
Selepas Gio pergi meninggalkan kantin raut wajah Kyra begitu murung, Kyra merasa khawatir karena tak biasanya Gio marah tanpa sebab.
"Bella, aku takut jika Gio memang marah padaku," ucap Kyra.
"Mana mungkin sih dia marah sama kamu, ga jelas banget, mungkin dia lagi ada masalah jadi dia marah-marah ga jelas," jawab Bella.
"Engga deh, kayanya dia memang marah sama aku, mungkin karena aku tadi nyamperin Davin," ucap Kyra dengan cemas.
"Ah sudahlah, tidak perlu khawatir nanti pulang sekolah kita tanyakan sama dia kenapa dia marah ga jelas, mending kita ke kelas sekarang yu," ucap Bella.
Kyra dan Bellapun segera pergi pergi ke kelas. Namun ketika mereka tengah melewati perpustakaan, Kyrapun berpikir untuk menyibukan diri dengan membaca buku di perpustakaan. Agar kecemasannya terhadap sikap Gio sedikit tenang.
"Bella, kayanya aku mau ke perpustakaan dulu kalau kamu mau pergi ke kelas,duluan saja," ucap Kyra.
"Huh dasar kutu buku, ya sudah sana baca buku sepuasnya."
Kyrapun masuk ke dalam perpustakaan, lalu ia mengambil sebuah buku untuk ia baca. Dengan buku sebagai obat, kini kecemasan Kyra sedikit tenang.
Namun ketika Kyra tengah sibuk membaca, Davin tiba-tiba datang menghampiri Kyra dan duduk tepat di samping kursi tempat Kyra duduk.
Saking fokusnya membaca, Kyra tak menyadari keberadaan Davin. Davin hanya menatap Kyra tanpa mencoba memanggilnya, karena Davin tak ingin mengganggu Kyra sedikitpun.
Namun lamanya Kyra membaca, Davinpun mulai merasa jenuh. Karena Kyra tak berpaling sedikitpun dari bukunya.
"Hei kutu buku! sampai kapan kamu selesai membaca bukunya, hingga kamu tak sadar jika ada aku di sampingmu," ucap Davin menyindir.
Mendengar suara Davin, sontak membuat Kyra tersadar dan menoleh ke arah Davin.
"Sejak kapan kamu disini," tanya Kyra.
"Dari tadi aku disini," jawab Davin.
"Terus kamu ngapain kesini, kenapa ngikutin aku terus," ucap Kyra dengan sinis
"Ih siapa juga yang ngikutin kamu, aku kesini tuh cuma mau belajar di perpustakaan," ucap Davin.
"Hah belajar... aku tidak lihat kamu sedang memeggang buku tuh."
Ucapan Kyra membuat Davin tersinggung malu, karena Davin yang berniat berbohong kini tak bisa mengelak karena ucapan Kyra. Davinpun lalu segera mengambil buku dengan asal tanpa ada niat untuk membacanya sampai bukunya terbalik.
"Cover bukunya yang terbalik atau memang yang bacanya suka baca buku dengan huruf terbalik," sindir Kyra sembari menahan tawa.
Mendengar sindir Kyra, Davinpun tersadar dan semakin malu karena kejelian mata Kyra.
"Oh a...aku tadi lihat ada huruf yang ga jelas, jadi aku balikan bukunya," jawab Davin dengan terbata-bata.
"Oh jadi ada huruf yang ga jelas, atau itu cuma alasan karena terlanjur malu," ucap Kyra sembari tersenyum meledek.
"Teng...Teng...Teng"
Suara dari bel telah berbunyi, dengan malunya Davin iapun pergi tergesa-gesa tanpa bebarengan dengan Kyra. Namun Kyra hanya tertawa kecil melihat kelakuan Davin yang terlihat konyol.
Jam, menit dan detikpun telah berganti dan waktu belajarpun telah usai. Seperti biasa Kyra segera membereskan bukunya untuk segera pulang, namun ketika Kyra keluar dari kelasnya tiba-tiba Davin sudah berada di depan pintu kelas.
"Hei kenapa kamu lama banget sih keluarnya," ucap Davin sembari mencubit pipi Kyra.
