MY NAME IS RIO...

MY NAME IS RIO...
TRULY, MADLY, DEEPLY



Kami bertiga berkejar-kejaran di pagi hari yang sepi itu. Mike menggunakan topeng kepala harimau mengejar aku dan Cresa.


"Rooooaaarrrrrrrrrrrrrr!!!"


Suara Mike menggeram sambil mengejar Cresa. Aku berlari menuju kolam renang, dan menceburkan diriku diikuti Cresa yang juga mengikutiku.


"Harimau gak boleh masuk kolam ya, nanti jadi ikan!" kata Cresa dengan nafas terengah-engah.


"Anak lu buas banget, beb. Pantat gue digigit beneran tadi!" ujarku berdiri dibelakang Cresa sambil mengelus pantatlu. Mike masih menggeram-geram sambil mengelilingi kolam renang itu.


"Daddy-mommy tunggu situ! Jangan keluar! Mike mau pup sebentar!" katanya sambil berlari masuk kedalam Villa. Kupeluk tubuh Cresa dari belakang. Cresa tersenyum sambil menyibak rambutnya yang basah.


"Beb, nanti malam Dinner diluar yuk. Gue pengen berduaan aja, tapi kasian Mike," ujarku sambil memeluknya.


"Tenang, ntar biar dia ditemanin sama mama dan papa, beb!" jawab Cresa memegang kedua tanganku. Lalu kami naik dari kolam sambil berjalan bergandengan.


"DAPAAATTTT!!!ROOOAAARRRR!" Teriak Mike yang ternyata bersembunyi dibalik pintu menunggu kami naik dari kolam.


"Mike yang menang ya!" ujarnya lagi. Aku dan Cresa mengganggukkan kepala kami tanda setuju. Kami berdua mengeringkan tubuh kami berdua lalu berganti pakaian. Cresa menelpon mama untuk memberitahukan agar mama dan papa datang ke Villa kami untuk menjaga Mike.


Sambil merokok aku duduk dengan Cresa di meja makan di pinggir kolam.


"Mau ngajak Dinner dimana, Sayang?" tanyanya sambil memandangi Mike yang sedang berenang.


"Elu pengennya Dinner dimana, beb?" ujarku balik bertanya.


"Pengen makan biasa aja, beb. Yang penting bisa makan sama elu!" jawabnya sambil memegang tanganku.


"Hmmmm, inget tempat kita makan seafood pertama kali gak,beb? Gimana klo kita makan disitu aja?" jawabku lagi.


"Restoran Bali Nikmat ya? Itukan nama restonya?" Tanyanya sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang, gak papakan?" Ujarku sambil memeluknya. Cresa menganggukkan kepalanya dan mengecup pipiku. Kami berdua bersiap lalu menunggu kedatangan mama dan papa. Setelah papa dan mama datang, Aku dan Cresa pergi setelah menitipkan Mike pada mereka.


"Macet banget, beb! Gila, 1 jam jalan kita belum keluar dari Jimbaran!" ujarku kesal melihat jalan yang macet. Cresa memandangi sebuah warung sate di pinggir jalan tak jauh dari mobil kami yang terjebak antrian macet.


"Makan disitu aja yuk, beb. Kasian bapak dan ibu itu sudah tua, warung satenya sepi, banget," ujar Cresa sambil memandangi bapak dan ibu penjual sate itu.


"Oke beb!" Kutepikan mobilku dan parkir disebelah warung sate tenda itu. Aku memesan 40 tusuk sate kambing. bapak tua itu sambil tersenyum segera memproses pesanan kami.


"Mas dan mbak ini, bukan orang Bali ya?" tanyanya sambil mengantarkan minuman.


"Bukan ibu, kelihatan ya?" jawab Cresa sambil tersenyum kepada ibu tua itu.


"Iya, cantik dan ganteng serasi banget!" jawab ibu tua itu tersenyum sambil memperlihatkan gigi ompongnya. Aku dan Cresa tersenyum mendengar perkataan ibu itu.


