
"RIO LAGI.LAGI-LAGI RIO!!!"
"Kenapa hidup gue akhir-akhir ini selalu diganggu oleh si bangsat itu! PRAAAAAAANGGGG!!!" Terdengar suara pecahan kaca karena Vas bunga yang dilemparnya ke tembok. Seto mengamuk di studio tarinya setelah mendapat kabar bahwa Siska yang telah berhasil mencuri Video rekamannya gagal dibawa anak buahnya. Malah semua anak buahnya itu masuk ICU lagi. Seto menjambak-jambak rambutnya sendiri. Kepalanya pusing membayangkan jika Siska menyerahkan Video rekamannya itu ke pihak yang berwajib. Tak disangka semuanya jadi begini. Ini semua gara-gara RIO!!! Sudah beberapa hari ini Seto selalu merasa ketakutan, ketakutan studio itu akan diobrak-abrik seperti ancaman Rio. Seto memikirkan jalan agar Rio tidak lagi mengganggunya. Apakah dia perlu meminta maaf pada Cresa? YAA!!! Minta maaf pada Cresa mungkin bisa membuat Rio mengurungkan ancamannya serta tidak mengganggunya lagi. Mungkin Seto juga harus meminta maaf ke Rio. Jika Seto meminta maaf saat ada Cresa, paling tidak Rio tidak akan memukulnya sampai masuk ruang ICU lagi. Seto benar-benar trauma dihajar Rio yang ahli beladiri itu. Sore ini aku harus ke rumah Cresa dan minta maaf, terlalu lama dia mengambil keputusan minta maaf akan membuatnya semakin tertekan. Seto pun akhirnya memutuskan sore ini dia harus bertemu Cresa dan minta maaf!
Sore itu Seto sudah ada didekat rumah Cresa, ia mengumpulkan keberaniannya untuk menemui cewek yang pernah hampir jatuh ke perangkap mesumnya itu.
"Bruuuuuuuuummmm " suara knalpot motor yang melaju kencang dan menyalip mobil Seto yang dikendalikan oleh supirnya itu.
"Stop dulu disini, pak!" Ujar Seto pada supirnya. Itu tadi motor milik Rio! Tambah berdebar-debar jantung Seto dibuatnya. Rio juga ada disitu! Seto berpikir lagi. Ahhhh bukannya klo ada Cresa, Rio bisa tidak terlalu kasar kepadanya.
"Ayo pak, kita jalan lagi."
Rumah Cresa sudah terlihat. Motor Rio diparkir didekat taman sebelah teras rumah Cresa. Tampak Cresa memeluk Rio. Hati Seto seketika panas melihat adegan mesra itu. Tapi dia sudah memutuskan untuk meminta maaf pada Cresa dan Rio! Jika perlu hari ini dia akan bersujud meminta ampun kepada cowok yang membuat hari-harinya stress itu. Seto berakting seolah tangannya masih sakit, Seto menarik nafas dalam-dalam saat akan berjalan keluar dari pintu mobilnya. Seto berjalan dengan kaki gemetar. Cresa dan Rio yang asik bercanda, tidak menyadari kedatangan Seto. Mereka berdua sedang berpelukan saat Seto mendekat. Seto mengumpulkan keberaniannya untuk menyebut nama kedua orang itu.
"Cresssa, Rrriio ," sapanya dengan suara bergetar.
Cresa dan Rio membalikkan badan berbarengan.
"NGAPAIN LU KESINI???BELUM KAPOK JUGA LU???" Ujar Cresa emosi ketika melihat Seto di halaman rumahnya.
Rio yang lalu berdiri disamping Cresa menatap tajam Seto. Seto yang ketakutan pun akhirnya tak kuat menahan berat tubuhnya, lalu dia berlutut di depan Cresa dan Rio.
"Gue minta maaf Cresa, Rio! Gue pernah bikin salah ke elu berdua. Gue sekarang bener-bener nyesel udah ngelakuin itu. Gue kesini mau minta maaf dan menebus kesalahan gue. Gue mohon maaf Cresa, Rio! Kalo udah pernah ngerusak hubungan lu berdua.Tolong maafin gue," ujar Seto sambil tertunduk. Cresa lalu melangkah ke arah Seto dan lalu tiba-tiba...
"Plaaaaakkk! Plaaaakkk!" tak diduga-duga Cresa menampar muka Seto dengan keras. Saat Cresa hendak melayangkan tangannya lagi, tangan itu ditangkap oleh Rio. Rio menggeleng-gelengkan kepalanya kepada Cresa sambil memeluknya. Cresa yang emosi hanya bisa menangis, menangis teringat kejadian malam disaat dia mabuk berat. Cresa ditenangkan oleh Rio yang pada saat itu sebenarnya juga geram pada Seto yang sudah 2x hendak mencelakainya.
"Maafin gue Cres, lu mau pukul gue gimanapun gue terima. Rio juga klo lu mau pukul gue juga gak papa.Gue benar-benar nyesel," kata Seto dengan mata berkaca-kaca.
Rio lalu melangkah mendekati Seto, lalu menepuk pundak Seto yang dia tendang malam itu. Seto langsung meraung kesakitan.
"Oh sori bro," katanya kaget.
"Berdiri Lu!" katanya lagi sambil mundur beberapa langkah. Seto pun berdiri dengan kaki gemetar.