"Aw sakit! mau apa sih nungguin aku," ucap Kyra sembari mengelus pipinya.
"Yah aku mau pulang bareng kamu, dan mau ngajak kamu makan siang bareng."
Karena Davin tak ingin membuat Kyra pergi, iapun lalu menghalangi langkah Kyra dan mengancam Kyra sembari berbisik "kalau kamu ga mau pergi sama aku, nanti aku bakal bilangin ke pak adi kalau kamu tadi manjat gerbang belakang bareng sama aku."
Ancaman Davin membuat Kyra takut, iapun lalu luluh untuk ikut bersama Davin.
"Bella kamu pulang duluan saja deh," ucap Kyra.
"kita kan mau ketemu Gio untuk bicarakan masalah tadi.
Ucapan Bella membuat Kyra tersadar bahwa hari ini ia berniat untuk bertanya kepada Gio tentang Gio yang tiba-tiba kesal tanpa sebab.
"Vin, mending kita pergi makannya besok saja sepertinya aku ada urusan dulu," ucap Kyra kepada Davin.
"Aku maunya sekarang, ayo cepet!" ucap Davin sembari menarik lengan Kyra.
Pada saat itu Gio melihat Kyra yang sedang di tarik lengannya oleh Davin. karena Gio tak suka melihat Kyra dekat dengan Davin, lalu Gio datang menghampiri Kyra dan Davin.
Dengan raut wajahnya yang terlihat marah, Gio lalu menarik kerah baju Davin.
"Hei brengsek, jangan paksa Kyra jika tak mau ikut denganmu," ucap Gio dengan raut wajahnya memarah.
"Hah aku ga paksa Kyra, dia memang sudah setuju untuk ikut denganku."
"Mana mungkin dia mau ikut sama kamu, memangnya kamu siapa dia seenaknya memaksanya untuk ikut," ucap Gio sembari mengepalkan tanganya.
Melihat Gio seperti akan memukul wajah Davin, Kyra lalu segera melerainya.
"sudah berhenti! Gio lepasin baju Davin, perkataan Davin memang benar aku akan ikut bersama Davin," ucap Kyra dengan lantang.
"Oh jadi sekarang kamu lebih memihak dia di bandingkan sahabatmu."
"Bu...bukan begitu Gio," ucap Kyra sembari memegang tangan Gio.
"Ah, sudah sana pergi dengannya," ucap Gio sembari melepaskan tangan Kyra lalu pergi.
Raut wajah Kyra begitu sedih ia semakin merasa bersalah terhadap Gio yang marah kala itu. Lalu pada saat Kyra dan Davin telah menaiki bis, raut wajah Kyra masih saja tampak sedih. Davinpu lalu segera menghibur Kyra, ia menceritakan hal lucu kepada Kyra namun cerita Davin tak membuat Kyra merasa terhibur.
"Kalau kamu cemburut gitu jadi kelihatan jelek tahu," ucap Davin.
Namun Davin masih saja tak mau menyerah untuk membuat Kyra tersenyum, lalu ia menceritakan kejadian diperpustakaan. Tak di sangka cerita tersebut membuat Kyra tersenyum karena mengingat tingkah laku Davin yang terlihat Konyol.
"Huh dasar bodoh," ujar Kyra sembari tersenyum.
"Nah gitu dong senyum, kan jadi cantik lagi," ucap Davin sembari tersenyum kepada Kyra.
"Apaan sih," ucap Kyra dengan pipinya yang memerah.
"Idih, mukannya jadi malu ya habis di goda sama aku," ucap Davin meledek.
"Dasar nyebelin," ucap Kyra sembari mencubit lengan Davin."
"Aw sakit tahu," ucap Davin sembari mengelus-ngelus lengannya.
Sepanjang perjalannan Davin terus mengajak Kyra berbincang dan menceritakan cerita lucu agar Kyra tak merasa sedih dan bisa melupakan Gio yang marah padanya. Walaupun cerita dan perbincangan Davin tampak garing dan tidak lucu, akan tetapi hati dan pikiran Kyra sedikit lebih tenang dan bisa melupakan masalahnya dengan Gio.