
Setelah usai menonton Film. Aku, Cresa , Surya dan Vina berencana nongkrong dulu di Kafe Pinus. Kami berempat pun segera berjalan menuju parkiran. Aku yang sudah tau sedang diikuti membisiki ke Cresa untuk cepat masuk ke dalam mobil, Surya pun mendekatiku.
"Kita sedang diikuti bro. Ada 4 orang disebelah kiri gue!" Kata Surya padaku dengan pelan. Vina pun mengejar Cresa yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Ada 4 orang juga disebelah kanan Sur," kataku pada Surya agar waspada.
Lalu kami berdua membalikkan badan. 8 orang itu sudah berpencar mengurung kami.
"Hehehe. Sudah tau mau dibonyokin ya bro," kata cowok yang bernama Tomas membuka obrolan. Aku dan Surya hanya diam. Kami mengepalkan tinju dan melemaskan kaki kami untuk menghilangkan ketegangan.
"Gugup ya bro? Kok macam mau kabur gitu," kata Iksan yang menyeringai sambil bersiap-siap dengan tinjunya.
"Iya bro.Rasanya mau kencing dicelana. Atau boleh gue kencingin mulut lu?" Kataku sambil memutar-mutarkan tanganku.
"SERANGGGG!!!" Tomas berteriak sambil maju ke depan.
"Awas belakang lu bro," kata Surya yang sudah menerjang ke samping dengan tendangan putarnya. Aku melirik ke arah belakang sebentar, ada 2 orang disana. Saat kurasa jarak mereka ada pada jangkauan tendanganku. Aku berputar ke depan lalu kembali ke belakang dengan cepat sambil berputar dan melompat menendang sekeras-kerasnya.
"Buaaakkk! Buaaakkk!" Ternyata itu Iksan dan Joe yang terkena tendangan putar dan cangkulku. Joe pingsan ditempat dan Iksan terkapar sambil berputar-putar memegangi wajahnya yang berdarah. Hidungnya patah! Surya pun sudah merobohkan 2 orang yang jatuh terduduk tak bisa bangun lagi. Tomas dan 3 temannya seperti ragu-ragu untuk maju. 1 orang disebelah kananku merangsek kearahku sambil mengeluarkan pisau lipat, aku pun waspada dengan pisau lipatnya.
Dia menyabet-nyabetkan pisau itu. Saat dia sudah cukup dekat aku melentingkan tubuhku berputar 360°, dia terkesima melihat putaran badanku yang tanpa dia sadari tendangan tornadoku sudah bersarang dirahangnya, saat dia sempoyongan akan jatuh ke tanah kulancarkan lagi tendangan keras ke arah dagunya yang membuatnya terjengkang, rubuh tak bergerak. Surya merobohkan 1 orang lagi anak buah Tomas dengan tendangan beruntunnya yang membuatnya muntah darah. Tersisa 1 orang anak buah Tomas, ternyata orang itu mundur lalu kabur meninggalkan Tomas. Tomas yang tinggal sendirian tiba-tiba menggigil ketakutan. Ke 6 temannya sudah pingsan.
Surya lalu mencekik Tomas.
"Lu ada masalah apa sama gue?"
Cekikkan Surya membuat Tomas yang tercekik tak bisa menjawab. Lalu aku mendekati Tomas yang tercekik dan memberi tanda pada Surya untuk melepaskan cekikannya. Tomas lalu terduduk setelah cekikannya dilepas.
"Gue gak pernah ketemu elu. Elu disuruh siapa huh?" Tanyaku sambil membuka pisau lipat temannya tadi. Tomas ketakutan melihat pisau itu.
"Gue disuruh Iksan dan Seto, bro. Sori maafin gue!!!" Ujar Tomas sambil bersujud dikakiku. Kukeluarkan ponselku.
"Siapa yang suruh Elu?" Tanyaku setelah menyalakan rekaman Video.
"Yang suruh gue Iksan dan Seto bro," ujarnya masih bersujud dengan suara bergetar.
"Lu sampein pesan gue ke Seto! AKAN GUE OBRAK-ABRIK STUDIO TARINYA! DENGER LU!AKAN GUE BIKIN DIA GAK BISA NARI LAGI!!! PLAAAKKK!" teriakku pada Tomas lalu menampar keras wajahnya, bibirnya pecah dan gusinya berdarah.
"Pergi lu!!!" kataku sambil mengajak Surya menuju mobil.
