
Bella cukup terkejut ketika Davin tiba-tiba saja memeluk sahabatnya itu. Tak hanya terkejut saja, Bella juga merasa heran dengan Kyra yang seakan merasa nyaman ketika berpelukan dengan Davin. Bahkan mereka tak memperdulikan Bella yang berdiri tepat di sebalahnya, seakan Bella tak di anggap keberadaanya. Bella pun langsung saja menarik sahabatnya itu dari pelukan Davin.
"Sudah cukup! kita pulang," ucap Bella menarik lengan Kyra sembari berjalan menjauhkan sahabatnya itu dari hadapan Davin.
"Tunggu!" ucap Davin yang juga menarik lengan Kyra, menghentikan langkah keduanya.
"Bisa lepaskan tanganmu dari Kyra ga," ucap Bella tersenyum sinis.
"Hari ini bisa tidak, kamu temenin aku," pinta Davin kepada Kyra.
"Tidak," ucap Bella yang kembali menarik lengan sahabatnya, sembari berjalan menjauhkan sahabatnya itu dari laki-laki yang tak pantang menyerah tersebut.
Seketika Kyra melepaskan lengannya dari genggaman sahabatnya tersebut. Kyra masih merasa bersalah terhadap Davin, karena telah mengabaikan dan tidak memperdulikannya di saat ia sakit. Oleh sebab itu, Kyra tak ingin mengulangi perbuatannya kemarin. Karena rasa bersalah dan jauh dari Davin merupakan hal yang mengerikan bagi Kyra saat ini.
"Bella ku mohon, hari ini saja aku nemenin Davin," ucap Kyra menghentikan langkahnya.
Seketika seorang pengendara motor berhenti tepat di depan Bella dan Kyra berdiri. Mereka pun cukup heran dengan si pengendara yang wajahnya masih tertutup helm tersebut.
"Hai Bella," ucap si pengendara motor, lalu segera membukakan helmnya.
Tak di sangka, ternyata si pengendara motor tersebut ialah Ludy. Kakak kelas yang berkenalan dengan Bella di kantin sekolah.
"Pas sekali datangnya, tolong antar Bella pulang ya," ucap Kyra lalu segera berlari menghampiri Davin dan langsung saja memasuki mobil.
"Yah malah pergi, kamu sih malah datang," ucap Bella kesal.
"Temen kamu memang perhatian ya... nih pakai helmnya," ucap Ludy lalu menyodorkan helm.
Karena hari semakin sore dan tak ada kendaraan umum yang lewat, dengan terpaksa Bella harus pulang bersama Ludy. Namun selama perjalanan tak ada obrolan di antara keduanya, Bella merasa canggung ketika bersama Ludy.
Lalu ketika di persimpangan jalan, Ludy membelokan motornya ke jalan yang bukan arah ke rumah Bella, walaupun Bella telah menunjukan arahnya.
"Lah kok jalan sini," ucap Bella heran.
"Kita pergi ke tempat lain dulu."
"Tapi kan aku maunya pulang," ucap Bella merasa panik karena Ludy tak membawanya pulang.
"Sudah diam," ucap Ludy lalu mempercepat lajuannya.
Seketika Bella pun terkejut lalu segera berpegang erat memeluk Ludy. Namun Ludy hanya bisa tersenyum ketika Bella memeluk tubuhnya itu. Dan tak lama motor melaju, Ludy lalu segera menghentikan lajuannya di depan sebuah Mall.
"Hah Mall, mau ngapain sih?" tanya Bella heran.
"Hm, kita mau nonton," ucap Ludy.
Bella dan Ludy pun segera turun dari motor lalu segera masuk ke dalam Mall dan naik ke lantai paling atas di Mall tersebut. Sesampainya mereka di lantai atas, Ludy pun segera memesan dua tiket, satu pop corn untuk di makan berdua dan dua minuman untuknya dan Bella.
"Gila nih orang nekat banget bawa aku kesini," gumam Bella kesal dalam benaknya.
"Ayo masuk," ucap Ludy sembari menyodorkan minuman kepada Bella, lalu segera masuk ke ruangan bioskop tersebut.
Mereka pun segera duduk sesuai nomer tiket yang di pesan. Bella masih merasa canggung kepada Ludy.Hingga Ketika film telah di mulai, Bella hanya fokus menonton dan menyedot minuman yang di peggangnya, tanpa ada kata yang terucap dari mulutnya.
"Hm, i...ya," ucap Bella terbata-bata karena kecanggungannya. Lalu segera mengambil sebiji popcorn.
