
"BUUUAAAKKKKKKK!"
Tendangan putarku mengenai kepala lawanku, tubuhnya oleng. Kuburu lawanku itu dengan tendangan kiri dan kanan tanpa henti. Kuterjang tubuhnya dengan tendangan lurus dengan melompat lalu kukaitkan kaki kananku sebagai tumpuan untukku melancarkan tendangan kidalku.
"BAAAMMMMM!"
Lawanku tidak menyangka akan ada tendangan seperti itu dariku. Ia lalu tersungkur dan terhuyung-huyung keluar lapangan. Wasit menyuruhku kembali ke sudutku. Wasit memeriksa kondisi lawanku. Tim kesehatan memberikan kode kepada wasit, ia lalu menggerakkan tangannya menandakan pertandingan sudah usai. Aku melompat sambil menunjuk Surya dan melepas pelindung kepalaku sambil mengangkat kedua tanganku keatas setelah dinyatakan menang oleh wasit.
"Champion bro! Congrats!" Kata Surya.
Aku berlari ke Tribun tengah tempat dimana Eva dan mama Wanda menonton. Para penonton cewek meneriakkan namaku. Kulambaikan tanganku pada mereka. Aku salami tangan mama Wanda dan menciumnya.
Lalu kupeluk Eva sambil mengangkat tubuhnya keatas sambil berputar. Kucium dia lalu kembali ke lapangan. Turnamen itu juga ajang para seleksi atlet Taekwondo pra PON yang berhadiah Tropi sekaligus kenaikan sabuk 2 tingkat bagi juara 1 , 1 tingkat untuk juara 2. Kuangkat tinggi-tinggi tropi dan sabuk baruku.
***
"Hahahhahaha. Masak lu kalah sama si piyik Rio itu bro," kata cowok yang bernama Marsel pada Tino.
"Mereka makin mesra, brondongnya Eva juaranya bro. Hahahhahhaha." timpal Omar ikut menertawakan Tino.
"Okta aja dimarahin Eva karena dekat-dekat sama brondongnya, Tino...Tino...Pacar ilang, Penyebab pacar ilang pun suka brondongnya pacar yang ilang, rumit banget idup lo, Tin. Hahahhahahaa," Oddy yang biasanya diam pun ikut menertawakan Tino.
"Halaaahh itu gara-gara lu semua nantangin gue bisa check in sama Okta. Akhirnya gue ketangkap basah sama Eva. Runyam kan idup gua!" kata Tino sambil melempar bantal kursi ke teman-temannya.
"Kenapa gak lu panas-panasin lagi aja kayak di mall kemarin, kan kena mental tuh si bocah," kata Oddy lagi.
"Eva di kantor selatan. Gue dipindah ke kantor utara. Walaupun ketemu lagi, Eva udah wanti-wanti gue untuk gak dekatin dia!" gerutu Tino.
"Udah lah, Eva bukan rejeki loe,Tin. Iklasin aja." ujar Omar.
"Gue udah gak mungkin lagi untuk dapetin Eva, tapi masa gue dikalahin bocah itu? Gak bisa terima gue," ujar Tino geram.
"Apa gue suruh Okta aja ya untuk godain si Rio gimana menurut kalian?" tanya Tino ke teman-temannya.
"Gue no komen. Takut gue kena karma!" kata Omar.
"Bangkey lo Mar!" Sahut Tino.
"Klo Okta, udah gak mungkin untuk ganggu Rio. Sebab Rio pun waktu di Club ketemu Okta, dia biasa aja. Jauh lah Okta sama Eva klo dibandingin. Lu harus cari yang selevel sama Eva," kata Oddy memberi saran.
"Gue ada kenalan, itu cewek yang biasa Open BO gitu. Cakepnya biadab. Timbang nungguin bokingan. Mungkin aja dia mau, godain Rio!" kata Marcel.
"Emang sekali boking berapa duit, Cel?" Kata Tino penasaran.
"7jt nego!" Kata Marcel sambil menunjukkan foto seorang cewek seksi ke teman-temannya.
"Biadabb. Cakep banget ini mah. Lu pacarin aja Tin," kata Omar.
"Kampret lu, mending lu diem aja Mar!" kata Tino yang mulai kesal pada Omar.
"Tolong lu bikinin janji, Cel. Kita temuin dia. Siapa namanya?" Tanya Tino lagi.
"Bella. Namanya Bella," kata Marcel lagi.
