My Original Love

My Original Love
Bab 11 Canggung



Pagi haripun telah tiba, Kyra terbangun dengan kantung matanya terlihat menghitam. Kyra terus saja memikirkan kejadian pada saat ia bertelponan dengan Davin.


Karena sikapnya yang biasa dingin dan jutek, mengharuskan ia berbicara kepada Davin tanpa gengsi dan membuatnya terus saja kepikiran hingga ia tak bisa tidur dengan nyenyak.


Pada saat menaiki bis Kyra yang biasanya fokus membaca, kini ia hanya melamun memikirkan kejadian memalukan saat bertelponan dengan Davin.


"Bagaimana nih kalau nanti aku sampai sekolah bertemu Davin, pasti malu sekali," pikir Kyra dalam lamunannya.


Sesampainya bis di halte Kyrapun turun, namun ia terlihat gugup karena ia merasa takut apabila berpapasan dengan Davin.


Lalu tak lama Kyra turun dari bis tiba-tiba terdengar suara Davin yang sedang memanggil namanya "Kyra" teriak Davin. Mendengar suara Davin memanggil namanya, langkah Kyrapun semakin cepat ia berjalan dengan terburu-buru tanpa menoleh ke arah belakang. Lalu dari gerbang seperti biasa Bella menunggu Kyra sembari melambaikan tangannya, namun dengan terburu-buru Kyra menarik lengan Bella dan segera pergi menuju ke kelasnya.


Melihat Kyra yang tak menoleh saat di panggil, Davinpun merasa heran. Ia hanya terdiam tanpa melangkah "ada apa dengan Kyra, semalam ia berbicara seolah tak akan menjauh tapi kenapa saat aku panggil ia tak menoleh sedikitpun," gumam Davin dalam hantinya. Lalu pada saat Davin fokus melihat Kyra pergi menjauh, tiba-tiba nicko datang dari arah belakang mengejutkan Davin.


"Woy, ngeliatin siapa sih," ucap Nicko sembari menepuk pundak Davin dengan keras.


"Apa sih lu ngagetin," ucap Davin.


"Eittsss cie.... kalau di lihat-lihat mukanya kayaknya lagi muram... muram kenapa sih, pasti habis di tolak mentah-mentah sama si Kyra," ujar Nicko sembari terseyum menyeringai.


"So tahu banget sih lu, dateng-dateng ngagetin terus bikin orang kesal," ujar Davin sembari melangkah menjauhi Nicko.


"Oy tungguin, marah berati bener," teriak Nicko sembari menyusul Davin.


Sepanjang jalan tanpa henti Nicko terus saja mengejek Davin dengan candaannya. Davinpun mulai kesal karena Nicko terus saja mengejeknya, Davin lalu mengambil permen di saku celanya. Lalu ia membuka permen tersebut dan meyumpal mulut Nicko, namun bukan permen yang di masukan ke mulut Nicko akan tetapi hanya bungkusnya saja dan permennya Davin makan.


"Uwek... Davin lu kurang ajar banget," ujar Nicko sembari memuntahkan bungkus permen tersebut.


"Haha... salah lu sendiri mulutnya ga bisa diam," ucap Davin sembari tertawa melihat Nicko yang kesal.


Lalu pada saat Davin telah sampai depan pintu kelas, tiba-tiba Agatha datang menghampiri Davin. Dengan raut wajahnya yang terlihat muram, ia memberanikan diri berbicara dengan Davin "Vin, soal kemarin aku minta maaf." Namun Davin hanya berjalan melewati Agatha, ia tak berbicara maupun menanggapi pembicaraan Agatha.


"Vin tunggu, aku sungguh minta maaf aku harap kita bisa berteman walaupun kamu sudah tahu perasaanku," ucap Agatha sembari memegang lengan Davin dan menahan tangisnya.


Melihat ekspresi dari raut wajah Agatha, akhirnya Davinpun mau berbicara dan memaafkan Agatha.


"Iya aku bakal maafin kamu, tapi jika kamu sampai menyakiti Kyra lagi aku tak akan lagi memaafkanmu apalagi berteman denganmu," ujar Davin sembari melepas tangan Agatha dari lengannya.


"Iya Vin, terima kasih karena kamu sudah mau memaafkanku," ucap Agatha sembari tersenyum.


Lalu Nicko yang tepat berada di sebelah antara Davin dan Agatha, tiba-tiba menyela pembicaraan mereka.


"Eitss, dari tadi aku simak pembicaraan kalian, sepertinya Agatha habis menyatakan perasaan sama Davin tapi di tolak," ujar Nicko sembari terseyum.


"Apasih dasar tukang nguping," ucap Agatha sembari pergi menuju ke tempat duduknya.


"Loh ko pergi, pasti bener... Agatha daripada kamu ngejar-ngejar orang yang ga akan pernah suka sama kamu mendingan kamu sama aku saja," ucap Nicko sembari mengikuti Agatha.