"Ga usah canggung gitu, santai aja... lagian aku ga bakal memakanmu," ucap Ludy tersenyum sembari menatap layar bioskop.
Seketika Bella semakin merasa canggung dan tak nyaman ketika bersama Ludy. Ia harap filmnya segera usai dan segera pulang ke rumahnya. Karena tak nyaman bila harus bersama orang yang baru saja ia kenal bahkan belum akrab denganya. Ludy memang terlalu nekat membawa orang yang di sukainya itu, tanpa memikirkan situasi orang tersebut.
Satu jam lebih telah berlalu, akhirnya film yang di harapkan usai akhirnya berakhir juga. Bella merasa lega ketika film tersebut telah usai, karena akhirnya ia bisa segera pulang ke rumahnya.
"Akhirnya usai juga," gumam Bella menghela nafasnya.
Lalu ketika Bella berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba saja Ludy memegang lengan Bella.
"Mau kemana sih buru-buru, kita kan belum pergi ke tempat lain... menurutmu kita kemana lagi ya?" ucap Ludy dengan tangan yang memegang lengan Bella, seakan menghentikan Bella untuk tak segera melangkah pergi.
"Kita pulang," ucap Bella sinis.
"Masa pulang sih," ucap Ludy yang masih memegang lengan Bella.
"Ini sudah jam 7 malam, aku bahkan belum pulang ke rumah sama sekali... kalau aku di marahi sama mamaku, kamu yang bakal jadi alasanku telat pulang ke rumah," ucap Bella yang masih sinis kepada Ludy.
"Hm baiklah, kalau gitu kita ke parkiran motornya sambil pegangan tangan ya," ucap Ludy tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya dan segera pergi membawa Bella ke tempat parkir sembari memegang tangannya.
Bella semakin merasa tak nyaman dengan Ludy yang memegang tanganya itu. Sembari berjalan, Bella berusaha melepaskan tangan Ludy dari tangannya tersebut. Namun genggaman Ludy cukup kuat hingga membuat Bella tak sanggup untuk melepasnya.
"Ga usah berusaha buat lepasin, karena aku ga bakal lepasin tanganmu," ucap Ludy memegang kuat tangan Bella.
"Lah ko kamu seenaknya sih," ucap Bella kesal.
Tanpa melepaskan genggamannya, Ludy hanya tersenyum dan menghiraukan ucapan Bella tersebut. Lalu setelah sampai di tempat parkir, Ludy pun segera menyalakan motornya dan segera mebawa Bella pulang ke rumahnya. Namun sesampainya Bella di depan rumah, ibunya sedang berdiri di depan teras rumahnya seakan menunggu kepulangan putrinya tersebut.
"Loh kenapa baru pulang?" tanya ibunya menghampiri.
"Eh maaf bu, tadi saya bawa Bella pergi tanpa bilang," ucap Ludy tersenyum.
"Oh begitu, kalau gitu masuk dulu yuk ke rumah, kita minum teh," ucap ibunya Bella yang juga tersenyum ramah kepada Ludy.
"Tidak usah bu, soalnya kak Ludy mau segera pulang," ucap Bella yang memang tak ingin lebih lama berada dekat dengan Ludy.
"Aku ga bakal pulang sekarang ko," lontar Ludy yang masih ingin lebih lama bersama Bella.
"Oh kalau gitu ayo cepat masuk," ucap ibunya lalu segera membuka pintu gerbang rumahnya.
Tanpa merasa canggung dan malu, Ludy pun memasuki rumah Bella lalu duduk di ruang tamu yang telah di tunjukan oleh ibunya Bella padanya. Setelah itu, ibunya Bella segera menyiapkan teh dan cemilan untuk Ludy. Saat cemilan dan teh telah di siapkan, Ludy memulai perbincangan dengan ibunya Bella, seakan ia sedang mengambil hati ibu dari orang yang di sukainya itu. Bella hanya menatap memperhatikan Ludy dan ibunya yang sedang asyik mengobrol, tanpa ikut mengeluarkan suara.
"Dia bukan orang yang pemalu, apa dia orang yang tepat untukku melupakan Gio," gumam Bella dalam batinnya sembari tersenyum menatap Ludy.
Tiba-tiba saja Ludy pun menatap Bella lalu tersenyum padanya. Kedua pipi Bella pun seketika memerah pada saat Ludy menatapnya sembari tersenyum. Ia pun lalu memalingkan wajahnya menghindari tatapan dari Ludy tersebut.
"Tadi aku mikir apa sih, bodoh banget.... semudah itu menghapus perasaanku terhadap Gio," gumam Bella dalam benaknya.