My Original Love

My Original Love
Bab 46 Khawatir



Deg!


Seketika Kyra cukup tercengang atas ucapan Bella padanya. Kyra merasa gugup dan takut jika Bella mencurigainya bahwa ia sedang jatuh cinta kepada Davin. Kyra menelan salivanya lalu menggigit bibir bawahnya seakan ia merasa tegang ketika tatapan Bella mengarah kepada matanya.


"Hm, itu beneran cerita kakaku, a...ku ga bohong," ucap Kyra mengalihkan tatapanya.


Seketika Bella tertawa melihat tingkah laku Kyra yang tampak tegang dan gugup ketika menjawab ucapan darinya.


"Haha... kenapa tegang gitu, aku cuma bercanda ko," ucap Bella menertawai sahabatnya itu.


"Kamu percaya kan sama aku," ucap Kyra yang masih merasa gugup.


"Iyalah aku percaya, mana mungkin aku tak percaya sama sahabatku sendiri," ucap Bella terseyum sembari memegang tangan Kyra.


Kyra pun menghela nafasnya, seakan ia merasa tenang ketika Bella mempercayai ceritanya itu. Namun Bella masih merasa curiga dengan sahabatnya tersebut. Karena tingkah laku Kyra yang tak seperti biasanya, membuatnya semakin merasa curiga terhadap sahabatnya tersebut.


"Aku masih penasaran antara Kyra, Davin dan temannya Davin itu," gumam Bella dalam batinnya.


Kyra dan Bella mengobrol seperti khalayak wanita pada umumnya. Pertemuannya hari ini membuat Kyra sedikit melupakan kekesalan yang di alaminya saat ini. Ya walaupun Kyra masih merasa sedikit tak tenang apabila Githa terus dekat dengan Davin.


Ketika asyik berbincang, seketika Kyra teringat Davin. Kyra merasa khawatir dengan keadaan Davin saat ini. Kyra masih teringat dengan Davin yang kemungkinan masih sakit, karena terakhir kali ia melihat Davin wajahnya tampak pucat. Kyra lalu menyalakan ponselnya dan membuka aplikasi pengirim pesan di layar ponselnya itu.


Kyra terus berulang mengetik dan menghapus isi pesan yang akan di kirimkan kepada Davin. Ia sangat gugup untuk bertanya soal keadaan dari si pria yang di sukainya itu.


"Apa aku harus mengirimka pesan ya... tapi aku malu mengirimnya, setelah tadi aku mengabaikannya," gumam Kyra dalam batinnya.


"Kenapa kamu kayak yang bingung gitu," ucap Bella heran dengan Kyra yang tampak kebingungan menatap layar ponselnya tersebut.


"Aku khawatir sama Davin, soalnya sepulang sekolah ia masih tampak pucat," ucap Kyra yang masih menatap layar ponselnya. Seketika Kyra menelan salivanya, karena keceplosan mengatakan bahwa ia khawatir terhadap pujaannya itu.


"Iya pastilah dia masih sakit, sewaktu kamu pergi dia jongkok kayak yang lagi merasa pusing," ucap Bella.


"Hah benarkah, harusnya tadi aku tidak pergi... gimana nih, aku jadi semakin merasa bersalah," ucap Kyra terkejut setelah medengar ucapan dari Bella.


Tanpa ragu Kyra pun langsung saja mengirimkan pesan kepada Davin, menanyakan keadaannya saat ini. Setelah berselang lama Kyra mengirimkan pesan, Davin tak kunjung juga membalasnya. Kyra semakin khawatir saja terhadap pria yang kini bersemayam di hatinya tersebut.


"Apa Davin akan baik-baik saja ya," gumam Kyra yang masih menatap layar ponselnya itu.


"Davin pasti baik-baik saja, dia cuma sakit demam biasa," ucap Bella menenangkan sahabatnya tersebut.


"Tapi di rumahnya cuma berdua dengan ART, sedangkan orang tuanya ada di luar kota, dan aku jadi merasa tidak tenang," ucap Kyra yang masih merasa khawatir terhadap pujaan hatinya itu.


Bella pun memperhatikan sahabatnya tersebut, Bella semakin yakin dengan kecurigaanya. Bahwa sahabatnya memang sedang menyukai Davin.


"Gio harus cepat-cepat dapatkan Kyra, sebelum Kyra benar-benar jatuh cinta kepada yang lain," gumam Bella dalam batinya sembari memperhatikan Kyra.


...****************...


Ketika Kyra sedang mengkhawatirkan Davin, lain halnya dengan Agatha yang saat ini merasa gugup ketika Ryan menawarkan bantuan padanya.


"Tunggu sebentar aku telepon temanku dulu," ucap Ryan menyalakan ponselnya lalu menelpon temannya yang memiliki bengkel tersebut.


