MY NAME IS RIO...

MY NAME IS RIO...
Honey Moon



Everybody's looking for that something


One thing that makes it all complete


You'll find it in the strangest places


Places you never knew it could be


Some find it in the face of their children


Some find it in their lover's eyes


Who can deny the joy it brings


When you've found that special thing


You're flying without wings


Some find it sharing every morning


Some in their solitary nights


You'll find it in the words of others


A simple line can make you laugh or cry


You find it in the deepest friendship


The kind you cherish all your life


And when you know how much that means


You've found that special thing


You're flying without wings


So, impossible as they may seem


You've got to fight for every dream


'Cause who's to know


Which one you let go


Would have made you complete


Well, for me it's waking up beside you


To watch the sunrise on your face


To know that I can say, "I love you"


In any given time or place


It's little things that only I know


Those are the things that make you mine


And it's like flying without wings


'Cause you're my special thing


I'm flying without wings


And you're the place my life begins


And you'll be where it ends


I'm flying without wings


And that's the joy you bring


I'm flying without wings


Lagu "Flying Without Wings" dari boy band Westlife mengalun di mobilku, aku sedang menuju Klinik Cresa untuk menjemputnya. Kudengarkan lirik lagu itu, liriknya mengandung arti cinta yang sangat indah. Kukebut mobil sport baruku untuk segera bertemu istriku. Cresa sedang menungguku di depan klniknya, saat mobilku masuk dihanya melirik tanpa menoleh. Saat aku turun dari mobil berwarna hitam solid itu, Cresa lalu berteriak,


"Beli mobil lagi?! Mobil yang merah kemana?!" Ujarnya sambil melotot kepadaku.


"Mobil yang merah kemana?" ujarnya lagi dengan ketus. "Gue simpen dirumah, sayang! Mobil ini buat elu, warna favorit elu hitam kan!"


"Kok gak ngomong dulu, ya? Jadi gitu ya? Gak perlu minta ijin lagi sama istrinya?" Ujarnya lagi sambil memberondongku dengan banyak pertanyaan.


"Ini kan surprise buat elu sayang!" kutunjukkan STNK tercantum nama Cresa disana.


"Klo gue ngomong ke elu, bukan surprise lagi namanya. Ayo ahh kita ngopi-ngopi sore dulu!" Ujarku sambil masuk kedalam mobil dan duduk dikursi penumpang. Cresa tersenyum sambil masuk menyusulku masuk ke mobil.


"Paling bisa ya elu itu, beb!" ujar Cresa langsung ******* bibirku.


"l love u, honey!" katanya sambil mengemudikan mobil pelan-pelan. Aku tersenyum sambil merasakan sisa-sisa ciumannya. Cresa melajukan mobil itu kearah Coffee shop favoritnya.


"Thanks ya udah milih warna mobilnya seperti warna favorit gue!"


"Apa sih yang gak buat elu, beb?" jawabku sambil mengedip-ngedipkan kelopak mataku.


"Hahaaha, centilnya kumat!"


Sore kami mengopi berdua sambil tertawa-tawa.


"Elu happy banget sore ini. Kenapa, beb? Pasti ada sesuatu nih, klo elu girang begini!" Ujar Cresa sambil mengulum sendok.


"Janji klo kukasih tau sekarang. Nanti malam jatah gue 2x kali ya!" Jawabku sambil merengkuh pinggangnya.


"Gue mau 3x!" katanya lagi sambil menatap nakal.


"Deal, bebih!" Teriakku kencang.


"Husssh, diliatin orang beb.Malu ihhh! Jelasin ada apaan?" Ujarnya manja. Aku ambil ponselku lalu kubuka Emailku dan menunjukkan beberapa kontrak kerja baru yang kuterima. Cresa menciumku.


"Pantesan seneng banget yayang gue ini. Congrats ya!" Cresa memelukku dan bersandar di lenganku.


"Mulai minggu depan gue libur 3 minggu, beb!" Ujarku sambil menyesap kopiku.


"Libur lagi? Elu bukannya bulan lalu baru libur 8 hari pas kita merit? Libur yang ini dalam rangka apa?


