
Kebahagian terpancar dari sepasang insan muda yang kini telah resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Meskipun hubungan yang terjalin harus tersembunyi, akan tetapi rasa bahagia itu akan terus terasa di jiwanya yang bergejolak asmara. Hari terakhir mereka berlibur, Davin dan Kyra berjalan menyusuri pantai menikmati indahnya lautan yang di hiasi langit jingga. Mereka harus sembunyi-sembunyi untuk mencuri waktu berdua di hari terakhir mereka berlibur di pantai.
"Apa mereka ga bakal nyariin kita. Kita sudah lama disini," ucap Kyra menyenderkan kepalanya di bahu Davin.
"Jangan pikirkan mereka, mending kita nikmati saja waktu berdua kita hari ini," ucap Davin menatap lautan.
Davin menatap Kyra memegang pipinya lalu mendekatkan wajahnya. Namun saat Davin akan mulai mengecup bibir Kyra, seketika Kyra menutup mulutnya dengan telapak tanganya. Raut wajah Davin pun berubah masam karena tak berhasil mencium bibir kekasihnya itu, ia memalingkan wajahnya. "Hm, kenapa di tutup sih."
Kyra pun tersenyum dan tertawa kecil, melihat kekasihnya yang kesal karena tak bisa mencium bibir manisnya. Kemudian Kyra mengecup pipi Davin sebagai balasan karena Davin tak berhasil mencium bibirnya. Raut wajah Davin pun berubah berseri-seri ketika pipinya di kecup oleh wanita yang kini jadi kekasihnya itu.
Davin kembali menatap Kyra membelai wajahnya sembari tersenyum, yang kemudian mulai mendekatkan bibirnya kembali. Kyra pun mulai menutup kedua matanya. Namun pada saat mereka akan mulai berciuman, tiba-tiba saja Nicko memanggil.
"Davin... ayo kita pulang sekarang!" teriak Nicko.
Seketika Kyra pun terkejut, dan dengan refleks ia mendorong Davin hingga terlentang di atas tanah.
"Ga usah deket-deket," ucap Kyra melangkah pergi dengan wajah yang memerah.
Davin lalu berdiri sembari membersihkan pakaiannya yang kotor akibat pasir yang menempel. Sementara Nicko tampak keheranan dengan ekspresi wajah Davin dan Kyra yang seakan merasa canggung terhadapnya. Nicko menghampiri Davin yang tengah membersihkan pakaiannya itu. "Kamu tadi habis berbuat mesum pada Kyra?" tanya Nicko mengerutkan kedua alisnya.
"Apa maksud dari perkataanmu," jawab Davin dengan ekspresi yang terkejut atas pertanyaan yang di lontarkan Nicko padanya.
"Gue tahu lu suka banget sama Kyra, tapi lu ga boleh sampai terobsesi gitu. Gue tadi liat lu hampir nyium dia, bersikaplah layaknya pria sejati harus menerima kenyataan kalau dia nolak dan ga suka sama lu," tegas Nicko sembari melipat kedua lengannya di dada.
Davin menatap Nicko dengan mulut yang sedikit menganga. Ia cukup terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Nicko padanya. Davin lalu mengangguk dan sedikit memberi senyuman pada Nicko. "Hm iya," ucapnya melangkah pergi.
Saat Davin melangkahkan kakinya Davin menahan tawanya. Bagi Davin ucapan Nicko cukup menggelitik, karena Nicko tak mengetahui bahwa Davin dan Kyra sudah resmi jadian.
"Apa sih dia so soan ngasih peringatan," gumam Davin dengan nada yang berbisik.
Davin beserta yang lainnya membereskan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil. Setelah semuanya selesai, semuanya pun bersiap untuk pulang. Dan dengan sigapnya pria yang sedang di mabuk asmara itu membukakan pintu mobil untuk perempuan yang telah menjadi kekasihnya itu. Ia berniat mengajak Kyra untuk duduk di sebelahnya sembari menemaninya menyetir.
"Ayo masuk," ucap Davin tersenyum.
Namun sialnya saat Kyra hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja Nicko terburu-buru masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kosong yang sudah di sediakan Davin untuk Kyra. "Gue duduk disini! Kyra ga usah takut kalau si bocah tengil ini ganggu kamu lagi, karena gue bakal bantu halangin kamu dari dia."
"Siapa yang suruh lu duduk disini sih," ucap Davin kesal.
"Ga apa-apa Vin, aku duduk di belakang saja," ucap Kyra memasuki mobil dan duduk di kursi belakang.
Davin cukup kesal karena tak bisa duduk bersebelahan dengan perempuan yang jadi kekasihnya itu.
"Sial... niat bisa deket-deketan malah kehalang sama bocah tengil ini," gerutu Davin dalam batinnya.
Semuanya telah memasuki mobil dan mobil pun telah siap untuk di jalankan. Saat memasuki malam, mobil telah sampai di kota tempat semuanya tinggal. Namun tiba-tiba saja mobil yang di kendarai Davin berhenti.