***
"7 bulan lagi kamu lulusan SMA kamu udah punya rencana mau ngelanjutin ke mana?" kata mama saat makan siang.
"Klo lokal sih di bandung, Ma. Klo Abroad pengen ke Aussie aja ma, biar klo kangen mama bisa cepat pulang karena dekat," ujarku sambil tersenyum. Kusebutkan nama sekolah incaranku pada mama.
"NHI sekolah pariwisata? Kamu pengen jadi Chef?" Tanya mama terkejut.
"Iya ma, soalnya klo Rio liat mama masak asik gitu kayaknya. Gak capek-capek. Hahahaha," ujarku sambil tertawa. Mama pun tertawa mendengarnya.
Malam Minggu itu Mama Wanda mengundangku untuk makan malam dirumahnya, Eva menjemputku, setelah berpamitan dengan mama, kami pun pergi.
"Acara apa ini, beb?" Tanyaku pada Eva yang sore itu mukanya cemberut.
"Gak tau, sayang. Aku juga kaget. Biasanya klo invite dinner, mama ngadain di restonya, tumben-tumbenan mama ngadain di rumah," katanya sambil melihat ke arah samping.
"Are you Okay, beb?" Kataku sambil menggenggam jemarinya dan mengecupnya.
"I'm not okay!" jawabnya pendek.
"Lohh, ada apa? Aku bikin salah kah?" Ujarku sambil menyetir.
"Iya,kamu bikin salah! Tapi gak nyadar kan?" Katanya ketus.
Kutepikan mobil.
"Perasaan aku gak bikin salah apa-apa, beb? Kasih tau aku donk beb, aku bikin salah apa?" ujarku sambil memegang kedua tangannya.
"Salah kamu adalah kamu udah gak ada waktu lagi untuk kangen-kangenan sama aku," katanya pendek.
"Kangen-kangenan gimana maksud kamu? Aku gak ngerti," kataku bingung.
"Udah ntar aja omongan ini kita lanjutin setelah makan malam dari mama."
Saat makan malam dengan mama Wanda aku lebih banyak diam, diam memikirkan omongan Eva tadi. Kuingat-ingat apa yang telah kulewatkan, apa ada tentangnya yang terlewat dan tak kuperhatikan? Tapi akhirnya aku menyerah.
"Nanti aja aku tanya ke Eva," batinku. Akhirnya acara makan malam itu pun selesai.
...----------------...
"Ini kamu mau langsung pulang atau mau kerumahku dulu, Beb?" Katanya saat sudah meninggalkan rumah mama Wanda.
"Ke rumahmu aja dulu beb," kataku sambil menyetir. Dia langsung tersenyum sambil memeluk tanganku. Eva memutar musik. Lagu Quando, Quando, Quando dari Michael Buble mengalun, Eva tersenyum manis sekali.
"Ini lagu favorit gue beb," ujarnya sambil menyandarkan kepalanya dilenganku.
"Hahahha. Kok bisa jadi lagu favorit lu, beb?" Tanyaku sambil tertawa.
"Lu kan nyanyiin lagu ini buat gue waktu di RS. Sejak hari itu lagu ini jadi lagu favorit gue," jawabnya sekenanya sambil menjulurkan lidah kearahku.
"Iya, iya, sayang," kataku yang baru menyadari klo sifat kolokan Eva sedang kumat.
...----------------...
Sesampai dirumahnya kami langsung naik menuju Roof top. Aku merokok sambil memandang pemandangan kota dari atas sana. Rumah Eva terletak diperumahan Elite dan posisinya di atas tanah yang berkontur seperti bukit-bukit. Eva datang sambil membawa kopi panas dan macam-macam camilan dari resto mama Wanda. Dia sudah berganti pakaian memakai kemeja panjang yang kebesaran. Eva memelukku dari belakang sambil mencium leherku.
"Geliii Bebbb, bentar dulu. Katanya mau ngomong-ngomong dulu bebb," ujarku sambil menarik dia untuk duduk disampingku.
"Tadi katanya mau ngomong. Ngomong gih," kataku sambil membelai rambutnya.
"Gue sebenernya malu mau ngomongnya, tapi klo gak diomongin ntar jadi masalah beb."
"Ngomong pelan-pelan, yuk. Aku gak bisa lama loh," kataku sambil tersenyum.
Mukanya langsung berubah cemberut lagi.
"Klo gitu ntar-ntar aja ngomongnya!"
