My Original Love

My Original Love
Bab 66 Tak Nyaman



Pagi yang cerah, air yang mengembun membasahi setiap dedaunan dan jendela dari kamar gadis yang tengah tertidur lelap di ranjangnya yang hangat. Kala itu sorot dari sinar mentari menembus gelapnya ruangan yang sedang di diami gadis yang tengah tertidur lelap tersebut. Ia tertidur sangat nyenyak hingga saat sinar mentari yang menyilaukan itu menyoroti wajahnya, yang membuatnya terbangun dari mimpi panjangnya.


Ia terbangun lalu merenggangkan tubuhnya yang kaku sehabis tertidur. Kemudian ia membukakan jendela di kamarnya yang masih tertutup rapat. Berdiri di balik jendela, menatap birunya langit di pagi hari.


"Cuacanya bagus, tapi tidak dengan hatiku," gumamnya yang seketika teringat dengan bocah laki-laki yang sangat dirindukan keberadaanya.


Tiba-tiba terdengar suara panggilan dari balik pintu kamarnya. "Kyra bangun, ayo sarapan bareng," seru dari suara ibunya yang di barengi dengan ketukan pintu.


"Duluan saja bu, Kyra mau mandi dulu," jawabnya yang masih berdiri tegak di dekat jendela kamarnya tersebut.


Ia pun segera bergegas membereskan tempat tidurnya yang berantakan. Setelah semuanya beres, kemudian ia segera mengambil handuk lalu melangkah pergi memasuki kamar mandi.


Namun ketika ia telah selesai mandi, tiba-tiba ia di kejutkan dengan keberadaan Bella dan Githa di dalam kamarnya. Mereka tengah sibuk memasukan beberapa pakaian milik Kyra ke dalam koper.


"Sedang apa kalian disini?" tanya Kyra heran.


"Jangan banyak tanya, mending kamu bantuin kita beresin pakaian kamu," ucap Bella yang sibuk memberesakan pakaian Kyra.


"Mendingan kamu masukan lagi pakaianku ke dalam lemari," ucap Kyra yang masih tampak keheranan.


"Tadi aku udah minta izin sama ayah dan ibumu untuk ikut kita ke pantai, karena kamu pasti menolak jadi kita bakal paksa kamu," lontar Githa.


"Eh tapi kan, kemarin aku udah bilang ga bakal ikut," ucap Kyra kesal.


"Pokoknya kamu harus ikut," ucap Bella sembari menarik lengan sahabatnya.


Rambutnya masih basah dan berantakan, belum sempat menyisir sahabatnya terus menarik Kyra keluar dari rumahnya.


"Tunggu! aku belum sempat menyisir rambutku dan pakaianku hanya memakai setelan training. Lalu kamu bakal ngebiarin aku ga pakai alas kaki gitu," ucap Kyra sembari melepas paksa tangan Bella dari lengannya.


Bella pun tersenyum menatap sahabatnya yang tampak berantakan sehabis mandi itu. Di tambah kaki telanjangnya yang tampak kotor karena menginjak tanah. "Haha.. Baiklah, ayo aku antar masuk ke rumah lagi," ucapnya sembari menertawai sahabatnya tersebut.


Bella dan Githa terus mengawasi Kyra yang sedang bersiap-siap itu. Tak henti pula Bella dan Githa terus menatapnya.


"Kalian bisa tidak berkedip sebentar, kalian terus menatapku...membuatku malu saja," ucap Kyra kesal.


"Kami akan terus memperhatikan kamu, supaya kamu tidak kabur," ucap Bella yang masih menatap Kyra dengan tatapan seriusnya.


Seketika Kyra menggelengkan kepalanya karena sikap konyol kedua perempuan yang terus mengawasinya itu. Setelah Kyra telah siap, mereka pun segera keluar dari rumah. Mereka keluar dengan Githa yang terus menggenggam erat lengan Kyra, sementara Bella membawakan koper yang berisikan pakaian Kyra.


"Kak Githa, kamu tidak perlu memegang tanganku terus, aku ga akan kabur ko," ucap Kyra yang merasa risih.


"Jangan dengerin dia kak, terus pegangin dia," lontar Bella.


"Sepertinya kalian sudah menganggapku seorang penjahat yang akan di masukan sel," gerutu Kyra yang semakin kesal dengan sikap kedua temannya itu.


