My Original Love

My Original Love
Bab 22 Istirahat Paling Berkesan



Ketika jam istirahat, Kyra dan Bella keluar dari kelasnya. Di saat mereka keluar dari kelasnya, salah seorang siswa datang menghampiri mereka lalu memberikan kertas yang berisi tulisan kepada Kyra. Siswa tersebut meminta Kyra untuk membacanya tanpa ada yang tahu. Dalam tulisan tersebut, seseorang menyuruh Kyra untuk pergi ke suatu tempat di belakang sekolah.


Kyra lalu menyuruh Bella untuk pergi ke kantin seorang diri, "Bel kamu duluan saja ke kantinnya."


"Kenapa ga pergi bareng saja, mencurigakan... jangan-jangan dia orang yang ngasih bunga tadi pagi," ucap Bella penasaran.


"Bukan, aku ada urusan dulu sebentar," ucap Kyra.


"Iya... iya... aku duluan ke kantin," ucap Bella melangkah pergi.


Si gadis polos itu tanpa ragu menuruti apa yang di sampaikan oleh surat tersebut tanpa ia tolak untuk tak pergi. Karena Kyra seakan mengenal dengan tulisan tersebut. Kyra tahu bahwa tulisan tersebut sama persis dengan surat yang di berikan Davin tadi pagi.


Kyra hanya ingin memuaskan perasaanya, tanpa ia sadari bahwa ia sedang ada pada tahap jatuh cinta. Tanpa ragu dengan terburu-buru ingin segera menemui orang yang memberikan perintah tersebut.


Telah sampai Kyra di belakang sekolah, Kyra terus mencari tempat dimana orang itu berada. Lalu ketika ia menengok ke arah pohon terlihat Davin terseyum ke arah Kyra sembari melambaikan tangannya menyuruh Kyra menghampirinya.


Kyrapun menghampiri Davin, di tempat Davin berdiri terdapat karpet berwarna merah muda beserta makanan ringan di tengahnya.


"Kamu yang tadi ngasih surat sama aku dan nyuruh aku kesini," ucap Kyra.


"Hehe... iya, kita istirahat disini ya....aku sudah nyiapin makanan, aku juga nyiapin buku komik agar selama kita istirahat disini kita ga jenuh."


"Kayak yang lagi piknik aja," ucap Kyra.


"Kita emang piknik walaupun waktunya singkat," ucap Davin.


"Kenapa cuma ada kita berdua, kenapa ga ajak yang lain biar ga terlalu sepi?" tanya Kyra.


"Hm, mending kita berdua saja, kalau ada yang lain takutnya mereka menertawaiku karena nyiapin ini semua... ayo duduk ambil nih buku komiknya" jawab Davin sembari duduk.


"Oh iya deh," ucap Kyra mengambil komik yang Davin berikan lalu duduk.


Davin terdiam bergumam dalam hatinya, "Aku memang sengaja tak mengajak yang lainnya supaya bisa berduaan dengan kamu saja."


Kyra sangat gugup ketika ia duduk bersebelahan dengan Davin, sampai ia tak bisa fokus membaca buku komik yang telah Davin siapkan. Perasaan yang terasa canggung membuat suasana terasa hening tanpa obrolan.


Karena tampak hening Davin lalu berusaha mencairkan suasana.


"Kyra kamu cobain salad buah nih, ini aku yang bikin loh," ucap Davin membuka kotak makan yang berisi salad.


"Ini beneran kamu yang buat atau di buatin sama siapa tuh art di rumah kamu tuh bu..." ucap Kyra terdiam karena Davin memasukan buah ke mulut Kyra.


Davin menertawai Kyra, karena Kyra langsung terdiam tanpa berucap ketika buah memasuki mulut manisnya, "Haha... ini beneran aku yang buat walaupun sedikit di bantu bu Rere."


"Davin kamu gila ya, gimana kalau aku tersedak," ucap Kyra kesal.


"Iya...iya maaf," ucap Davin sembari mengelap bibir Kyra dengan jarinya karena saus salad yang menempel di bibirnya.


Ketika jari Davin menempel di bibir manis Kyra, Kyrapun kembali terdiam menatap wajah Davin dengan jantungnya yang berdetak cukup kencang.