"Satenya masih banyak ya, bu?" Tanyaku lagi.


"Klo lagi macet begini, alamat sepi lagi mas! Ya gak papa. Namanya orang juga jualan!" ujar ibu itu lalu pergi menemani suaminya yang sedang mengipasi sate ditempat panggangan.


Lalu saat itu juga aku menelpon Jaka.


"Jaka, ini saya shareloc warung sate. Nanti kamu ambil sate disitu 2 jam lagi! Untuk makan-makan orang di Villa!" ujarku sambil memutuskan sambungan telpon. Cresa lalu memanggil ibu itu lagi.


"Bu, klo satenya saya borong berapa bu?" tanya Cresa. Ibu itu terkejut saat mendengar pertanyaan Cresa lalu ia menanyakan pada suaminya. "Semua 1juta mbak. 20 porsi sate kambing \=600 ribu, 30 porsi sate ayam\=450 ribu. Saya diskon 50 ribu mbak. Terus dengan yang dimakan disini. Jadi semua 1.100.000,- juta!" kata ibu itu sambil membaca catatan dari suaminya.


"Ok, bu. Kami borong semua ya!" kata Cresa lagi.


Saat pesanan kami datang, kami pun segera menyantap makanan kami sambil mengobrol dan berpegangan tangan. Saat semua sate sudah selesai dibungkus, Jaka pun datang. Ternyata Jaka sudah mengenal baik kedua orang tua itu. Jaka terlihat akrab saat mengambil pesanan sate tadi.


"Mas dan mbak ini bosnya mas Jaka toh! Saya diskon 50ribu lagi klo begitu!" kata bapak tua itu sambil tersenyum.


"Kok bawa satenya cuma sedikit pak?" tanyaku.


"Modal kami cukupnya cuma dapat segitu, mas. Pokoknya habis aja, Alhamdulillah!" jawab bapak tua itu.


Aku menganggukkan kepala mendengar jawabannya.


"Rumah bapak jauh?" tanyaku lagi.


"Nggak mas, kami kos di gang sebelah. Cuma sekitar 100 meter dari sini."


Aku masuk ke dalam mobil dan mengambil 10 bendel uang berwarna merah.


"Pak, hati-hati pulangnya. Mohon pemberian saya ini diterima!" Ujarku sambil menaruh semua uang itu didalam lemari gerobaknya.


Bapak dan ibu itu terbengong-bengong saat aku dan Cresa meninggalkan warungnya.


Aku dan Cresa berputar-putar tanpa tujuan malam itu.


Akhirnya aku berhenti di depan pantai Kuta yang tampak sepi malam itu. Aku dan Cresa hanya duduk mengobrol berdua didalam mobil.


"Ngapain berhenti disini, beb?" Kata Cresa sambil menatapku.


"Inget kafe dibelakang kita? Klo sore itu gue gak kesitu, mungkin gue gak akan ketemu elu lagi, beb!" Ujarku sambil merengkuh tubuhnya kearahku.


"Gue juga waktu itu berasa aneh. 4 tahun sejak pertemuan kita yang terakhir. Gue setiap ke Bali selalu mampir saat sore kesitu. Gue selalu berharap bisa ngeliat elu dan istri elu!" Jawabnya sambil merebahkan kepalanya didadaku.


Aku membelai rambutnya yang panjang, sambil menatap wajahnya yang cantik jelita malam itu.


"Rio, Everyday i love u more than i loved you yesterday!" ujarnya sambil mengelus dadaku.


"I love you so, Cresa. I'll love you more with my every breath I'd take, Sweetheart!" ujarku lalu mengecup lembut bibirnya.


I'll be your dream, I'll be your wish, I'll be your fantasy


I'll be your hope, I'll be your love, be everything that you need


I'll love you more with every breath truly, madly, deeply do


I wanna stand with you on a mountain


I wanna bathe with you in the sea


I wanna lay like this forever


Until the sky falls down on me


I wanna stand with you on a mountain


I wanna bath with you in the sea


I want to live like this forever


Until the sky falls down on me


***********THE-END**********