"Bentar bro," kata Surya saat masuk ke mobil.
"Ada apa, Bro?" tanyaku menoleh kearahnya.
"Itu orang-orang gak jadi lu kencingin, Bro?" Mendengar itu meledaklah tawaku.
"Hahahahhhahaha mampet kencing gue gara-gara Seto, Bro!"
Kami lalu meninggalkan parkiran mall. Ke 7 orang itu masih terkapar.
Siska menghampiri Iksan dan Joe yang terkapar di lapangan parkir Mall. 4 orang yang pingsan termasuk Iksan dan Joe. 3 orang lainnya tidak pingsan, tapi mereka tidak bisa berdiri.
"Seto, Iya ini gue Siska. Joe dan Iksan pingsan, begitu juga temennya Iksan! Cuma Tomas doank ini yang bisa jalan. Lu buruan kirim mobil kesini. Ini udah mulai rame diliatin orang!Buru!" Siska pun mengakhiri panggilan telponnya. Siska membantu Tomas yang bibirnya pecah ditampar Rio untuk berdiri. Siska menggoyang-goyangkan tubuh Joe, tak lama Joe pun siuman.Joe masih duduk belum bisa berdiri.
...----------------...
"Bisa-bisanya Seto berbuat begitu, dasar pengecut!" ujar Cresa geram.
"Kamu gak papa kan, Sayang?" kata Cresta mengggenggam tanganku.
"I'm fine, Honey!" jawabku tersenyum.
"Klo cuma kayak tadi mah gak ada apa-apanya, dia malah parah klo lagi sparring di Dojang Cres," kata Surya dibangku belakang.
Vina tertawa, "Seto ngirim teman-temanya ke rumah sakit lagi. Hahahaaha."
"Gimana filmnya? Bagus Sur?" tanyaku pada Surya yang pada saat itu tangannya mulai kreatif memeluk tubuh Vina di bangku belakang.
"Surya mah tadi gak nonton film, dia jadi hantu yang gerayangin aku mulu sampe film selesai," ujar Vina dengan nada manja.
"NGAWURR!!! Vina boong Rii. Gue cuma mbales pelukan dia kok," kata Surya polos dengan muka merah padam salah tingkah. Aku dan Cresa tertawa mendengar jawaban Surya.
"Btw busway, Sebelum kalian semua salah paham. Gue sama Surya udah jadian ya. Sekian informasinya," ujar Vina lalu membalas pelukan Surya.
"Selamat ya mbak Vina,mas Surya, Berarti ini ntar traktiran kalian yang baru jadian donk," sahut Cresa.
"Eeh jangan sekarang.Duit gue kagak cukup untuk traktiran sekarang," jawab Surya panik.
"Udah sayang. Tenang aku yang traktir," jawab Vina lagi.
...----------------...
"Rio ngomong begitu? Waah kacaau niih kaacauuuu!" kata Seto sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Lu salah orang kali ini, Seto. Lu tau 7 orang itu dirobohin sama mereka berdua gak ada 5 menit. Mana 1 orang kabur lagi" kata Siska kesal melihat anak buah Tomas yang kabur.
"Lain kali lu panggil Joe Taslim aja gih, klo sama Joe kita mah lu suruh nari aja jangan disuruh berantem," sahutnya lagi.
"Bisa bubar ini studio gue, Sis!" kata Seto panik.
"Lagian studio lu itu cuman kedok mesum lu dan teman-teman lu! Murid baru yang bohay pasti lu gituin sama teman-teman mesum lu."
"Lu kok ngomong gitu Sis. Lu kan teman gue!"
"Gue bukan temen lu! Gue korban lu yang akhirnya terpaksa jadi teman lu! Gue bersyukur Cresa gak berhasil lu tidurin, Setp. Gue bersyukur cewek itu gak hancur sebagaimana gue.
Gue pikir pas ngelakuin itu sama elu, elu itu punya perasaan sama gue. Tapi ternyata itu cuma hobi busuk loe!!!
Gue salut sama Rio, walopun gue belum kenal dia, tapi gue salut ada cowok seganteng dia tapi moralnya gak sebejad elu! Elu ganteng juga kagak tapi gaya lu udah kayak paling ganteng aja!
Asal lu tau, cewek yang udah lu tidurin dan bisa lu gituin itu karena sebelumnya udah lu cekokin miras!
"Bangsat lu, Sis! Keluar lu dari rumah gue! KELUARRRRR!!!!" teriak Seto dengan murka.
Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!