
Ucapan Bella membuat Kyra sedikit tak mempercayainya. Kyra hanya terdiam tak berucap menatap Bella yang tengah gugup itu. Semakin gugup saja Bella ketika Kyra menatapnya dengan penuh kecurigaan. Ludy pun lalu segera merangkul pundak Bella agar ia tak semakin gugup.
"Perkataan Bella benar, masa kamu sebagai teman bisa mencurigai dia sih," ucap Ludy.
"Hm...ok deh aku percaya. Awas saja kalau kamu menyakiti temanku," ucap Kyra mengancam Ludy.
"Siap bos," ucap Ludy.
Akhirnya Bella merasa lega, karena Kyra mepercayai ucapannya. Ya walaupun ia masih merasa gelisah karena telah berbohong kepada sahabatnya tersebut, di tambah ia juga merasa tak tenang karena Ludy melarangnya untuk membantu Gio. Yang di pikirkannya hanya bagaimana dengan sikap Gio bila bertemu denganya, apa dia akan marah atau membencinya karena telah mengingkari janji untuk membantunya.
Bella dan Kyra segera memasuki kelas. Setelah memasuki kelas, Bella hanya duduk diam dengan tatapannya yang kosong. Pikirannya kalut memikirkan Gio, menatap layar ponselnya dan memikirkan cara meminta maaf kepada pria yang di sukainya itu. Bella lalu membuka aplikasi pengirim pesan, jari jemarinya terus bergerak di atas keyboard ponselnya. Membuat sebuah kalimat permintaan maaf, namun berulang kali ia menghapus dan mengketik ulang isi pesannya tersebut. Keraguan terus menyelimuti benak Bella, entah bagaimana yang harus ia lakukan saat ini.
Kyra pun menepuk pundak Bella, yang seketika Bella merasa kaget dengan tepukan sahabatnya tersebut.
"A...apa Ra," ucap Bella terbata-bata.
"Kenapa sih? lagi ada masalah?" tanya Kyra yang masih merasa curiga terhadap sahabatnya tersebut.
"Engga, aku cuma lelah saja mungkin karena aku kurang tidur," jawab Bella sembari memasukan ponselnya ke dalam tas.
Bella kembali terdiam dengan kepala yang tertunduk di atas meja. Tiba-tiba Sebuah dering pesan berbunyi di ponselnya. Ia pun kembali mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu segera mengecek pesan tersebut. Pesan baru yang membuat ponselnya berbunyi ialah nama kontak yang terpampang nama Gio. Kebetulan sekali Gio mengirimnya pesan, pada saat Bella sedang memikirkannya. Semakin gelisah saja ketika ia akan membuka isi pesan tersebut. Ia sangat ragu untuk membaca isi dari pesan itu, Bella takut jika isi pesan yang dikirim Gio adalah sebuah kemarahan terhadapnya. Dengan jemari yang begetar Bella lalu mengklik pesan dari Gio itu.
Setelah membuka dan membaca isi pesan tersebut, Bella merasa lega. Karena Gio mengirimkan pesan dengan kata-kata yang baik dan lembut, ya walaupun Bella merasa tak enak karena ia tak bisa berbuat jauh lagi untuk membantu Gio.
"Bel makasih ya selama ini udah bantuin aku dan maaf sudah merepotkan kamu. Tadi pas aku lihat kamu di tarik sama pacar kamu, sepertinya wajahmu sedikit merasa tak enak. Kamu ga usah terbebani dan merasa tak enak sama aku. Kuharap kita masih bisa berteman, dan selamat ya sudah punya pacar baru."
Dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca Bella menahan tangis sembari membalas pesan yang dikirim Gio padanya. Namun kata yang keluar dalam isi pikirannya begitu singkat, hanya satu kata yang di ketik oleh jari-jemarinya yaitu kata "Maaf."
Bella pun lalu menutupi wajahnya dengan kepala yang menunduk di atas meja. Saat itulah ia bisa mengeluarkan air mata dengan leluasa. Bella menangis tanpa bersuara agar sahabatnya tak mencurigainya.
"Bell kamu kenapa, kamu sakit? mau ku antar ke UKS ga," ucap Kyra menepuk punggung Bella.