Davin dan Kyra saling menatap. suasana hening serta sentuhan lembut yang menyentuh bibir Kyra serta pipi Davin yang mulai memerah, tanpa ia sadari bibir Davin perlahan mulai mendekat ke arah bibir Kyra. Namun ketika bibir Davin akan bersetuhan dengan bibir Kyra, tiba-tiba Kyra menjerit karena ada serangga yang menempel di tangannya.


"Ahhhhhh....


Sontak Davinpun terkejut karena jeritan Kyra.


"Ada apa?" tanya Davin yang kaget.


Davin lalu segera menyingkirkan serangga yang menempel di tangan Kyra tersebut. Lalu suasanapun terasa lebih canggung, keduannya merasakan debaran jantung yang berdetak cukup hebat. Davin dan Kyra saling mengalihkan pandangan dengan menutupi wajahnya dengan buku komik.


"Hampir saja aku melewati batas," batin Davin.


Tubuh Kyra mulai berkeringat karena masih teringat jelas ketika bibir Davin yang akan menyentuh bibirnya.


"Kenapa tadi aku diam saja, kalau bukan karena serangga mungkin kita sudah melakukan itu," batin Kyra lalu menghela nafas.


Davin dan Kyra hanya fokus pada buku komik yang mereka peggang walaupun debaran jantung yang cepat masih saja terasa. Ketika mereka sedang fokus membaca komik Agatha datang menghampiri Davin dan Kyra.


"Davin ternyata kamu disini, dari tadi aku nyariin kamu," ucap Agatha dengan tangan yang menyetuh kedua pundak Davin.


"Ngapain kamu kesini, mengganggu saja," sinis Davin.


"Aku kangen hehe... ucap Agatha memenggang lengan Davin lalu menyenderkan kepala di pundak Davin.


Kyra tampak kesal dengan tingkah laku Agatha yang menempel pada Davin. Perasaan Kyra seakan merasakan cemburu hebat ketika Agatha menyenderkan kepalanya di bahu Davin.


"Sana menjauh dariku," ucap Davin melepas genggaman Agatha.


"Ih ko gitu sih vin," ucap Agatha kesal.


Lalu Nicko tiba-tiba datang berteriak memanggil Agatha, "Agatha ngapain kamu disana."


"Yaelah, penggangu datang satu lagi," gumam Davin kesal.


"Wah banyak makanan, kayanya enak banget nih...makan-makan disini ga ngasih tahu," ucap Nicko sembari mengambil kotak makan yang berisi salad buah.


"Eh jangan makan yang itu, gue bikin buat Kyra bukan buat lu," ucap Davin merebut kotak makan yang berisi salad buah.


"Yaelah pelit amat," ucap Nicko kesal.


"Mending kalian berdua pergi, karena gue ga ngundang kalian berdua," ucap Davin.


Nicko lalu berdiri sembari menarik paksa Agatha untuk pergi bersamanya, "Ayo Tha, jangan ganggu mereka."


"Ih.. ga mau, aku bakal pergi kalau sama Davin," ucap Agatha mencoba melepas genggaman Nicko.


Namun genggaman Nicko cukup kuat sampai Agatha tertarik tanpa bisa melepasnya. Nicko menarik Agatha pergi karena Nicko sadar diri bahwa temannya itu sedang ingin menikmati waktu berdua dengan perempuan idamannya.


Di sisi lain Kyra cukup tenang ketika Agatha pergi, karena Kyra merasa nyaman jika ia bisa berdua bersama Davin.


Davin Dan Kyra sangat menikmati waktu istirahat di bawah pohon dengan berbagai macam makanan yang tersedia. Dan untuk pertama kalinya bagi Kyra beristirahat di sekolah terasa sangat berkesan dan spesial, dan itu semua berkat Davin yang telah menyiapkan itu semua.


Ketika mereka sedang menikmati waktu istirahat, tiba-tiba lonceng berbunyi pertanda jam istirahat telah usai.


"Teng...teng...teng...


"Vin belnya udah bunyi, beres-beres yu," ucap Kyra.


"Iya bunyi, padahal aku masih mau disini."


Davin dan Kyra segera membereskan makanan yang tersisa lalu melipat karpetnya. Setelah semuanya beres, mereka lalu segera pergi masuk ke dalam kelasnya masing-masing.