Agatha terus menatap Ryan yang sedang bertelponan itu. Menatap Ryan dengan penuh, tanpa mengalihkan pandangnya tersebut. Ryan telah membuat hati Agatha tersentuh, walaupun Nicko telah berusaha keras menyetuh hati Agatha dan memalingkan hatinya dari Davin, namun hanya Ryanlah yang kali ini membuatnya sedikit memalingkannya dari Davin. Ya perempuan mana sih yang tak tersentuh oleh laki-laki tampan yang baik hati itu. Walaupun Agatha sedikit membenci adiknya, namun kali ini Agatha memandang Ryan tanpa memikirkan Kyra di benaknya.


"Ternyata di duni ini masih ada pria berparas tampan yang baik hati," gumam Agatha dalam batinnya sembari menatap Ryan.


"Aku sudah menelpon temanku, nanti dia kesini mengambil motornya," ucap Ryan. Lalu ia melambaikan tangan ke arah wajah Agatha, karena Agatha hanya terus menatapnya tanpa merespon perkataannya.


Seketika Ryan tersenyum melihat Agatha yang tak berpaling menatap dirinya. Agatha pun tersipu malu ketika Ryan tersenyum seakan menertawakan dirinya. Pipi Agatha mengeluarkan rona merah, Agatha pun mengalihkan tatapanya dari Ryan.


Tak lama kemudian teman Ryan pun datang.


"Motor mana yang harus di perbaiki," ucap teman Ryan tersebut.


"Yang ini... kamu bawa saja dia dengan motorku, biar aku saja yang mendorong motor ini ke bengkel," ucap Ryan menunjuk motor Agatha lalu memberikan kunci motornya pada temannya itu.


"Kak biar aku dorong motorku sendiri, kalau kakak mendorong motorku itu akan semakin merepotkan," ucap Agatha.


"Memangnya kamu tahu dimana bengkel motornya?" tanya Ryan.


"Hm, engga," ucap Agatha tersipu malu.


"Iya makannya kamu duluan naik motor bersama temanku, biar aku yang bawa motor kamu," ucap Ryan lalu segera mendorong motor Agatha.


Agatha pun segera menaiki motor Ryan bersama teman Ryan tersebut. Dan tak berselang lama, Agatha pun telah sampai di bengkel.


"Duduk dulu disana sambil menunggu Ryan datang," ucap teman Ryan menunjuk kursi yang berada ujung tempat.


Agatha pun duduk di kursi tersebut menunggu kedatangan Ryan dan motornya. Lalu ketika Agatha menunggu Ryan, tiba-tiba saja Nicko datang ke bengkel tersebut.


"Tha kamu lagi ngapain disini?" tanya Nicko menghampiri.


"Lagi benerin motor, kamu sendiri ngapain disini?" tanya balik Agatha.


"Aku lagi beli oli, motor mana yang kamu perbaiki," ucap Nicko sembari melihat sekeliling bengkel.


"Motorku masih belum kesini," ucap Agatha. Lalu tak berselang lama Ryan pun datang dengan motornya tersebut. "Tuh motorku sudah datang," menunjuk Ryan dan motornya.


"Bukanya itu kakaknya Kyra," ucap Nicko heran karena Ryan datang membawa motor Agatha.


Setelah itu Ryan pun menyerahkan motor tersebut kepada temannya untuk di perbaiki. Agatha terduduk sembari menunggu motornya di perbaiki, sementara Ryan membantu temannya memperbaiki motor Agatha.


Namun setelah Nicko membeli oli, Nicko pun ikut duduk bersama Agatha dan menemaninya menunggu motor Agatha.


"Kenapa malah kesini bukannya pulang," ucap Agatha.


"Aku mau nemenin kamu sampai motornya beres di perbaiki," ucap Nicko duduk di samping Agatha.


Lalu tiba-tiba saja Ryan datang menghampiri Agatha.


"Kayaknya motor kamu bakalan lama di perbaiki, mendingan kamu aku antar pulang saja ya... jadi kamu besok bawa motornya," ucap Ryan.


"Biar aku saja yang antar Agatha kak," lontar Nicko berdiri dari tempat duduknya.


"Tidak bisa! kak cepat antar aku pulang, aku ga mau di antar olehnya," ucap Agatha menarik lengan Ryan.


"Eh...eh tapi dia kan menawarkan tumpangan loh," ucap Ryan kebingungan karena Agatha menarik lengannya.


"Pokoknya aku mau di antar sama kak Ryan saja," ucap Agatha yang masih menarik Ryan ke arah motor Ryan di parkirkan.


Seketika Nicko cukup tercengang ketika Agatha lebih memilih Ryan untuk mengantarnya pulang.


"Teganya dia memilih Ryan untuk mengantarnya pulang," gumam Nicko yang masih berdiri di tempat sembari menatap Agatha dan Ryan pergi.