"Loh ko berhenti, ada apa Vin?" tanya Nicko heran.
"Mobilnya mogok," ucap Davin panik.
"Idih ko bisa sih, gue pengen cepet sampe rumah nih udah lelah," ucap Andy dengan mata yang sedikit menutup karena kantuk.
Davin keluar dari mobil dan segera mengecek kap mobil tersebut. "Ini pasti lama kalau nelpon montir. Sebagian pulang naik mobil yang dibawa Rio dan sebagiannya lagi pulang naik mobil yang dibawa Reyhan," ucap Davin sembari mengecek-ngecek mesin mobil.
"Ya udah gue telpon dulu Githa sama Reyhan," ucap Nicko.
Namun pada saat Davin sedang mengecek mobilnya, tiba-tiba saja ia tersenyum. Senyuman tersebut adalah senyuman yang terselebung. Davin berbohong mengenai mobilnya yang mogok itu, ia berniat mengeluarkan semua penumpang di mobilnya agar bisa berduaan dengan Kyra.
"Kyra ga usah ikut naik mobil sama mereka, soalnya aku udah kirim pesan sama om Erick suruh jemput kamu," ucap Davin.
"Kyra mending pulang sama kita, suruh ayahnya ga usah jemput," tegas Nicko.
"Tapi om Erick udah di jalan mau jemput Kyra, kasian kalau di suruh balik lagi," ucap Davin berbohong.
"Sejak kapan dia punya nomer ponsel ayah," gumam Kyra dalam batinnya.
Lalu saat semuanya telah pergi, Davin segera kembali menyalakan mesin mobilnya.
"Loh ko mobilnya nyala," ucap Kyra heran.
"Heheh... ayo masuk! kalau yang lain ga ada aku bisa berduaan sama kamu deh," ucap Davin tersenyum simpul.
Kyra memasuki mobil dan duduk di sebelah Davin, "Jadi tadi kamu kirim pesan sama ayahku itu cuma bohong," ucapnya menggelengkan kepala.
"Hehe iya," ucap Davin tersenyum sembari menggaruk kepalanya.
Davin segera melajukan mobilnya, lalu pada saat mobilnya melaju, tangan sebelah kiri Davin memegang tangan Kyra.
"Vin lepasin tanganku, kamu harus fokus menyetir loh," ucap Kyra.
Namun Davin tak ingin melepaskan genggamannya, ia malah semakin erat memegang lengan kekasihnya itu.
"Ga mau! bentar lagi udah mau nyampe rumah kamu, jadi sebelum nyampe harus pegangan dulu."
Kyra menghela nafasnya dan dengan terpaksa Kyra menuruti pacarnya yang sedang bermanja itu.
"Uhh Dasar, tapi gemesin sih," gumam Kyra dalam batinnya.
20 menit Kyra dan Davin berpegangan tangan tak terasa mobil telah sampai di depan rumah.
"Vin aku masuk ke rumah sekarang ya," ucap Kyra melepaskan genggaman.
"Iya, jangan lupa mandi terus makan ya sayang," ucap Davin tersenyum.
Raut wajah Kyra seketika memerah ketika mendengar Davin memanggilnya sayang.
"I...iya," ucap Kyra gugup, kemudian segera keluar dari mobil.
Namun pada saat Kyra hendak membuka pintu gerbang rumahnya, tiba-tiba saja Davin keluar dari mobil dan memanggilnya.
"Tunggu Kyra."
"Apa Vin?"
Seketika Davin mendekat dan mengecup kening Kyra.
"Kecupan selamat tinggalnya ketinggalan," ucap Davin tersenyum menatap wajah Kyra.
"Ih Vin gimana kalau ada yang lihat," ucap Kyra dengan rona merah di wajahnya.
"Ga ada orang yang lewat ko... aku pulang sekarang ya," ucap Davin kembali memasuki mobil dan segera menjalankan kembali mobilnya itu.
Kyra memegang kedua pipinya yang memerah setelah keningnya di kecup oleh Davin. Kemudian ia segera memasuki rumah, senyuman terus terpancar di raut wajahnya hingga membuat Anna heran dengan sikap Kyra tersebut.
"Baru pulang, ko senyum-senyum. Anak ibu kayaknya habis liburan seneng banget nih."
"Iya seneng banget, sampe senengnya ga bakal hilang-hilang," ucap Kyra memasuki kamarnya.
Kyra membaringkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit sembari membayangkan momen-momen bersama Davin. Ia masih tak menyangka bahwa pria yang jadi cinta pertamanya itu akan jadi pacarnya. Si gadis kutu buku kini telah keluar dari zona nyamannya sebagai perempuan yang hanya memprioritaskan belajar dan sekolah. Namun hubungan yang di sembunyikan ini, entah sampai kapan akan terus tersembunyi dan entah bagaimana hubungan Kyra dan Davin berlanjut kedepannya.
"THE END"
Sampai jumpa di season 2 πππ