"Ga usah, aku cuma mau tidur saja," ucap Bella dengan nada yang sedikit bergetar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika istirahat tiba wajah Bella tampak sendu dan pucat, ya mungkin karena sehabis. Sembari berjalan Kyra terus menatap sahabatnya yang sedari tadi terdiam tanpa berucap.
"Apa sih lihat-lihat?" tanya Bella heran dengan tatapan Kyra.
"Kamu sakit kan? ayo ke UKS dulu," ucap Kyra menatapnya dengan kedua alis yang mengerut.
"Beneran aku ga apa-apa," ucap Bella sembari menghela nafas
Tiba-tiba saja Ludy datang menghampiri Bella dan Kyra yang tengah berjalan di lorong menuju kantin. Ludy datang sembari membawa sekatong makanan di tangannya.
"Hm ok... Kyra maaf ya hari ini aku ga bisa ke kantin sama kamu... kamu bisa ajak Gio buat nemenin kamu," ucap Bella.
"Iya deh, awas ya jangan sampai temen aku di apa-apain," ucap Kyra mengancam Ludy.
"Siap bos," ucap Ludy melangkah pergi dengan tangan yang menarik lengan Bella.
Kyra pun kembali melanjutkan perjalanannya ke kantin. Namun tiba-tiba saja seseorang menarik lengannya cukup kuat. Seseorang tersebut menariknya berbelok ke arah perpustaakaan. Sedikit kaget dan juga cukup senang, karena seseorang yang menariknya ialah Davin.
"Vin mau ke perpustakaan sekarang, aku belum makan siang nih," ucap Kyra.
"Tenang saja aku bawa makanan banyak," ucap Davin menunjukan kotak makanan di tangan sebelah kirinya.
Kyra tertawa kecil ketika Davin menunjukan kotak makanan tersebut. "Dia emang udah niat banget ya," batin Kyra.
Setelah memasuki perpustakaan, Davin mengambil beberapa buku di rak, begitupun dengan Kyra yang ikut serta mengambil buku. Setelah selesai mengambil buku, seperti biasa mereka duduk di tempat duduk paling ujung.
Davin cukup serius mempelajari buku yang di ambilnya. Hingga ia tak sadar bahwa Kyra terus menatapnya sembari tersenyum. Kyra memang sedikit tak fokus membaca, karena kedua matanya terus saja menginginkan menatap wajah pria yang di depannya tersebut. Seketika mata Davin pun teralihkan dari buku dan langsung saja menatap calon pacarnya itu.
"Ehem, aku memang ganteng sih... terus saja tatap aku biar matanya sehat," ucap Davin tersenyum.
Seketika wajah Kyra memerah, ia pun segera menutup wajahnya dengan buku.
"A...apa sih," ucap Kyra terbata-bata.
Davin tertawa kecil setelah melihat tingkah laku Kyra yang tampak memalu setelah di sindir olehnya. Namun di tengah kebahagian itu, Gio tiba-tiba saja datang dengan raut wajah yang nampak kesal.
"Setelah aku cari-cari ternyata kamu disini," ucap Gio yang seketika duduk di samping Kyra.
Kedatangan Gio sedikit membuat Davin kesal, raut wajah yang tadinya tersenyum bahagia berubah jadi masam setelah kedatangan Gio yang duduk di samping calon pacarnya tersebut.
"Mau apa datang-datang cuma duduk, disini tempatnya membaca buku, bukan cuma duduk-duduk saja," sindir Davin.
"Mau lihat Kyra baca buku, tenang saja gue ga bakal ganggu lu yang tiba-tiba sok rajin," ucap Gio tersenyum menyeringai.
Tak ingin kedua pria tersebut terus beradu mulut, Kyra lalu segera mengalihkan pembicaraannya.
"Mending kita makan dulu yuk," ucap Kyra sembari membuka kotak makanan.
"Suapin dong," ucap Davin tersenyum.
Dengan refleks Kyra mengambil makanan tersebut lalu segera mengarahkannya ke mulut Davin. Namun seketika Gio menghentikan lengan Kyra dengan memegangnya.