
Davin mengantar Kyra sampai ke kelas dengan kedua tanganya yang menutupi telinga Kyra. Rasanya teramat sangat nyaman ketika kedua tangan Davin menutupi telinga. Karena tiap bisikan dan gunjingan tak lagi terdengar di telinga Kyra. Berkat Davin, Kyra merasa terlindungi.
"Nah cepat masuk, sebentar lagi belnya bunyi," ucap Davin.
"Iya, makasih ya Vin," ucap Kyra.
"Iya sama-sama. Kalau ada lagi yang ganggu kamu, kamu langsung bilang saja sama aku... biar aku tendang mereka dan sekalian aku hajar," tandas Davin.
"Eh jangan gitu dong," ucap Kyra panik.
"Memangnya kenapa," tanya Davin.
"Pokonya jangan di tendang ataupun di hajar," ujar Kyra.
"Iya deh... kalau gitu aku pergi ke kelas ku dulu ya," ucap Davin melangkah pergi.
Sesudah Davin pergi, Bella datang menghampiri Kyra lalu mengagetkannya.
"Woy," teriak Bella.
"Aduh Bel, kamu bikin aku kaget saja," ucap Kyra kaget.
"Hm, mencurigakan... tadi kamu sama Davin habis ngapain. Kamu keluar dari kelas buat ketemu Davin ya," ucap Bella penasaran.
"Aku tadi ke toilet dan kebetulan aku ketemu Davin," ucap Kyra.
Alasan Kyra tak membuat Bella berhenti mencurigainya. Bella berpikir bahwa Kyra terasa aneh, seperti ada sesuatu yang beda di diri Kyra. Tentu saja gadis polos itu memang sedikit berbeda, karena Kyra memang sedang merasakan jatuh cinta. Mungkin merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
"Kamu pasti ada sesuatu sama Davin kan," tanya Bella curiga.
"Kamu mikir apa sih Bel," ucap Kyra malu, lalu beranjak pergi masuk ke kelas.
"Pasti ada sesuatu," teriak Bella mengikuti Kyra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pelajaran pertama telah usai. Bella dan Kyra membereskan semua bukunya, dan bersiap mengikuti pelajaran berikutnya yaitu PJOK atau olahraga. Setelah itu Bella dan Kyra mengeluarkan pakaian olahraganya dari dalam tas, lalu beranjak pergi menuju toilet untuk berganti pakaian.
Ketika Kyra keluar dari kelas, Kyra masih tampak waspada terhadap pandangan orang-orang sekitar. Kyra berjalan sembari menundukan kepalanya, seolah ia masih merasa malu atas ledekan dan gunjingan yang terdengar di telinganya tadi pagi.
"Kyra kamu kenapa sih... kayak yang lagi menghindari sesuatu," tanya Bella heran.
"Tidak... ayo cepet jalannya," ucap Kyra menarik lengan Bella.
"Ada apa sih, hari ini kamu aneh banget," ucap Bella yang masih merasa heran.
Kyra tak merespon ucapan Bella, ia hanya terus berjalan dengan langkah yang terburu-buru sembari mengenggam lengan Bella. Bella merasa aneh dengan sikap Kyra, iapun lalu melepas paksa lengannya dari genggaman Kyra.
"Kamu kenapa sih," tandas Bella menghentikan langkahnya.
Langkah Kyrapun terhenti, ia terdiam tak berucap, dengan raut wajah yang seakan menahan tangis. Bellapun menghadap ke arah Kyra lalu memeggang kedua pundak Kyra.
"Kamu kenapa? ceritakan semuanya dengan jujur," ucap Bella menatap wajah Kyra.
Kyra terdiam tak berucap, lalu perlahan kedua matanya mulai mengeluarkan air dan tangisnya pun mulai pecah. Bella tampak kebingungan, karena secara tiba-tiba Kyra menangis tanpa memberitahukan alasanya. Bella lalu memeluk Kyra, dan mencoba menenangkannya.
"Hei ko nangis sih, memangnya siapa yang buat kamu jadi kayak gini," ucap Bella memeluk sembari mengelus punggung Kyra.
"Aku malu Bel, orang-orang dari tadi membicarakanku dan meledeku," ucap Kyra sembari menangis.