"Bulan Juni itu low season, beb. Tamu baru rame lagi pertengahan Juli. Rugi lah mereka gaji gue!"


"Gue dapat 3 kontrak di tempat yang berbeda, otomatis gue harus nyusun schedule baru biar gak tabrakan jadwal gue."


"Kita honey moon yuk, beb. 2 minggu lumayan kan liburan!" kataku sambil memeluknya.


"Pengen Honey moon ke Eropa? Boleh, Beb?" Katanya sambil mengelus tanganku yang memeluknya.


"Oke, beb. Pas lagi musim panas disana. Biar entar anaknya pak Kadek yang ngurus tiket sama Visanya!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore itu aku dan Cresa berendam dikolam renang PH Beach Club sambil berpelukan menikmati Sunset. Malam itu kuajak Cresa menginap disitu. Karena aku sangat ingin berduaan saja dengan istriku. Cresa yang kedinginan mengajakku untuk naik. Kupakaikan mantel mandi pada tubuhnya yang seksi itu. Kulingkarkan tanganku ke pinggang istriku. Lalu kami duduk di meja dekat Bar. Bartender yang sedang sibuk melayani pelanggan mengganggukan kepalanya kearahku. Aku tersenyum membalas anggukan kepalanya sambil memberi kode padanya. Kode tanganku sudah dimengerti oleh Brian, nama Bartender itu. Tak menunggu lama, waiter favoritku membawa minuman pesananku.


"Triple Long island, plus garlic peanut, Boss!" Aku memberinya 2 lembar uang merah. Lalu aku mencium pipi Cresa yang duduk disampingku. Kami menikmati music EDM yang sore itu masih belum terlalu hingar-bingar. Aku dan Cresa berpegangan tangan sambil mengobrol ringan. Tiba-tiba datanglah Angela, Ivone dan Donna. Angela dan Ivone menyapa Cresa dan aku sambil memberi selamat atas pernikahan kami.


"Kok gak undang-undang sih, Cres?" tanya Angela pada Cresa dengan nada santai.


"Sori Angela, gue cuma ngundang keluarga dekat doank. Orang luar gak ada yang gue undang," jawabku pada Angela.


"Tania keluarga elu juga, Rio?" sambung Ivone.


"Tania bukan keluarga lah, dia kan EOnya!" jawabku dingin.


Donna rupanya masih sakit hati padaku, menurut kabar yang kudengar dari Reno, Donna dan Tino sudah putus setelah perkelahianku di Club tempo hari. Donna berdiri sendiri didepan kolam renang yang jaraknya tidak jauh dari kami.


"Beb, gue nyamperin Donna dulu ya. Sebentar gue mau minta maaf ke dia." Cresa menganggukkan kepalanya. Aku lalu mendatangi Donna yang sedang sendirian.


"Donna, lu masih marah ke gue?" Ujarku menegurnya. Donna tersenyum sinis menatapku lalu dia memalingkan pandangannya kearah lain.


"Gue bener-bener gak ada niat ngacauin party lu tempo hari. Gue bener-bener minta maaf!" Kataku lagi sambil mengulurkan tanganku. Donna memandangku sebentar lalu menyambut uluran tanganku.


"Tino memang benar-benar bajingan, Bang Rio. Maaf waktu gue marah ke elu pas gue lagi sayang-sayangnya sama dia. Tapi kata-kata lu banyak benernya. Gue udah maafin elu sebelum gue mutusin Tino kok bang!" Donna sudah memanggil aku dengan panggilan abang lagi. Tandanya dia sudah tidak marah lagi kepadaku. Aku tersenyum. Aku lalu pamit ke Donna, kulihat gaya Cresa yang mulai gelisah.


"Beb, balik ke kamar yuk. Gue mulai kedinginan nih!" Kataku.


"Gue pamit dulu ya, Angel, Vone!" ujar Cresa sopan. mereka pun mengangguk. Lalu kami masuk keruangan yang menghubungkan dengan hotel.


"INGET!Nanti malam 3x lho ya!" bisikku ditelinganya. Cresa tertawa sambil mencubitku.