My Original Love

My Original Love
Bab 34 Bunga



"Hm... aku sudah lupa siapa nama cinta pertamaku," ucap Bella menatap lurus ke depan.Gio tak menyadari bahwa dirinyalah cinta pertama dari Bella.


"Kenapa kamu bisa lupa dengan cinta pertamamu? aku heran denganmu yang bisa lupa dengan cinta pertamamu... apa kamu malu menyebut orang yang jadi cinta pertamamu itu," ucap Gio heran.


"Bagaimana kalau cinta pertamaku itu adalah kamu," ucap Bella menatap wajah Gio.


Deg...


Seketika jantung Gio berdegup cepat, Gio sangat terkejut atas ucapan Bella. Gio hanya terdiam mematung sembari menatap Bella.


Lalu Bella mulai tersenyum dan tertawa karena melihat ekspresi dari wajah Gio yang tampak terkejut setelah mendengar ucapannya.


"Kenapa kayak yang bingung gitu sih," ucap Bella menertawakan Gio.


"Apa ucapanmu benar?" tanya Gio dengan tatapan serius.


"Mana mungkin kamu cinta pertamaku, tadi itu aku cuma bercanda... lagian kamu bukan tipe idealku," ucap Bella menghindari tatapan Gio.


Entah sampai kapan Bella akan menyembunyikan fakta bahwa Gio adalah cinta pertamanya. Sebuah perasaan yang ia pendam lama, tak pernah terungkap. Bella hanya menyimpannya sendiri tanpa ada yang tahu, bahkan Kyra yang menjadi sahabatnya pun tak mengetahuinya.


Bella lalu menatap Jam di tanganya, "Gio pulang yu, udah malem banget."


"Tunggu! aku masih penasaran dengan orang yang jadi cinta pertamamu," ucap Gio bersikukuh dengan rasa penasarannya.


"Kenapa kamu penasaran banget... sudahlah ayok pulang," ucap Bella berdiri lalu menarik lengan Gio untuk berdiri juga.


"Iya... iya," ucap Gio.


Mereka pun lalu segera menaiki motor untuk pulang. Dalam perjalanan Gio masih saja penasaran, Gio pun lalu bertanya kembali "Jadi siapa cinta pertamamu."


Namun Bella tak menjawab pertanyaan Gio. Bella lalu berpura-pura tertidur untuk menghindari pertanyaan dari Gio.


"Bel ko ga jawab sih... jadi kamu tidur?" tanya Gio melihat Bella dari arah kaca spionnya.


Bella menutup kedua matanya dengan dagu yang menempel di pundak Gio, dan dengan tangan yang mendekap erat tubuh Gio. Tanpa ia sadari, dengan berpura-pura tertidur malah menjadi benar-benar tertidur.


Karena Bella tertidur peganggannya pun mulai melemas dan perlahan mulai terlepas, Gio pun lalu memegang kedua tangan Bella. Gio mengendarai motornya dengan satu tangan yang memeggang stang motor dan satu tangan yang memegang erat tangan Bella di perutnya.


"Kenapa harus tidur sih... aku jadi susah bawa motornya," batin Gio.


Lalu tak lama motor melaju, mereka pun telah sampai di depan rumah Bella. Gio pun lalu segera membangunkan Bella.


"Bel udah sampai," ucap Gio menepuk lengan Bella.


"Oh sudah sampai," ucap Bella lalu turun dari motor.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya," ucap Gio yang akan segera menjalankan motornya kembali. Lalu berhenti, karena Bella menyuruhnya untuk tak pergi.


"Tunggu! Gio kamu turun dulu!" ucap Bella memeggang sebelah lengan Gio.


"Kenapa kamu nyuruh aku turun?" tanya Gio heran.


"Udah cepat kamu turun!" ucap Bella.


Gio pun lalu turun dari motornya.


"Aku sudah turun, kamu memangnya mau apa," ucap Gio.


Lalu tiba-tiba Bella mendekap erat tubuh Gio. Bella mendekap tubuh Gio sembari menahan air mata yang akan keluar dari kedua bola matanya itu.


"Gio makasih ya untuk hari ini," ucap Bella yang menahan tangisnya itu.


"I...ya, tapi kenapa kamu peluk aku," ucap Gio merasa heran.


"Hm... semoga kamu bisa berhasil jadi pacarnya Kyra... kalau kalian bahagia, aku pun pasti akan sangat bahagia," ucap Bella yang masih menahan air matanya itu.