"Gue habisin rokok dulu sebentar," kataku sambil menjauh dari Eva. Kupadamkan rokokku di asbak. Kudatangi Eva dan langsung menciumnya dengan buas. Eva yang kewalahan hanya bisa mendesah. Aku mulai menciumi kakinya yang panjang. Aku tak berhenti, kuciumi daerah intim dibawah ****** ***** suteranya. Eva tertawa geli merasakan ciumanku disana. Eva membuka kancing kemejanya yang sebelah atas.
"Ayo beb. Sambil begini aku mau denger apaan yang mau kamu omongin tadi."
Tanganku sambil menyusup kedalam lapisan sutera itu, lapisan sutera itu kusingkap terlihat kulit mulus dengan bulu halus yang dicukur rapi.
"Aku ini cewek hipers*ks, Beb!" Lalu berceritalah Eva dengan lengkap. Aku melongo mendengar ceritanya yang memang terdengar aneh. Eva pun tersenyum setelah bercerita. Aku baru mengerti kondisi Eva. Sekarang kubiarkan dia yang sudah membuka resleting celanaku.
"Eva, i want u tonight," Lalu kami bercinta beberapa kali dengan hebatnya sampai hampir tengah malam.
"Sayang, makasih ya. Your love is all i need to feel complete," katanya sambil membelai otot kekar di perutku.
"Yes beb.You are my song. You are my song of love. The First time u touched me. I knew i was born to be yours," jawabku sambil mengecup bibirnya yang manis.
"Hahhaha, pacarku ternyata raja gombal," katanya terlihat senang.
"Makasih ya beb. Udah ngertiin aku. You are my cure honey," ujarnya lagi. Kami berciuman lagi.
Eva lalu bangkit dan memegang kedua tanganku.Tiba-tiba dia meneteskan air mata. Aku pun bangkit memeluknya.
"Kenapa nangis sayang," kataku sambil mengelus rambutnya. Kuseka airmatanya.
"I may not your first love, kiss, or lover, but i want to be your last everything," katanya sambil tersenyum manis.
"I love u so, Eva."
***
"Klo kerjaan gitu gak mau lah gue dibayar cuma 3 juta. Itu lebih njelimet dari sekedar "goyang". 5 juta!itu penawaran terakhir gue," kata Bella. Tino berpikir keras, akhirnya "OK, 5 juta deal. Tapi gue kasih lu 2 juta dulu,Bel. Klo lu berhasil bikin dia terkaing-kaing ke elu, gue kasih sisanya dan inget gue mau lu kasih rekaman video.Gimana?" tanya Tino lagi.
"OK Deal!" jawab Bella. Kebetulan Bella tau dimana harus menemukan Rio, Bella dan Roy adalah member fitness di Gym Center yang sama. Bella hanya perlu mencari tau jadwal latihan rutin Rio saja.
Hari Senin itu Bella memulai tugasnya. Karena sudah mendapat info dari Tino klo Rio itu masih SMA, Bella menunggu kedatangan Rio mulai pukul 2 siang. Setelah 4 jam menunggu, Jam 6 sore, barulah Rio terlihat di Gym itu. Rio sedang berlari di treadmill setelah melakukan pemanasan. Bella pun segera melakukan treadmill disebelah Rio. Bella yang yakin kecantikan dan keseksiannya akan meruntuhkan hati Rio seperti cowok-cowok yang lain sebelumnya. Sambil berlari dengan kecepatan sedang, Bella melirik Rio yang ada disebelahnya. Rio menatapnya sebentar kemudian mengangguk ke arah Bella, lalu ia melanjutkan latihannya. Bella menghentikan treadmillnya, ia berpura-pura kecapekan dan duduk di bangku dibelakang alat-alat treadmill itu. Rio pun menghentikan treadmillnya, dan duduk di bangku tak jauh dari Bella. Bella pun menyapa Rio.
"Hai mas. Member baru ya?" Sapa Bella sambil mengelap keringatnya.
"Lumayan lama juga kok mbak," jawab Roy sambil tersenyum.
"Ohh Ya? Kok gak pernah liat. Pantes udah keren ototnya," ujar Bella mulai memasang perangkapnya.
"Ya udah. Gue balik duluan. Nama gue Bella. See you tomorrow," ujar Bella berpamitan ke Rio.
"Ok, mbak. Gue Rio," jawab Rio sambil mengambil dumbel lalu ia melirik Bella dari kaca cermin.
"Thanks bang Omar!" ucapnya sambil tersenyum.
Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!