiba di kelas IPA 1, Kyra tak nampak di kelasnya. Ia pun lalu bertanya kepada salah satu murid yang masih berada di kelas.
"Tahu ga Kyra kemana?"
"Kyra udah pulang dari tadi," ucap murid tersebut.
Davin segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ia segera menelpon wanita yang bakal jadi pacarnya itu. Ketika Kyra mengangkat teleponnya, Davin segera bercerita mengenai kabar baik tersebut. Namun ketika ia belum usai berbicara, Kyra memotong pembicaraanya.
"Nanti sore kita ketemu di taman yang berada di pusat kota," ucap Kyra yang seketika langsung menutup telepon.