Berkali-kali Kyra meminta Githa untuk melepaskan lengannya dan berkali-kali pula Githa tak mendengar ocehan Kyra. Sedikit kesal namun Kyra tak bisa memarahi Githa yang umurnya setahun lebih tua darinya.


Mereka berjalan ke arah mobil yang akan di tumpanginya, yang letaknya tak jauh dari rumah Kyra. Namun ketika Kyra akan memasuki mobil tersebut, di dalamnya sudah ada Ludy dan satu orang temannya yang bernama Rangga. Tak hanya ada Ludy dan temannya saja, namun juga ada seorang pria yang tak di kenal dengan tato di lengannya, ia duduk di kursi paling depan sembari memegang setir mobil.


"Oh ini yang namanya Kyra," ucap pria tersebut sembari tersenyum.


"Dia siapa," bisik Kyra kepada Githa.


"Dia Aldo pacarku," jawab Githa yang sedikit memalu.


Kemudian Kyra memasuki mobil tersebut dan duduk di kursi paling belakang bersama teman Ludy yang bernama Rangga. Saat mobil mulai melaju, Kyra tampak jenuh dengan situasi di dalam mobil tersebut. Githa termasuk dengan sahabatnya tengah asik mengobrol dengan pasangannya masing-masing. Sementara Kyra hanya duduk diam di kursi paling belakang, di tambah lagi dengan Rangga yang tak henti menggodanya.


"Mereka sudah punya pasangannya, gimana kalau kita juga kayak mereka," ucap Rangga.


Kyra memalingkan wajahnya menatap jalanan lewat kaca mobil di sebelahnya. Sepanjang perjalanan Rangga terus mengajaknya mengobrol meski Kyra tak menanggapi pembicaraannya. Karena pembicaraan yang di lontarkan Rangga itu bersifat menggoda Kyra. Semakin lama Kyra mengabaikannya, tiba-tiba Rangga nekat memegang erat tangan Kyra. Spontan Kyra pun menampar pipi Rangga cukup keras.


"Plak...


"Maaf kak, jangan keterlaluan ya," ucap Kyra bernada marah.


"Sial, cewe jutek so cantik lu," bentak Rangga.


"Hah ada apa sih... kak ko kamu bentak Kyra," ucap Bella panik.


"Dia duluan yang nampar gue," ucap Rangga.


"Aku nampar kamu karena kamu memang keterlaluan, dari tadi kamu sudah membuatku tak nyaman," ucap Kyra yang semakin marah kepada Rangga.


"Hah, bilang aja dari tadi kalau lu benci sama gue kan," ucap Rangga melebarkan matanya.


"Ah sudahlah. Tolong berhentiin mobilnya aku mau pulang saja," tegas Kyra.


Aldo kemudian menghentikan lajuannya, namun Githa dan Bella tak membiarkan Kyra pergi begitu saja, karena setengah perjalanan telah di lalui mereka. Githa lalu segera menelpon Davin untuk menjemput Kyra.


"Tunggu kamu jangan pulang! kamu bisa naik mobil bareng Davin dan bertukar posisi dengan orang yang menaiki mobil Davin," ucap Githa panik.


Kyra pun menginyakan usul Githa tersebut, kemudian mereka menunggu kedatangan mobil yang akan di tumpangi oleh Kyra.


15 menit mereka menunggu, akhirnya mobil yang dibawa oleh Davin pun datang. Kyra bertukar posisi dengan Andy. Namun ketika Kyra akan memasuki mobil tersebut, Ia merasa gugup karena posisi Andy ketika menumpangi mobil yang dibawa Davin tersebut ialah kursi paling depan, yang tepatnya duduk di sebelah Davin menyetir. Kyra sangat gugup ketika kakinya akan melangkah memasuki mobil tersebut. Namun langkahnya terhenti ketika Davin menyuruh Agatha pindah ke depan dan duduk di sebelahnya.


"Agatha kamu pindah ke depan, tukar posisi dengannya," ucap Davin.


"Asik, baiklah aku akan pindah," ucap Agatha tersenyum lebar.


Kyra semakin kesal saja dengan situasinya saat ini, jika tadi ia di buat kesal oleh ulah Rangga, kali ini ia di buat kesal dengan sikap dinginnya Davin. Kyra memasuki mobil dan duduk di sebelah Nicko. Raut wajahnya tampak kesal dan sedih, matanya terus menatap ke arah depan, menatap Davin yang sedang menyetir.


"Bisa-bisanya dia duduk di sebelah cewek," gumam Kyra dalam batinnya.