"Ogah banget," ucap Agatha.


"Agatha asal kamu tahu ya, kalau aku itu orangnya setia dan romantis, semenjak Kyra di kejar-kejar Davin aku jadi mengalah dan tak mulai menyukainya lagi dan lebih memilih kamu hehe...." ujar Nicko dengan godaannya.


Namun pada saat Nicko sedang asyik menggoda Agtha, tiba-tiba guru memanggilnya "Hey...hey Nicko sedang apa kamu berdiri disana, apa kamu tidak dengar bel sudah berbunyi... malah sibuk godain perempuan," ujar guru tersebut.


"Iya pak maaf, ga ke dengaran karena terlalu fokus hehe..." ucap Nick sembari menggaruk kepalanya.


Para murid di kelaspun sontak meneriaki dan mentertawai Nicko yang di tegur oleh guru "hu...hu...hu"


***


Jam pelajaranpun telah usai dan istirahatpun mulai berlasung.


"Vin ke kantin sekarang yu," sahut Nicko.


"Engga deh, lu aja sana sama si Andy duluan, aku mau tidur jangan ganggu!" ucap Davin sembari menundukan kepalanya di atas meja.


"Lah kenapa malah tidur, masih sedih karena di tolak Kyra nih kayaknya," ujar Nicko.


"Apa sih lu, sudah sana jangan ganggu aku tidur brengsek!" ucap Davin sembari mendorong Nicko.


"Haha... iya... iya deh," ucap Nicko sembari mentertawai Davin.


Lalu di kantin Kyra dan Bella seperti biasa berbincang sembari menyantap hidangan kantin. Namun mereka hanya berdua tanpa di temani oleh Gio dan Alvin.


"Alvin sama Gio kemana ya, kenapa tidak ada di kantin," ucap Kyra.


"Hm entalah, mungkin mereka sedang bermain basket di lapangan," ujar Bella.


Selama berbincang dengan Bella, Kyra tak fokus karena terus saja menengok ke arah kanan dan kiri. Karena Kyra mengabaikan Bella, akhirnya Bellapun bertanya kepada Kyra "nyari siapa sih? dari tadi aku ngomong ga di tanggapi," tanya Bella.


"Ah iya... aku ga nyari siapa-siapa," jawab Kyra.


"Dari tadi aku ngomong, kamu nengok sana dan sini... apa jangan-jangan kamu nyari si cowok meyebalkan itu ya," ucap Bella sembari menghela nafas.


"Maksud kamu siapa sih cowok menyebalkan," tanya Kyra.


"Ya siapa lagi selain Davin," jawab Bella sembari tersenyum simpul.


"Ih kamu, apaan sih," jawab Kyra dengan malu.


Di tengah perbincangan Kyra dan Bella tiba-tiba Nicko dan Andy datang menghampiri mereka.


"Hai kyra, boleh ikut gabung ga?" tanya Nicko.


"Hm silahkan," jawab Kyra.


Melihat Nicko dan Andy bergabung perasaan Kyra seperti merasakan gugup dan senang karena Kyra berpikir jika mereka berada di kantin, Davin pasti berada di kantin. Namun setelah beberapa saat lamanya, Davin tak juga muncul. Kyrapun lalu bertanya kepada Andy dan Nicko "Hm, kenapa Davin tidak ikut kalian ke kantin."


"Oh Davin tadi masih galau, karena habis di tolak sama kamu makanya dia tidak ikut kesini," jawab Nicko sembari menyantap makananya.


"Hah nolak apaan sih, ta..tadi aku terburu-buru karena ada PR yang belum aku kerjakan, makanya aku tak menghampirinya. Ja...jadi tolong bilangin sama Davin aku tak marah sama dia, "ucap Kyra dengan terbata-bata.


"Hah PR, tadi kan tidak ada tugas satupun yang harus di kumpulkan," sela Bella di tengah perbincangan Nicko dan Kyra.


Mendengar jawaban Kyra dan Bella. Nicko dan Andypun tersenyum karena ekspresi di wajah Kyra yang terlihat malu-malu saat berbicara. Lalu Andy tiba-tiba menggoda Kyra dengan candaannya.


"Hm... bunga yang di tanam Davin akhirnya kini mulai tumbuh dan kini aku tahu bahwa si perempuan sedang jatuh cinta namun ia tidak tahu dengan perasaannya," ujar Andy sembari tersenyum simpul.


"Haha... apaan sih lu dasar bunga ******," jawab Nicko sembari tertawa.


Perkataan Andy membuat Kyra sedikit malu, Kyrapun lalu pamit pergi meninggalkan kantin.


"Ah sepertinya aku sudah kenyang, aku pergi ke kelas sekarang ya... ayo bel," ucap Kyra sembari menarik lengan Bella.