"Amin... semoga saja Kyra juga akan balik suka padaku," ucap Gio tersenyum.


Bella lalu merenggangkan dekapannya lalu menatap wajah Gio dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Gio. "Besok sebelum berangkat sekolah, kamu jemput aku... kita bakal ke toko bunga dulu."


"Kenapa ke toko bunga... apa kamu nyuruh aku beli bunga lalu bakal langsung nembak Kyra," ucap Gio heran.


"Engga lah... kita ke toko bunga memang bakal beli bunga untuk Kyra, tapi bukan untuk nembak Kyra... kamu berikan bunga untuk Kyra sebagai permulaan untuk mendapatkan hati Kyra. Karena sepertinya Kyra suka sama bunga," ucap Bella.


"Oh baiklah... kalau begitu aku pulang sekarang ya," ucap Gio yang tampak bahagia karena sudah terbayang wajah Kyra ketika Gio memberikan bunga pada Kyra.


"Iya sana pulang," ucap Bella.


Gio pun lalu segera beranjak pergi dengan motornya. Ketika Gio pergi, Bella menatap punggung Gio yang perlahan mulai menjauh dari hadapannya. Lalu air mata yang sedari tadi ia tahan , perlahan mulai keluar membasahi kedua pipinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esok harinya Bella berdiri menunggu Gio di depan gerbang rumahnya. Tak lama ia menunggu Gio pun lalu datang menghampirinya.


"Ayo berangkat sekarang," ucap Gio memberikan helm kepada Bella.


"Iya ayo," ucap Bella memasang helm lalu segera naik ke motor.


Gio dan Bella lalu beranjak pergi ke arah toko bunga. Sesampainya di toko bunga, Bella lalu memilih-milih bunga yang cocok untuk di berikan kepada Kyra.


"Mau cari bunga apa biar saya bantu," ucap dari pemilik toko bunga tersebut.


"Hm... saya mau bunga primrose," ucap Bella.


Lalu pemilik toko bunga tersebut segera mengambil bunga yang di sebutkan Bella.


"Kenapa harus bunga primrose, kenapa ga bunga mawar merah saja," ucap Gio heran.


"Kalau bunga mawar merah itu sudah biasa... bunga primrose itu melambangkan kesetian yang menyatakan bahwa orang yang memberikannya tidak bisa hidup tanpanya... lagian kalau beli bunga primrose tidak hanya bunganya saja tetapi sudah dengan potnya... jadi Kyra bisa merawatnya," ucap Bella.


"Oh begitu... baiklah kita beli yang itu saja," ucap Gio.


Lalu pemilik toko tersebut menghampiri sembari memberikan bunga tersebut. "Ini bunganya kak."


"Saya beli itu saja," ucap Bella mengambil bunga tersebut.


Gio lalu segera membayar bunga tersebut. Lalu setelah itu mereka pun segera beranjak pergi menuju sekolah.


Sesampainya di sekolah, Gio dan Bella menunggu Kyra di depan kelas IPA 1.


"Kamu peggang yang benar bunganya... ingat jangan gugup ketika memberikan bunganya," ucap Bella memberikan bunga tersebut kepada Gio.


Lalu tak lama kemudian Kyra pun datang. Namun Kyra datang dengan membawa setangkai bunga mawar merah yang ia genggam di tanganya.


"Gio kamu ngapain disini?" tanya Kyra.


Ketika Gio melihat bunga dari genggaman Kyra, Gio merasa ragu untuk memberikan bunga tersebut kepada Kyra. Karena Kyra tampak bahagia memeggang bunga tersebut.


"Itu bunga dari siapa?" tanya Gio menatap ke arah bunga yang Kyra genggam.


"Oh... i..ni, bunga dari Davin," ucap Kyra terbata-bata.


Gio lalu terdiam tak berucap ketika mendegar bahwa orang yang memberikan bunga lebih dulu darinya ialah Davin. Gio tampak sedih ketika melihat ekspresi dari wajah Kyra yang tampak bahagia mendapatkan bunga tersebut.


"Hm... katanya Gio mau ngasih bunga sama kamu," ucap Bella lalu berbisik kepada Gio. "Cepat kasih bunganya."


"Iya ini buat kamu," ucap Gio menyodorkan bunga primrose yang di pegangnya.