"Liat gue," kata Rio lagi. Seto mengangkat wajahnya melihat kearah dagu Rio, Seto tidak berani menatap matanya.
"Lu ganggu cewek gue lagi. Lu akan gue cari! Lu ganggu Siska,lu juga akan berhadapan sama gue. Begitu juga klo lu intimidasi cewek-cewek yang ada di rekaman video busuk lu! Gue akan cari elu. Paham? Gue maafin elu dan jangan lu ulangi hobi busuk lu lagi. Sekarang lu bisa pergi dari sini," kata Rio dengan suara tegas.
"Ok Rio, Cresa, gue minta maaf. Sekali lagi gue minta maaf. Gue pamit," ujar Seto sambil memegang pipinya yang panas.
"Kok gak kamu pukul lagi dia sih Yank," kata Cresta sambil memelukku.
"Kan udah kamu pukul, Beb. Gak nyangka sayangku ini cantik tapi kezaaaammm! Muuuachhh," candaku lalu mengecup bibirnya.
"Kupikir orang dewasa itu banyak yang baik, ternyata ada juga yang bermulut manis tapi juga ada maksud busuk seperti dia beb," katanya sambil memelukku.
"Makasih ya beb. Udah terima aku lagi. Aku sayang deh sama kamu!!!" katanya sambil membenamkan wajahnya didadaku.
"Kok pake "deh"? Kayak gak ikhlas sayangnya," candaku sambil mencium keningnya.
"STTTTTTT!AKU SAYANG BANGET SAMA KAMU,SAYANG!"bisikku sambil menjilat telinganya.
"Iiiihhh...nakal lho bebebku ini!!!ujarnya sambil menggandeng tanganku masuk kedalam rumahnya.
...----------------...
"Ada Seto didepan Sis!"
Mau apa lagi si Seto itu pikirnya. Belum puas dia menyiksaku beberapa hari ini.
Siska akhirnya memberanikan diri untuk menemui Seto, ini rumahku. Kalau Seto macam-macam dia akan berteriak biar tetangga datang dan mengeroyoknya!
Siska menatap tajam kearah Seto yang berdiri di depan pintu.
"Tumben dia begini, biasanya masuk rumahku kayak masuk kandang ayam. Nih anak kan gak punya adab!" Batin Siska bingung melihat sikap Seto yang lain dari biasanya.
"Duduk lu, ada apa?" kata Siska ketus
"Aku mauu mminta mmaaaff, Sis. Aku banyak salah ke kamu. Maafin aku," ujar Seto menunduk.
"Gak salah nih??? Kesambet setan apa dia bisa minta maaf begini? Bukannya kemarin dia ngirim orang untuk mukulin gue?Curiga gue. Ini pasti ada-ada deh!" Batin Siska dalam hati.
"Trus? Cuma mau minta maaf doank?" kata Siska dengan nada sengak.
"Hmmmm aku eh gue pengen kita balik jadi teman lagi, Sis. Sampe disini gue eh aku nyadar, banyak temen yang cuma manfaatin aku. Aku janji gak ngulangin kebusukan yang kemarin lu omongin, Sis. Aku nyadar klo selama ini sudah salah. Maafin aku Sis," kata Seto sambil terus menundukkan kepala tanpa berani memandang Siska.
"Janji tobat lu? Iya? Beneran tobat atau karena takut mau dihajar Rio lagi aja lu?" bentak Siska lagi.
"Janji Sis. Aku gak akan ngulangin lagi.Janji!"
"Gue pegang omongan lu, ya!" Kata Siska.
"Trus kita tetep berteman kan, Sis?" ujar Seno sambil *******-***** tangannya.
"Soal itu gak bisa gue jawab sekarang. Gue masih eneg sama elu! Udah deh, elu udah gue maafin. Sekarang mending lu pergi!" Kata Siska lalu melangkah masuk kedalam kamarnya.
...----------------...
"Papa dan mama kok gak pulang-pulang ya, beb?" Kata Cresa padaku yang sedang menghisap rokok.
"Iya ya, udah 4 hari. Coba kamu telpon aja beb," jawabku.
"Iya beb.ntar aja. Besok lusa kan rapotan, beb. Mungkin besok kali papa pulang, klo dirumah eyang suka gitu, beb. Mudahan-mudahan ya raport kita bagus ya beb," kata Cresa tersenyum.
"Amiin, beb!" jawabku pendek. Kupandangi wajah cantiknya. Matanya, hidungnya, pipinya dan bibirnya begitu sempurna untukku. Cresa memandangiku sambil tersenyum dan merebahkan kepalanya dipangkuanku. Kubelai-belai rambutnya dengan lembut. Entah kenapa tiba-tiba perasaanku terasa tidak enak itu muncul lagi. Kuangkat kepalanya kedadaku lalu kuciumi rambutnya yang harum.
"Kamu kenapa, sayang?" katanya heran sambil sambil menatapku mataku lekat-lekat.
"Kamu aneh hari ini, Beb. Kenapa?" tanyanya lagi sambil membelai pipi dan rambutku.
"Gak papa beb," kukecup lembut bibirnya . "Takut aja. Aku takut kamu tinggalin!" ujarku lalu memeluknya erat. "Idiiih. Pacarku yang jagoan ini ternyata bisa cengeng juga," ujarnya sambil menciumi bibirku bertubi-tubi.
Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!