"Memangnya kenapa bisa seperti itu sih... ayo duduk dulu di sebelah sana dan ceritakan semuanya," ucap Bella menunjuk ke arah tempat duduk.
Lalu tiba-tiba Gio lewat dan melihat Kyra, ia pun lalu mengahampiri. Gio tampak panik ketika melihat raut wajah Kyra yang tampak sendu sehabis menangis.
"Kyra kamu kenapa? kayak yang habis nangis," ucap Gio panik dan merasa khawatir.
"Aku tidak apa-apa Gio," ucap Kyra.
"Kyra ga usah bohong deh! kamu habis nangis kan," ucap Gio sembari memegang tangan Kyra.
"Aku beneran ga apa-apa."
"Jangan bohong! aku bisa lihat kamu habis nangis, Sebutkan siapa yang buat kamu nangis," ucap Gio menatap wajah Kyra sembari memegang pipinya.
Melihat Gio yang tampak khawatir dan perhatian kepada Kyra, seketika hati Bella mulai merasakan sakit. Bella hanya terdiam, melihat pria yang di cintainya itu memegang tangan dan pipi sahabatnya itu. Walaupun hatinya sakit, tetapi ia harus menahanya agar ia tak meneteskan air matanya. Karena Bella tak ingin kedua sahabatnya itu mencurigainya, bahwa ia sebenarnya merasa cemburu atas perlakuan Gio terhadap Kyra.
Karena tak ingin berlama-lama merasakan cemburu, Bella lalu berdiri dan segera menarik Kyra dari hadapan Gio.
"Ayo Kyra! kita kan mau ganti baju," ajak Bella.
"Mau kemana sih buru-buru amat," ucap Gio.
"Ini kan masih jam belajar, harusnya kamu masuk kelas sana... aku sama Kyra mau ganti pakaian karena kita mau bersiap olahraga," ucap Bella beranjak pergi sembari menarik lengan Kyra.
"Kenapa sama Bella ya, dari tadi pagi dia agak aneh," batin Gio.
Lalu setelah Kyra dan Bella selesai berganti pakaian. Mereka pun lalu kembali ke kelas, dan duduk di bangku masing-masing sembari menunggu instruksi dari guru olahraga.
Bella terdiam sembari melamun memikirkan sikap Gio tadi. Hatinya yang belum sepenuhnya pulih, dengan terpaksa ia harus melihat pria yang di sukainya memegang tangan dan wajah sahabatnya itu.
Bella terus saja melamuni Gio, hati dan pikirannya sangat kacau. Ia sangat gelisah dan takut apabila kedua sahabatnya itu memang saling menyukai.
"Hm, gimana kalau yang ngasih bunga sama Kyra itu Gio," batin Bella sembari menggigit bibir bawahnya.
Kyra merasa heran dengan sikap bella yang melamun dan tampak gelisah. Kyra pun lalu menepuk lengan Bella.
"Bel, kamu kenapa dari tadi melamun saja," ucap Kyra.
"Hm, ga apa-apa," ucap Bella.
"Hm, masa," ucap Kyra mengerutkan alisnya.
"Iya ih ga apa-apa, dasar curigaan!" ucap Bella sembari mencubit pipi Kyra.
"Ya ampun, ga usah sambil nyubit," ucap Kyra mengelus pipinya.
Lalu tak berselang lama, ketua kelas datang memberi instruksi dari guru olahraga.
"Semuanya mohon perhatian! guru olahraga kelas IPA hari ini ga datang karena sedang cuti hamil," pungkas ketua kelas.
"Jadi hari ini ga bakalan olahraga dong... asyik nih," ucap salah satu murid.
"Kita tetep melaksanakan olah raga, tapi kita bakal di satuin sama kelas 11 IPS 1... jadi semuanya kumpul di lapangan sekarang," pungkas ketua kelas tersebut.
"Kelas 11 IPS 1, berati kelas yang di tempati Davin dong," batin Kyra.
Setelah Kyra mendengar bahwa kelasnya akan berolah raga bersama dengan kelas 11 IPS 1. Persaan Kyra tiba-tiba merasa senang, dan seolah tak sabar ingin segera pergi ke lapangan. Mungkin bukan tak sabar ingin segera mengikuti olahraga, akan tapi ia ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya.
"Bel, ayo cepet kita ke lapangan sekarang," ucap Kyra menarik lengan Bella.